Tadi sempet mampir dan baca blognya Fira, jadi keingatan yang mau
ditulis tapi kesalib sama ide yang lain. Oh.. iya yang mau makan nasi
uduk semur jengkol silahkan lanjut aja :P.

 

Dulu sekali, dari sd, smp, sma sampai kuliah tingkat 2 aku punya masalah
komunikasi. Terutama sekali jika harus ngomong dengan mahluk yang
bernama wanita (terutama yang aku suka, kalo ngomong ke emak dan adik
mah biasa atuh). So otomatis... cinta monyet sampe cinta setengah monyet
cuma dipendam dalam hati aja.

 

Nah ketika ada kesempatan di asrama BG untuk menjadi badan pengurus,
maka aku lebih memilih menjadi seksi humas dan seksi rohani. Kenapa? Aku
ingin pergaulan yang lebih luas dan salah satu sarana hubungan antar
asrama kebanyakan ya lewat pengajian. Intinya sih... berani menerima
tantangan, sekalian nyebur deh. Dari seksi humas ini selain teman cowok,
pastinya teman dari asrama putri juga banyak. Kalo gak salah ada sekitar
enam asrama putri yang aku kenal dengan baik penghuninya. Asrama NHI gak
berani main ke sana deh, plus asrama budi istri di jalan riau agak segan
jalannya juga. Kadang bareng teman, kadang sendiri. Sedikit demi sedikit
bisa akhirnya bisa juga menemukan insting dan teknik berbicara yang pas
buat aku. Gimana cara memulai ngobrol, cari bahan obrolan, cara pamit
dan yang paling penting cara meminta tambahan air minum atau camilan. He
he he... Alkisah alkasih... istriku tersayang juga berasal dari aspi
IKIP bandung.

 

Di asrama juga kami biasa ngobrol berjam-jam... bisa sampe jam 2 tu
temen-temen kalo curhat. Bahkan kalo tidak pura-pura ngantuk atau alesan
besok ada kuliah pagi, bisa begadang sampe pagi deh.

 

Tapi setelah bekerja dan menikah, aku jadi males gaul. Kalo di bis atau
angkot, bawaan pengen tidur terus. Cewek cakep juga aku males negor,
enakan tidur menghayati mimpi. Dan akhirnya... kemampuanku ini terpendam
alias mati suri untuk sekian lamanya. Tapi sekarang aku baru kepikiran
lagi ni, kemampuan ini bisa berguna selain untuk mencari istri yang
sudah terlewati. Kemampuan ini bisa untuk melobby, entertain customer,
jualan produk, mendapat perhatian lebih dari boss (bukan carmuk lho),
mencari info baru, atau mencari kerjaan baru. Bahkan kalo mau lebih,
kemampuan ini bisa untuk bikin partai dan meraih kekuasaan (tapi yang
aku sih males partai-partai-an deh).

 

Rahasiaku untuk punya kemampuan ini dulu kira-kira seperti ini.

-          Tentukan tujuan ngobrolnya... jangan sampai mau melobby malah
cari data pribadi, mau cari kerja malah jualan produk.

-          Sanggup mendengar dan bisa berbicara juga. Sebab kalo mereka
saja yang bicara, kita tidak menanggapi dengan baik... akhirnya tidak
nyambung juga.

-          Gali kesenangan yang diajak bicara. Semua orang pasti seneng
membicarakan diri mereka sendiri. Bahkan orang introvert sekalipun,
dengan teknik tertentu bisa dengan senang hati mengobrol dengan kita.

-          Cari topik yang hangat alias baru keluar dari oven. Tapi
harus dikuasai, jangan cuma asbun. Banyak baca buku, Koran, Net, dll.

-          Cara berpakaian dan bahasa tubuh...ini juga menentukan agar
orang mau mengobrol dengan kita. Kalo kumel, kucel dan bau, orang bisa
curiga deh. Apalagi ngobrol sambil ngupil dan garuk-garuk kepala terus
menerus. Apalagi garuk yang anggota badan yang lain, apalagi ngegaruk
lawan bicara kita. Iseng banget sih!!

-          Jangan berlebihan. Formal tapi tetap santai, serius tapi
tetap bersahabat, laper ya bilang aja siapa tahu dia mau nraktir :P

-          Senyum... sederhana dan biasa aja. Tidak terpaksa apalagi
kebanyakan cengengesan.

-          Tahu saat harus mengakhiri obrolan. Lihat bahasa tubuhnya,
apalagi kalo dia langsung bilang ada acara. Atau kita sendiri ada
pekerjaan atau janji yang lain, jangan maksain ngobrol terus.

-          Praktek, praktek, praktek dan praktek. Halah... kayak
motivator ulung saja. Tapi kalau kita tidak mau praktek langsung mana
bisa dan tahu ini akan berhasil. Segera praktekan dan laporan harus
dibuat dalam waktu 2x24 jam. 

 

Have a nice dream,

Your cute pilot.

 

Tiar Rahman



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke