Sebagai ex penghuni, saya mau tanya knp ga berani main ke Asrama NHI ya? Karena bad image yg beredar tentang anak NHI ya? sebenernya we are not that bad lho (maksudnya ga semuanya).. Udah pernah lihat blm ke asrama NHI? pas di depan asrama ada mesjid yg setiap minggu selalu ada pengajian anak2 asrama atau non asrama. Trus banyak pohon2 rindang and taman.. Pokoke nice place lah (at least buat saya a lot good memory di asrama NHI).
--- On Tue, 11/11/08, Rahman, Tiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Rahman, Tiar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [sma1bks] NAF #059: Human Relation Skill To: [EMAIL PROTECTED], [email protected] Date: Tuesday, November 11, 2008, 7:00 AM Tadi sempet mampir dan baca blognya Fira, jadi keingatan yang mau ditulis tapi kesalib sama ide yang lain. Oh.. iya yang mau makan nasi uduk semur jengkol silahkan lanjut aja :P. Dulu sekali, dari sd, smp, sma sampai kuliah tingkat 2 aku punya masalah komunikasi. Terutama sekali jika harus ngomong dengan mahluk yang bernama wanita (terutama yang aku suka, kalo ngomong ke emak dan adik mah biasa atuh). So otomatis… cinta monyet sampe cinta setengah monyet cuma dipendam dalam hati aja. Nah ketika ada kesempatan di asrama BG untuk menjadi badan pengurus, maka aku lebih memilih menjadi seksi humas dan seksi rohani. Kenapa? Aku ingin pergaulan yang lebih luas dan salah satu sarana hubungan antar asrama kebanyakan ya lewat pengajian. Intinya sih… berani menerima tantangan, sekalian nyebur deh. Dari seksi humas ini selain teman cowok, pastinya teman dari asrama putri juga banyak. Kalo gak salah ada sekitar enam asrama putri yang aku kenal dengan baik penghuninya. Asrama NHI gak berani main ke sana deh, plus asrama budi istri di jalan riau agak segan jalannya juga. Kadang bareng teman, kadang sendiri. Sedikit demi sedikit bisa akhirnya bisa juga menemukan insting dan teknik berbicara yang pas buat aku. Gimana cara memulai ngobrol, cari bahan obrolan, cara pamit dan yang paling penting cara meminta tambahan air minum atau camilan. He he he… Alkisah alkasih… istriku tersayang juga berasal dari aspi IKIP bandung . Di asrama juga kami biasa ngobrol berjam-jam… bisa sampe jam 2 tu temen-temen kalo curhat. Bahkan kalo tidak pura-pura ngantuk atau alesan besok ada kuliah pagi, bisa begadang sampe pagi deh. Tapi setelah bekerja dan menikah, aku jadi males gaul. Kalo di bis atau angkot, bawaan pengen tidur terus. Cewek cakep juga aku males negor, enakan tidur menghayati mimpi. Dan akhirnya… kemampuanku ini terpendam alias mati suri untuk sekian lamanya. Tapi sekarang aku baru kepikiran lagi ni, kemampuan ini bisa berguna selain untuk mencari istri yang sudah terlewati. Kemampuan ini bisa untuk melobby, entertain customer, jualan produk, mendapat perhatian lebih dari boss (bukan carmuk lho), mencari info baru, atau mencari kerjaan baru. Bahkan kalo mau lebih, kemampuan ini bisa untuk bikin partai dan meraih kekuasaan (tapi yang aku sih males partai-partai- an deh). Rahasiaku untuk punya kemampuan ini dulu kira-kira seperti ini. - Tentukan tujuan ngobrolnya… jangan sampai mau melobby malah cari data pribadi, mau cari kerja malah jualan produk. - Sanggup mendengar dan bisa berbicara juga. Sebab kalo mereka saja yang bicara, kita tidak menanggapi dengan baik… akhirnya tidak nyambung juga. - Gali kesenangan yang diajak bicara. Semua orang pasti seneng membicarakan diri mereka sendiri. Bahkan orang introvert sekalipun, dengan teknik tertentu bisa dengan senang hati mengobrol dengan kita. - Cari topik yang hangat alias baru keluar dari oven. Tapi harus dikuasai, jangan cuma asbun. Banyak baca buku, Koran, Net, dll. - Cara berpakaian dan bahasa tubuh…ini juga menentukan agar orang mau mengobrol dengan kita. Kalo kumel, kucel dan bau, orang bisa curiga deh. Apalagi ngobrol sambil ngupil dan garuk-garuk kepala terus menerus. Apalagi garuk yang anggota badan yang lain, apalagi ngegaruk lawan bicara kita. Iseng banget sih!! - Jangan berlebihan. Formal tapi tetap santai, serius tapi tetap bersahabat, laper ya bilang aja siapa tahu dia mau nraktir :P - Senyum… sederhana dan biasa aja. Tidak terpaksa apalagi kebanyakan cengengesan. - Tahu saat harus mengakhiri obrolan. Lihat bahasa tubuhnya, apalagi kalo dia langsung bilang ada acara. Atau kita sendiri ada pekerjaan atau janji yang lain, jangan maksain ngobrol terus. - Praktek, praktek, praktek dan praktek. Halah… kayak motivator ulung saja. Tapi kalau kita tidak mau praktek langsung mana bisa dan tahu ini akan berhasil. Segera praktekan dan laporan harus dibuat dalam waktu 2x24 jam. Have a nice dream, Your cute pilot. Tiar Rahman CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
