Rekan Komar, untuk masalah CSR seperti halnya di Exxon perusahaan lainnya juga 
dikelola di Pusat.dan tidak ada hubungannya langsung deng BP-MIGAS karena dana 
ini tidak masuk kategory yang di Cost recovery oleh Pemerintah. Dana CSR ini 
disisihkan murni dari keuntungan perusahaan. Biasanya permohonannya dilakukan 
melalui Pemda setempat. Kayanya musti cari tahu apakah Pemda Bekasi sudah dapat 
dana CSR dari Pertamina belum?. Kalau belum mungkin pihak Pemda bisa ajukan 
Proposal untuk Pertamina atau perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Bekasi.

Salam
MIK




________________________________
From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 13, 2008 9:08:59 AM
Subject: Re: [sma1bks] CSR untuk Bekasi Utara kapan yah...????


Gak tahu deh Tob,
Pertamina bawaanya ngeluh melulu kagak menuhin target. Kan mestinya 16 ribu 
barel per hari, ini cuma 2000 barel per hari. Makanya kalo ada akses ke BP 
MIGAS, boleh juga tuh kasih tahu gue....


2008/11/13 Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>

Nasional 
/ Home / Nasional /
Rabu, 12 November 2008 | 17:42
Jelang Produksi Perdana, Exxon Mulai Gelindingkan Program CSR 


JAKARTA. Setelah tiga tahun menancapkan kukunya di bumi Bojonegoro, Exxon Mobil 
Oil Indonesia (EMOI) mulai bergerak membangun masyarakat di sekitar wilayah 
operasionalnya melalui anak usahanya, Mobil Cepu Limited (MCL). Tidak 
tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan pihak Exxon sejumlah US$ 2,5 juta 
untuk kabupaten Blora, Bojonegoro dan Tuban hanya untuk tahun 2008 saja.  

Menurut Deputy Development Manager MCL, Dedy Afidick, dana pemberdayaan 
masyarakat Tuban, Blora dan Bojonegoro tersebut berasal dari Exxon pusat (Exxon 
Mobil Corporation) .   

US$ 500 ribu disalurkan pihak Exxon untuk membenahi Bojonegoro, Tuban dan Blora 
pasca banjir besar akhir tahun 2007. "Kami tahu jumlah tersebut belum cukup 
untuk mencakup tiga wilayah tersebut. Tetapi  nilai kerjasama antara Pemda, 
Exxon dan LSM untuk masyarakat melebihi nilai tersebut," ujar Dedy.  

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono mengaku sangat berterima 
kasih kepada pihak Exxon. Setyo juga berharap agar kerjasama tersebut tidak 
sebatas penanggulangan pasca banjir belaka, akan tetapi juga untuk pencegahan 
banjir.  

"Kami mendapat bantuan Rp 5 miliar dari Exxon, itu kita salurkan untuk 
pengasapan, merehabilitasi sarana kesehatan, puskesmas keliling, dan 
sebagainya," lanjut Setyo. 

Selain untuk bantuan kesehatan, CSR Exxon juga untuk meningkatkan mutu 
pendidikan melalui metode manajemen berbasis sekolah. Dalam proyek ini Exxon 
melalyi MCL bekerjasama dengan UNICEF. "Unicef yang punya metode dan program, 
kita yang salurkan ke 35 TK, SD, SMP sampai perguruan tinggi di Kecamatan 
Kalitidu dan Ngasem, Bojonegori," Ujar Edy Purnomo, Humas MCL.  

Exxon  juga merekrut 61 warga lokal untuk bekerja di MCL. Selain itu, Exxon 
juga memfasilitasi 48 warga lokal untuk belajar di Balai Latihan Kerja 
Bojonegoro. Ke 48 orang tersebut dimagangkan selama 19 hari dan diberi uang 
saku Rp 15 ribu per hari.

Contoh lain CSR Exxon yang dianggap berhasil adalah proyek irigasi dan sanitasi 
di Kecamatan Rengol, Tuban senilai Rp 178 juta. Di situ ada 200 hektare sawah 
yang berhasil bertahan dari musim kemarau. Tak heran produksi padi meningkat 
dari lima juta ton per tahun menjadi sembilan juta ton per tahun. Program ini 
hanya satu cluster dari total 16 cluster yang diberdayakan MCL bersama IRE 
Yogyakarta.    
Aprillia Ika  

http://www.kontan. co.id/index. php/Nasional/ news/3649/ Jelang_Produksi_ 
Perdana__ Exxon_Mulai_ Gelindingkan_ Program_CSR_

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94 



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014
karya-karya ;
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

 


      

Kirim email ke