Sebuah tugas mulia, sang wanita di atas bumi. Selamat Hari Ibu... 
semoga keikhlasan-mu, mendapatkan ridho-Nya. Amiin.

 

Puisi Ke Dua Puluh Sembilan (dari Buku Bantu Aku by Tiar Rahman)...

-I-

simfoni sederhana yang kau dendangkan
mengantarkan aku yang ada dalam buaian
yang penuh doa dan harapan
            "cepatlah besar anakku sayang
            permata bunda seorang
            jadilah orang berguna, nanda tersayang
            bagi agama, nusa, dan insan"
ya Tuhanku
kabulkanlah doanya
amin.

 
-II-

bu...
tahukah kau betapa senangnya
diri ini kau sebut permata
sungguh bu…. walau kadang aku malu
bukan karena apa-apa bu
sebab diri ini merasa tak pantas, bu

tapi bu...
katamu adalah doa bagi jiwaku
terima kasih ibu

 
-III-

ibu...
permatamu ini membayangkan
betapa berat kau menggendongku
aku enak saja melingkar di rahimmu
dan kadang sempat pula menendangmu
selama sembilan bulan sepuluh hari itu
dan kau pertaruhkan jiwamu sendiri
untuk kelahiranku ini

dan ibu, aku adalah bayi yang nakal
yang merengek, sedang engkau sibuk di dapur
yang menangis, sewaktu kau sedang tidur
yang mengotori tangan dan bajumu, yang membuatmu kerja lembur
aku... ibu, aku malu kau sebut permata
tapi bu... ucapanmu adalah doa
yang tak dapat ditandingi oleh segenap semesta

-IV-

bu....
masih terbayang di mata ini 
ketika nanda terjatuh, ibu yang mengaduh
ketika nanda terluka, ibu yang berduka
ketika nanda berdarah, ibu yang susah
ketika nanda sakit, ibu yang menangis
ketika nanda dimarah ayah, ibu yang gelisah
selalu siap menjadi tempatku mengadu
seakan kau membagi
separuh jiwamu untukku

-V-
setelah ku besar
banyak tingkahku yang membuatmu gusar
tetapi bu... mengapa engkau tetap bersabar
mendidik dan mengajar
dengan senyum kau berujar
        "jadilah manusia yang wajar
        yang bisa mengendalikan nafsu yang liar
        dan tetap langkahkan kakimu
        di jalan yang benar"
ibu... hati yang nakal ini menjadi tawar
dada yang sempit menjadi lebar
sebab nasihatmu ibarat air yang segar
di tengah kehausan pada teriknya siang hari di padang datar

-VI-
ibu...
nanda kini kembali
tak terbersit di hati ini
ingin menyusahkanmu lagi
inilah saatnya nanda membalas budi
dengan kasih yang suci
berbakti setulus hati
            bu... nanda merasa fakir
            jika senyummu tak jua hadir
            lalu apalah guna nanda terlahir?

bu... rasanya tetap tak pantas
diri ini kau sebut permata
tapi buu... perkataanmu adalah doa
bagi tubuh dan jiwa nanda
bahagia rasanya mengingat
simfoni sederhana yang kau cipta
            tapi bu.. aku tahu
            engkaulah permata itu
            bahkan permata di atas permata
            benar 'kan bu..?
bu... berdoalah bu..
sebab doamu tiada berbatas dengan langit
semoga tak pernah habis di bumi ini
permata yang paling permata seperti ibunda

bu… kau tersenyum,
senyum termanis
yang pernah nanda lihat di atas dunia
bahagianya


------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke