Jumat malam sabtu. HUjan masih rintik-rintik. Ujang datang bersama Iwan,
anak jalanan yang biasa ngamen di poncol dan islamic. Anaknya ceking nan
kerempeng. Rambut ala kangen band. Kalung tali item dengan gantungan besi
putih.
Pas dateng lumayan sopan. Cium tangan dan duduk dengan santai.

Mimik wajahnya seh biasa saja. Tak ada yang istimewa. Namun pas
cerita-cerita. DUh, gak nyangka anak sekecil itu harus mengalami beban
penderitaan yang berat. Ia berkelahi dengan nasib. Ya, bapaknya satpam dan
ibunya tukang judi. Dia gak pernah disekolahkan. Iwan dipaksa untuk ngamen
atau ngemis. Dan, kalau pulang bawa uang kurang dari 30rb, tangan sang bunda
pun kerap melayang di pipinya.

Sampai suatu ketika ia kabur dari orang tuanya. Dan, lontang lantung di
Slipi. Ikut sama anak-anak jalanan di Slipi. Parahnya, ia juga ikut2an
perilaku rusak mereka. Pernah dicekokin. Merokok. Nyopet. Dan lain-lain.
Sekali lagi, Anak sekecil itu harus berkelahi dengan nasib. Memecahkan
karang dengan tangan kecil terkepal.

Sampai suatu ketika ktemu ujang. Lalu ditarik kumpul sama anak-anak Anjalis
(anak jalanan islam). Persoalan tidak berhenti sampai di situ. Karena si ibu
tahu, Iwan ada sama Ujang. Murkalah sang ibu. Mendatangi Ujang dan meminta
anaknya pulang. Terjadilah keributan. Ujang gak mau mengembalikan Iwan
dengan kondisi seperti itu. Sampai tarik-tarikan Iwan. HIngga, Iwan pun
lari. Menghindari ibunya.

untungnya, si ibu gak berlanjuit cari Iwan. Hingga kini ia ngumpul di pintu
air bareng 21 anak jalanan yang lain.

Si Iwan di sekolahin sama Ujang. Sekolah persamaan. Lucunya, ia gak tahu
tanggal berapa lahir dan tahun berapa. Karena buat ujian akhirnya dia nembak
aja. "Iwan maen sebut aza...daripada gak bisa ikut ujian..." katanya sembari
cengengesan.

Kalau ngamen ia biasa bawa bongo. Sebenernya Bongo Tiruan. terbuat dari
beberapa pipa. Ada yang diameternya besar. Sedang dan yang paling kecil.
Buat atas nya ditutup pake ban dalam mobil. yang paling kecil pake sedotan.
Sehingga bunyinya bisa tek..tek..tek gitu.

Dia bilang ke saya cita-citanya jadi musisi terkenal. "Biar punya duit, ntar
kuliah di IKJ....trus punya anak. Iwan gak mau anak iwan ntar jadi anak
jalanan....iwan sekolian yang bener..." katanya. Mantaff! Saya lihat matanya
berbinarr. Siap menantang zaman.

Saya dan Ujang menjadikan Iwan salah sau personil di grup musik yang
bernaung dibawah Anjalis Manajemen.

Saat ini memang Iwan hanya seorang anak jalanan. namun, ia punya mimpi.
Perlahan tapi pasti ia akan menggunakan The power of dream untuk meraih
semua cita-citanya.[kim]

Kirim email ke