--- On Mon, 2/2/09, Robby Hermawan <[email protected]> wrote:
From: Robby Hermawan <[email protected]>
Subject: [SSR-Klub] Fw: [Konsultasi-Kesehatan] Paradoks Pegawai Negeri (Romy 
Satria - Ilkom)
To: "Robby Hermawan" <[email protected]>
Date: Monday, February 2, 2009, 8:22 AM










    
            


FYI, dr milis sebelah
----- Original Message ----- 
From: raden kusumah 

To: arif fahrurozi ; Konsultasi-Kesehata n...@yahoogroups. com 

Sent: Wednesday, December 24, 2008 10:01 AM
Subject: [Konsultasi- Kesehatan] Paradoks Pegawai Negeri (Romy Satria 
- Ilkom)






setiap orang boleh berpendapat, ini 
negara demokrasi toh...
pilihan ada di tangan 
anda, mau memperbaiki sistem negara ini dari dalam or dari luar... 
salah satu anak bangsa 
dibawah ini rupanya lebih senang untuk berada di luar sistem..
ini 
pendapatnya. . 


  
  
    

--- On Tue, 12/23/08, Y-E-S <yusufe...@yahoo. com> 
      wrote:

      From: Y-E-S 
        <yusufe...@yahoo. com>
Subject: 
        [visi70] Fw: Paradoks Pegawai Negeri (Romy Satria - Ilkom)
To: vis...@yahoogroups. com
Date: 
        Tuesday, December 23, 2008, 4:33 PM


        
        
        Kalo yang ini, rekan sejawat udah baca belum, 
mhn maaf kalo udah 
        pernah...

PNS Tidak Cocok Untuk Saya …
by Romi Satria Wahono - 
        Pendiri IlmuKomputer. 
        com

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang 
        Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain 
        mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean 
        pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. 
Orang 
        merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang 
        puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari 
        pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui 
hukuman 
        dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah 
        namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Alhamdulillah 
        saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS 
        bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar 
        negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang 
        diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita 
        menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya 
        buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui 
        bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan 
        dinas 2n+1 saya berakhir ;)

Jujur, saat ini saya merasa fatique, 
        penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi 
        rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan 
        anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti 
        anda-anda semua ;) Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan 
        birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang 
        menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, 
        yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang 
itu 
        memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. 
        Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di 
        dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari 
        dalam.

Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi 
        sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih 
untuk 
        menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, 
        masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu 
        satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai 
        upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga 
        masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau 
        muncul desakan di sana sini ;) Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran 
        sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal 
dan 
        mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk 
        dirinya.

Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak 
        cocok untuk orang-orang seperti di bawah:

1.

Orang yang 
        ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap 
        itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan 
        berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ;) 
        ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak 
        kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda 
        :(
2.

Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran 
        dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang 
bahwa 
        permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang 
        salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat 
        kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak 
        menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil 
        subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan 
        realisasinya.
3.

Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak 
        sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah 
        ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, 
        ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya 
dipakai 
        untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau 
        minyak goreng untuk karyawan).
4.

Orang yang tidak tega 
        memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan 
        meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan 
        barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini 
        karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak 
        menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat 
        bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan 
        lagi. Muter-muter terus coi … :(
5.

Anak muda yang cerdas, 
        berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang 
        lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 
        1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan 
        bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan 
        kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk 
permasalahan 
        teknis ;)
6.

Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya 
        dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa 
        kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi ;) Apa yang anda 
        perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai 
        subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar 
        negeri, atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di 
        luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda 
        protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang 
        Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan 
        Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di 
        laut saja mas … :(
7.

Orang yang merasa kurang apabila bekerja 
        sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, 
        njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat 
        siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 
        15:15 merupakan bel pulang kantor.
8.

Orang yang memiliki jiwa 
        enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang 
        kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini 
        diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi 
        apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa 
        jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini 
        diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar 
        keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu 
        berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja 
baru 
        bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih 
        tepat.

Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisi kita ada 
        di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama 
        berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih 
        sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya 
sitir 
        diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi 
        korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan perbaikan di 
        negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan 
        lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri 
        segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada 
        kita.

Wallahualam bisshawab.

Get your preferred Email 
        name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ 
        aa/




Firefox 
3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke