Betul 

Tempat belanja jg penting Bu, ane pernah beli alat2 Rmh tangga di proyek Bks, 
harga nya bisa selisih 10 s.d 15 ribu dr di c4, barangnya sama lg, padahal dari 
jaman sma dulu klo nyari sesuatu pasti ke proyek, secara paling dkt sma


AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL

-----Original Message-----
From: Ika Fitriana <[email protected]>

Date: Thu, 29 Jan 2009 02:43:33 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] UNTUK BUNG DICKY...


Boleh ikutan gak. Sebagai ibu rumah tangga yang paling banyak bersentuhan 
dengan pembelian barang-barang, hehe, n tentu orang yang sangat awam. 

Terus terang, kita ibu ibu pusing juga nyari alternatif barang yang  produk 
dalam negeri. Kalo ada n kualitasnya bagus tentu akan kita beli.  Kalo untuk 
barang sehari-hari masalahnya terutama ketersediaannya, gampang gak ditemukan, 
harganya mahal gak, gitu aja. Kalo kita tahu itu produk dalam negeri n 
kandungannya setara dengan yang selama ini kita anggap "bagus" (maksudnya 
produk luar negeri), pasti kita lebih milih itu. Dan produk indonesia juga ada 
kok yang pangsa pasarnya bagus. Paling gampang susu SGM, vitalac, asli berasal 
dari Indonesia. 

Salah satu yang mungkin bisa ibu-ibu lakukan, mulai lagi lirik pasar 
tradisional untuk berbelanja. Disitu banyak barang barang murah nan unik buatan 
Indonesia (atau mungkin made in cina ya, hehehe). Mungkin kita lupa, monopoli 
hipermarket yang mulai menggerus pasar tradisional menurutku juga ikut 
menyumbang ketergantungan kita sama produk luar negeri. 

Televisi juga pengaruh banget membuat kita kebarat-baratan. Jadi, untuk 
mencegah generasi kita gak kebarat-baratan, mungkin ibu-ibunya kudu pandai cari 
program acara ya. N produser tivi sebaiknya bikin acara yang muatannya 
Indonesia banget. Selama ini juga dah ada kok yang bagus. contohnya si Bolang, 
anak-anak juga pada suka. Kalo nampilin produk juga mendingan produk dalam 
negeri, jadi kita tau. Selama ini info tentang produk dalam negeri juga 
menurutku kurang. 

Terus terang untuk benar-benar lepas dengan produk luar negeri kayaknya susah. 
NI laptop aja judulnya toshiba, hape nokia, textbook kebanyakan bahasa inggris, 
ilmu kedokteran kebanyakan dari barat.  tapi untuk yang bisa kita cari 
gantinya, kayaknya kita sepakat  kita lebih memilih barang sendiri. Tolong 
sebutkan saja apa produk-produk dalam negeri, daripada produk yahudi atau 
bukan. Nanti ternyata produknya jepang, tapi di dalemnya ada yahudi-nya kan 
sama aja. jadi, sekalian aja di list produk-produk Indonesia, terutama sandang 
dan pangan. Jangan lupa siapa-sapa saja pemegang sahamnya atau pemiliknya, biar 
kita tau aliran dananya. Termasuk kategori: misalnya, elektronik, produk dalam 
negerinya apa, keperluan sehari-hari, susu, dan sebagainya. Ibu-ibu butuhnya 
yang pasti pasti aja.
Soal boikot memboikot, bagi saya yang berpikiran sederhana, lebih sulit 
dicerna. Lebih baik kampanyekan beli produk dalam negeri, kayaknya lebih 
nendang. 

Maaf jika ada salah kata ya. 



 

--- On Thu, 1/29/09, Toby Fittivaldy <[email protected]> wrote:
From: Toby Fittivaldy <[email protected]>
Subject: [sma1bks] UNTUK BUNG DICKY...
To: "Kirim Pesan" <[email protected]>
Date: Thursday, January 29, 2009, 4:34 AM










    
            

Sorry agak telat jawabnya... baru pulang dari seminar yang nge-bahas 
EKONOMI MAKRO di Tahun 2009
 
Bung Dicky....
Ketika kita memutuskan sesuatu pasti ada plus minusnya...
orang sono nyebutnya RISK....
 
Saya pernah bilang ke teman saya kalo ada plusnya kita musti bersyukur 
Kalo pas minus mudah2an dimaafin kesalahan kita...
 
HIDUP tanpa RISK itu ga mungkin.... pasti ada... entah besar atau kecil... 
terasa ga terasa.. pasti ada RISKnya... ga usah dibahas kalo yang ini cuma 
intermezo doank...
Hati itu urusannya sama yang punya hati (Allah)....
 
BOIKOT itu tergantung cara pandang kita dalam membela kemungkaran yang sekarang 
sedang terjadi...
kalo bicara kemungkaran. .. berarti dasarnya cuma satu yaitu agama...
kalo dalam Islam kemungkaran yang terjadi di Palestina merupakan Kejahatan 
Kemanusiaan. . dan secara global orang pun perbandangan sama... baik di 
venezuela, inggris,  prancis dll.
 
cara pandang kita musti sama dulu....
 
sekarang kita bekerja di perusahaan yang sebagian hasilnya dilakukan untuk 
mendukung kejahatan kemanusiaan tersebut misalnya MC D... (dari setiap 
produknya kita membayar license Rp. 500 ke pemegang merk yaitu MCD yang punya 
orang Yahudi).... 
tiap tahun di seluruh Indonesia tejual 1 milyar produk MCD berapa yang kita 
sumbangkan untuk Kejahatan tersebut 500 Milyar bos... 
 
saya pikir kalo pun MC D bangkrut karena BOIKOT 
saya jamin hal itu akan lebih memandirikan bangsa Indonesia 
dan memajukan produk anak bangsa... 
para penggemar burger bisa pindah ke produk lokal seperti BLENGGER BURGER... 
KLENGER BURGER ... 
 
kalo produk lokal kita terus berkembang maka pengangguran dari MC D akan 
bekerja kembali dengan menjual produk sendiri dan hasilnya tidak digunakan 
untuk kejahatan kemanusian.. .
 
ah rasanya kurang enak... mari kita kritik dan membeli...
kalo ngeritik doank trus ga beli... dari mana mereka dapat biaya untuk improve 
rasanya bos...
bantu dengan membeli... kritik untuk terus mengembangkan produk lokal....
 
Ini kesempatan untuk kita membela Palestina dan Memandirikan BANGSA INI....
 
KEFANATIKAN KITA KEPADA SUATU PRODUK YANG BUKAN MILIK KITA SENDIRILAH YANG 
MEMBUAT KITA TIDAK PERNAH MANDIRI...
 
PADAHAL ALTERNATIF LAIN BUUUUANYAK.. .. 
NOH... ADA... NIH ADA... APA SIH YANG GA ADA???..
KENAPA SEH MUSTI MIKIRIN YANG ITU-ITU AJA ????..
 
MARI KITA TINGKATKAN QUALITAS PRODUK BANGSA DENGAN MEMBELI DAN MENGKRIKTIKNYA. 
... 
 
JANGAN NGERIKTIK DOANK.... 
KASIAN GA PUNYA BIAYA BUAT IMPROVE KUALITAS KALO KITA GA NGE-BELINYA ....
 
MARI KITA MAKAN BURGER MERK LOKAL.... PUUUUAS dan MUUUUANTAFFFF
 
jangan lupa baca Bismillah... 
 
"bismilllahirohmani rrohim" .....ammmm yuammm yuammm.... ....
 
selesai "alhamdulillah" .... eeeghhh... kenyang....
 
PEMERINTAH GA USAH MIKIRIN PENGGANGGURAN. ...
TINGGAL KITANYA NGUBAH KEFANATIKAN KITA... ITU POINTNYA BOS...
 
so .. sudah benarkah kita bekerja?????
  
TETAP OPTIMIS di 2009....

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94
 
Allahuma 'ajjil li palestineka al faraj wa rafiyah wa anshr
Wa ij'alna min khoiri ansharihi wa a'wanihi wa ij'alna mustasyahidna baina 
yadaihi

 
Ya Alloh segerakanlah kemenangan, keselamatan dan perlindungan untuk 
palestina-Mu
Dan jadikanlah kami sebaik-baiknya pengikut, penolong baginya serta jadikanlah 
mati kami sebagai mati syahid dalam membelanya


--- On Wed, 1/28/09, Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com> wrote:

From: Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com>
Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One
To: sma1...@yahoogroups .com
Date: Wednesday, January 28, 2009, 9:20 AM







Pertanyaannya lagi nih misalnya:
di list boikot itu ada nama Mc Donald..restoran waralaba..
terus diboikot, kita gak beli produk McD, terus McD tutup, terus karyawan dan 
keluarga karyawan yang semula kerja di McD mo dikemanain? Apa kompensasinya? 
Ini long term yang paling dekat sama kita, gak usah jauh2 ngayal kalo kita gak 
beli produk Yahudi, Israel bakal bangkrut. Negara ini juga ikutan bangkrut.... 
.Itu baru satu contoh..lah kalo misalanya berimbas sama perusahaan lain yang 
nanam modal Yahudi-nya di Indonesia, gimana??? Pengangguran sekarang aja jadi 
beban pemerintah, masak mo nambah lagi???
 
Bikin produk secara mandiri..BISA! Sekarang tinggal goodwill aja dari pemegang 
kebijakan mau atau tidak. Udah bisa bikin pesawat, bisa ngejual, laku, masak mo 
di bangkrutin pabriknya... yang bener aja....
 
It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. com
answerlieswithin. multiply. com
  


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke