Bujug pake huruf gede pula subjeknya.... Semua emang ada risknya..tapi apakah sebanding dengan cost yang harus kita tanggung? Itu cuma analogi satu perusahaan Yahudi yang mempekerjakan Puluhan ribu orang Indonesia di negeri ini, belom lagi misalnya perusahaan merk2 sepatu macam Adidas, Nike de el el... Dulu pabrik SONY cabut aja kita kebagian pahitnya, jua sama kayak salah satu pabrik pipa punya Korea di Cikarang tutup, temen gua jadi pengangguran juga saampe sekarang. Ini realitas Bung..Saya tidak menghayal untuk membuat bangkrut McD, karena justru Risk-nya lebih besar...
Pemerintah gak mikirin pengangguran?? Lantas siapa yang harus memikirkan teman2 kita yang kurang beruntung itu?? Gimana mo beli Klenger Burger kalo mereka tidak bekerja dan mendapatkan uang???Itu makannya pemerintah juga gencar membuka peluang investasi baik dalam negeri maupun asing agar menanamkan modal di negeri ini, semuanya agar pengangguran bisa berkurang.. Usaha Kecil Menengah memang bisa meringankan karena membuka peluang kerja bagi orang lain..tapiii berapa banyak usaha kecil yang lantas tidak mematikan usaha kecil lainnya karena usahanya sama...Ini terjadi berdasarkan pengalaman saya melihat langsung banyak industri kecil...Mereka menguasai pasar lokal (daerah sendiri), tetapi kalah di pasar regional (propinsi, nasional)..itu gara2 siapa? REGULASI....regulasi yang bikin siapa? Eksekutif dan Legislatif...Jadi ini lingkaran setan yang dihadapi bangsa ini..jangan jauh2 mikirin Yahudi dan konconya..gimana mo ngelawan Yahudi kalo di negeri ini aja terpecah belah... I've got your point...Saya cuma heran aja banyak orang mikirin Palestina- Israel dari kacamata solidaritas agama. Di negeri ini banyak juga saudara-saudara kita yang seagama juga tertindas. Korban Lumpur Lapindo coba? Islam juga kebanyakan. Misalnya yaaa ada yang menyerukan boikot untuk solidaritas saudara kita di Sidoarjo sana..analoginya sangat sederhana dan dekat dengan kita....Lapindo punya siapa? Bakrie..Esia punya siapa? Bakrie..kalo mo solider..jangan pake tu Esia, karena kita juga mesti punya kepekaan yang sama ke saudara-saudara kita sendiri yang lebih dekat... So this is not just about Burger, Bang... Saya jadi teringet kata Pay Siburian (ex Gitaris SLANK) waktu pembukaan Studio Musiknya beberapa waktu lalu: Kalo mo maju mesti Sholat dan Solid...(kalo di agama Non Islam, Sholatnya itu dianggap beribadah menurut ajaran agamanya kata Pay)...Kita (mungkin) udah pada bisa berbicara soal agama dan ibadah, a lot of things..tapi apakah kita solid? Kita Solid tapi gak punya satu kesatuan tujuan masak iya bisa maju....Dari kedua analogi itu bisa jadi saya termasuk di salah satu diantaranya, Sholat tapi gak solid atau Solid tapi gak Sholat...Dan Israel itu secara bernegara dan ideologis menurut kata Pay bisa jadi Sholat dan Solid. Sholat dalam artian karena mereka satu kata dalam satu agama Yahudi, dan solid secara negara Israel... (jangan di salah artikan kalimat ini, kalo bingung baca aja note tebal diatas, sengaja ditebelin biar gak salah paham..ctt penulis email) Saya belum (tentu) benar dalam bekerja dan masih terus belajar banyak hal, tapi saya punya pandangan demikian.... Maaf kalo ada salah-salah kate.... (jangan pake huruf gede lah bang, kalo netiketnya itu dianggap marah-marah dan nantangin orang lho..hehehe) saya juga tetap optimis di 2009... It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [email protected] [email protected] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ________________________________ From: Toby Fittivaldy <[email protected]> To: Kirim Pesan <[email protected]> Sent: Thursday, January 29, 2009 4:34:54 PM Subject: [sma1bks] UNTUK BUNG DICKY... Sorry agak telat jawabnya... baru pulang dari seminar yang nge-bahas EKONOMI MAKRO di Tahun 2009 Bung Dicky.... Ketika kita memutuskan sesuatu pasti ada plus minusnya... orang sono nyebutnya RISK.... Saya pernah bilang ke teman saya kalo ada plusnya kita musti bersyukur Kalo pas minus mudah2an dimaafin kesalahan kita... HIDUP tanpa RISK itu ga mungkin.... pasti ada... entah besar atau kecil... terasa ga terasa.. pasti ada RISKnya... ga usah dibahas kalo yang ini cuma intermezo doank... Hati itu urusannya sama yang punya hati (Allah).... BOIKOT itu tergantung cara pandang kita dalam membela kemungkaran yang sekarang sedang terjadi... kalo bicara kemungkaran. .. berarti dasarnya cuma satu yaitu agama... kalo dalam Islam kemungkaran yang terjadi di Palestina merupakan Kejahatan Kemanusiaan. . dan secara global orang pun perbandangan sama... baik di venezuela, inggris, prancis dll. cara pandang kita musti sama dulu.... sekarang kita bekerja di perusahaan yang sebagian hasilnya dilakukan untuk mendukung kejahatan kemanusiaan tersebut misalnya MC D... (dari setiap produknya kita membayar license Rp. 500 ke pemegang merk yaitu MCD yang punya orang Yahudi).... tiap tahun di seluruh Indonesia tejual 1 milyar produk MCD berapa yang kita sumbangkan untuk Kejahatan tersebut 500 Milyar bos... saya pikir kalo pun MC D bangkrut karena BOIKOT saya jamin hal itu akan lebih memandirikan bangsa Indonesia dan memajukan produk anak bangsa... para penggemar burger bisa pindah ke produk lokal seperti BLENGGER BURGER... KLENGER BURGER ... kalo produk lokal kita terus berkembang maka pengangguran dari MC D akan bekerja kembali dengan menjual produk sendiri dan hasilnya tidak digunakan untuk kejahatan kemanusian.. . ah rasanya kurang enak... mari kita kritik dan membeli... kalo ngeritik doank trus ga beli... dari mana mereka dapat biaya untuk improve rasanya bos... bantu dengan membeli... kritik untuk terus mengembangkan produk lokal.... Ini kesempatan untuk kita membela Palestina dan Memandirikan BANGSA INI.... KEFANATIKAN KITA KEPADA SUATU PRODUK YANG BUKAN MILIK KITA SENDIRILAH YANG MEMBUAT KITA TIDAK PERNAH MANDIRI... PADAHAL ALTERNATIF LAIN BUUUUANYAK.. .. NOH... ADA... NIH ADA... APA SIH YANG GA ADA???.. KENAPA SEH MUSTI MIKIRIN YANG ITU-ITU AJA ????.. MARI KITA TINGKATKAN QUALITAS PRODUK BANGSA DENGAN MEMBELI DAN MENGKRIKTIKNYA. ... JANGAN NGERIKTIK DOANK.... KASIAN GA PUNYA BIAYA BUAT IMPROVE KUALITAS KALO KITA GA NGE-BELINYA .... MARI KITA MAKAN BURGER MERK LOKAL.... PUUUUAS dan MUUUUANTAFFFF jangan lupa baca Bismillah... "bismilllahirohmani rrohim" .....ammmm yuammm yuammm.... .... selesai "alhamdulillah" .... eeeghhh... kenyang.... PEMERINTAH GA USAH MIKIRIN PENGGANGGURAN. ... TINGGAL KITANYA NGUBAH KEFANATIKAN KITA... ITU POINTNYA BOS... so .. sudah benarkah kita bekerja????? TETAP OPTIMIS di 2009.... Toby Fittivaldy Fis2 '94 Allahuma 'ajjil li palestineka al faraj wa rafiyah wa anshr Wa ij'alna min khoiri ansharihi wa a'wanihi wa ij'alna mustasyahidna baina yadaihi Ya Alloh segerakanlah kemenangan, keselamatan dan perlindungan untuk palestina-Mu Dan jadikanlah kami sebaik-baiknya pengikut, penolong baginya serta jadikanlah mati kami sebagai mati syahid dalam membelanya --- On Wed, 1/28/09, Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com> wrote: From: Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com> Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One To: sma1...@yahoogroups .com Date: Wednesday, January 28, 2009, 9:20 AM Pertanyaannya lagi nih misalnya: di list boikot itu ada nama Mc Donald..restoran waralaba.. terus diboikot, kita gak beli produk McD, terus McD tutup, terus karyawan dan keluarga karyawan yang semula kerja di McD mo dikemanain? Apa kompensasinya? Ini long term yang paling dekat sama kita, gak usah jauh2 ngayal kalo kita gak beli produk Yahudi, Israel bakal bangkrut. Negara ini juga ikutan bangkrut.... .Itu baru satu contoh..lah kalo misalanya berimbas sama perusahaan lain yang nanam modal Yahudi-nya di Indonesia, gimana??? Pengangguran sekarang aja jadi beban pemerintah, masak mo nambah lagi??? Bikin produk secara mandiri..BISA! Sekarang tinggal goodwill aja dari pemegang kebijakan mau atau tidak. Udah bisa bikin pesawat, bisa ngejual, laku, masak mo di bangkrutin pabriknya... yang bener aja.... It's only a transition.. . Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 marcial_riquelme@ yahoo.com dicky.kurniawan@ gmail.com omongkosongku. blogspot. com answerlieswithin. multiply. com
