Nah..itu perlawanan yang paling baik..

Untuk diketahui aja nih kawan-kawan...Film Indie itu bermula dari kegemasan 
insan perfilman yang masih memiliki semangat idealisme terhadap film nasional. 
Maka mereka mulai membuat film yang diluar arus mainstream, diluar arus modal, 
dengan cerita yang menurut mereka adalah cerita yang bagus dan baik, perkara 
diterima penonton itu urusan belakangan..wong mereka tidak berharap dari 
industri filmnya kok...

Di Jogjakarta medio 2000an awal komunitas filmnya beberapa kali membuat film 
panjang yang layak tayang di bioskop lokal. Terus beberapa concern di film 
pendek, juga dokumenter. Khusus Dokumenter sekarang tersalurkan lewat kompetisi 
Eagle Award yang diadakan Metro TV..juga bisa melalui lembaga nirlaba In-Docs 
untuk menyalurkan karya-karyanya. Untuk film indie fiksi, beberapa 
malah diundang ke luarnegeri untuk memutar karya mereka di banyak 
festival..dari sini muncul nama Lulu Ratna, Dimas Jayasrana, Tintin 
Watimena...Belom lagi industri kreatif lainnya macam animasi dan musik...

Ane gak berputus asa kok, dan semoga kawan-kawan tidak berputus asa. Toh gua 
bisa bikin tayangan yang kalo menurut gua gak pantes dibikin, ya gak akan gua 
bikin...Yang gua sorotin adalah, perilaku masyarakat Indonesia yang masih saja 
saling menyalahkan hingga lupa potensi yang dia punya. Industri kreatif macam 
film indie dan musik underground gak akan maju kalo pelakunya masih saja 
nyalahin orang lain, terutama pemerintah. Tapi pelaku industri kreatif 
alternatif bisa maju tanpa harus nyalahin pihak a atau b secara berkepanjangan.

Gua sih lebih milih melakukan perlawanan dengan membuat dokumenter di luar jam 
kerja gua..dan berkampanye:
"Kalo lu gak suka acaranya, pindahin channelnya..masih gak suka, matikan 
televisi, baca buku sambil denger radio"...hehehe
 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[email protected]
[email protected]
omongkosongku.blogspot.com
answerlieswithin.multiply.com
  
 




________________________________
From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, April 1, 2009 7:21:41 PM
Subject: [sma1bks] Apakah Kita Putus Asa?


sorry bro,
Bicara tentang televisi lucu ya.
Masing-masing kita seolah putus  asa. [Sorry kalo salah, eh gak jadi deng. 
Kalao salah ya dibenerin bukan dimaafin]

Yang kita debatkan semuanya setuju. 
- Bahwa ada beberapa acara yang sangat tidak baik untuk ditonton.
- perlu ada perlawanan dengan mematikan. Dan, percaya kalau semua orang sama 
kayak Arkur atu Irz,, pasti deh bangkrut tuh TV. CUMAN AMPE KAPAAAN?

Tapi bro, gue percaya masing-masing kite punya mimpi. Bila mimpi kita 
disatukan. Pastilah the power of dream akan mewujudkan kekuatannya. 

Gini, gue lagi mimpi. Suatu ketika, kita bisa bikin TV sendiri. Dengan 
idealisme kita sendiir.
Dengan norma demi kemanusiaan dan pencerdasan pada masyarakat. paling gak, gue 
bakal bikin film indi.
yag gak perlu modal gede.

Tunggu aza tanggal mainnya....




      

Kirim email ke