Gak juga morry. Fenomena ayat2 cinta, sudah untung besar.
Kenapa mesti jual keluar negeri, kalo didlm negeri saja kita sudah untung. You perhatikan, bbrp film di bioskop nasional bbrp tahun belakangan banyak film2 nasional, walau kebanyakan film hantu. Pernah diakhir tahun lalu, nyaris 21 di mm bek, 0 film barat. Sekedar masukan buat pelaku di industri ini; Mulai sesuatu semua hasilnya max bep dulu, kalau film kita mau sekelas bolly/hollywood ya bertahap mana mungkin aplle to apple. Industri ini juga mesti didukung, di india, hongkong, us, industry pendukungnya sudah mapan. Kalau soal dana besar, merger dong, promote dong, sewa artis dunia, industry pendidikan lebih maju mengenai hal2 ini. Kalo perlu kita embargo film2 dari luar sana apalagi dari negara2 yahudi, sd film kita laku/mapan didlm negeri. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Morry Infra Sent: Wednesday, April 01, 2009 7:57 PM To: [email protected] Subject: Re: [sma1bks] Apakah Kita Putus Asa? He..he..e.e..... Analogi sedikit: Yang saya lihat kenapa industri perfilm-an Indonesia susah majunya... Karena pasarnya kecil.... Beda dengan Film India, Hongkong apalagi Amerika...Film Eropah masih lebih baik..... India... berapa banyak imigrant India... Hongkong... berapa banyak imigrant China.. Amerika dah jelas... bahasa Inggris... Eropah... mirip2 lah... at least ke negara2 bekas jajahannya. Sedang Film kita cuma bisa dijual ke Malaysia, Singapore dan Brunei.. Jadi kalau mau bikin film berkualitas... yang biasanya ber-budget besar.... nanti gak untung... Atau untungnya terlalu sedikit.... Makanya sulit dibandingin dengan Film2 India, Hongkong dan Amerika. Jadi gak apple to apple. Begitupun dengan TV/Media... yang nonton/pasarnya banyak gak? Jangan cuma karena pengen bikin TV... ech... merugi...kecuali memang buat amal...lillahita'ala... Mungkin cuma ngarepin Syurga.... wuah... amien... semoga memang demikian... Tapi mimpinya bagus euy.... semoga terlaksana...amien... Kita bukan sedang putus asa.... Tapi sedang mencoba survive menghadapi hidup ini....kalau bisa mensuksesinya dengan baik... Sebaik dan sekemampuan kita.....he..he.e.e.e. Salam, Morry Infra +966-533214840 2009/4/1 komarudin ibnu mikam <[email protected]> sorry bro, Bicara tentang televisi lucu ya. Masing-masing kita seolah putus asa. [Sorry kalo salah, eh gak jadi deng. Kalao salah ya dibenerin bukan dimaafin] Yang kita debatkan semuanya setuju. - Bahwa ada beberapa acara yang sangat tidak baik untuk ditonton. - perlu ada perlawanan dengan mematikan. Dan, percaya kalau semua orang sama kayak Arkur atu Irz,, pasti deh bangkrut tuh TV. CUMAN AMPE KAPAAAN? Tapi bro, gue percaya masing-masing kite punya mimpi. Bila mimpi kita disatukan. Pastilah the power of dream akan mewujudkan kekuatannya. Gini, gue lagi mimpi. Suatu ketika, kita bisa bikin TV sendiri. Dengan idealisme kita sendiir. Dengan norma demi kemanusiaan dan pencerdasan pada masyarakat. paling gak, gue bakal bikin film indi. yag gak perlu modal gede. Tunggu aza tanggal mainnya....
