Lain lagi nich....
Katanya:
- Yang penting dalem ketimbang banyak...
- Yang penting untung ketimbang banyak...

Kok saya indoubt.

Please di-share dech opininya soal artikel di bawah...

Salam,
Morry Infra
+966-533214840



---------- Forwarded message ----------
From: Bambang, Wahyudi (Geoservices) <[email protected]>
Date: 2009/4/2

 Silahkan resapi     . . . .  .  .          'fokus'

 ------------------------------
*From:* Irawati Wahyudi [mailto:[email protected]]


 ------------------------------
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 30 Mar 2009 18:27:21 -0700
Subject: [fe_unpar_79] Mengejar Kelinci

To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 30 Mar 2009 18:27:21 -0700
Subject: [fe_unpar_79] Mengejar Kelinci

Ada sebuah kisah Tiongkok yang saya dengar …
Seorang murid berkata pada gurunya,
“Guru, bila saya belajar tidak hanya dari Anda, tetapi juga dari guru-guru
yang lain, bukankah ilmu saya akan berlimpah ?”

Sang guru tersenyum, menatap lembut sang murid, lalu berkata,
“Dia yang mengejar mengejar dua kelinci (pada waktu bersamaan), tidak akan
mendapatkan kelinci!”

Sang murid bingung, dan terpekur;
“Bukankah 1+1 =2, dan 2+2=4 ? artinya 2 guru + 2 guru = 4 ilmu?”.

Sang guru, seakan-akan dapat membaca pikiran muridnya, melanjutkan;
“Dalam kehidupan ini, tidak semua ilmu yang kamu pelajari akan terpakai.
Hanya segelintir ilmu yang akan kamu gunakan untuk memperbaiki kualitas
hidupmu”.
“Hidup ini terlalu singkat, untuk dapat mempelajari semua ilmu. Bila kamu
mempelajari semua ilmu, lalu memilah-milah ilmu yang terbaik untukmu,
kapankah kamu punya waktu untuk menerapkannya ?”
“Tujuan belajar adalah bukan untuk mengetahui, tetapi untuk menerapkan,
untuk kemakmuran dan kebahagiaanmu, serta masyarakat di sekelilingmu.”
Sang murid, dengan mimik muka serius, bertanya;
“Lalu, bagaimanakah caranya mendapatkan ilmu terbaik, yang terhebat dan
dalam waktu cepat mengantarkan kita pada kesuksesan ?”

Sang guru, kembali tersenyum, dan menjawab dengan lembut,
“Tidak ada guru yang terbaik, dan tidak ada ilmu yang terbaik. Yang terbaik
tahun lalu, belum tentu terbaik di tahun mendatang.”

“Lalu, siapakah yang terbaik?”

“Semua ilmu itu baik, asal cocok dengan pengguna ilmunya. Kecocokan dalam
bakat, sifat, kepribadian dan juga kecenderungan si pengguna, akan sangat
menentukan kecepatan penguasaan ilmu tersebut .”
“Daripada menghabiskan waktu untuk mencari banyak ilmu, lalu memilah-milah
yang terbaik, bukankah lebih mudah bagimu untuk mencari hanya seorang guru
yang sesuai, lalu Anda belajar sebanyak-banyaknya, dan sedalam-dalamnya,
dari Beliau?”

Sang guru mengakhiri percakapan dengan sebuah renungan.
“Dalam kehidupan, manusia lebih menghargai “banyak” daripada “dalam. Manakah
yang lebih berarti bagi Anda;
“banyak bisnis yang membuat kepala pening, atau satu bisnis yang membuat
Anda untung besar ?”
“banyak proyek yang tidak selesai, atau satu pekerjaan yang mendapatkan
pujian?
“banyak ilmu yang belum diterapkan, atau satu ilmu yang menghasilkan
banyak?”
Ah, alangkah sederhananya hidup ini ..
Mengapa harus dibuat rumit?

Kirim email ke