brother and sister,
Gue mau minta komentar lo-lo pade neh... sebagai bagian dari Bekasi,
pelayanan kesehatan bekasi masih begubed.  Mungkin ada pengalaman pelayanan
kesehatan yang efektif buat warkin (warga miskin) yang bisa di sharing?

thanks ya



Tanggung jawab Pemkab Bekasi pada warga miskin untuk mendapat perobatan
kembali dipertanyakan. Wastam Hadi Irawan (40), PNS golongan 2A yang bekerja
sebagai guru di SDN Tanjungsari, Cikarang Timur ini, akhirnya meninggal
dunia, karena tak tertolong Askes yang dimilikinya. Warga Kampung Gandaria
Rt 02/02 Desa Cipayung, Cikarang Timur ini mengalami penolakan perawatan di
RSD (Rumah Sakit Daerah) Kabupaten Bekasi, dengan alasan kamar penuh.
Menurut keterangan keluarga, Korban mengidap sakit Paru-paru, diperkirakan
sejak 09/04 lalu. Adik korban, Sukarya mengatakan, upanya keluarga membawa
Wastam ke RSD ditolak, meski mereka membawa Askes bernomor 0009231997814.
”Alasannya ruangan sudah penuh,” kata Sukarya.
Akhirnya, Wastam hanya berobat jalan. Tapi perobatan yang dilakukan malah
membuat kondisinya semakin buruk. Keluarga pun mebawa wastam ke Rumah Sakit
Annisa, Lemah Abang. Di sini baru di ketahui, kalau Wastam menderita
penyakit paru-paru. Namun, penanganan sudah terlambat, Wastam meninggal
dunia 26/04 kemarin sekitar pukul 07.00
”Banyak Kebijakan Pemkab Bekasi yang dikeluarkan, tapi tidak disertai
kesiapan sistem dan sarana pendukungnya. Akhirnya masyarakat jadi korban
dari kebijakan pemerintah,”sesal Sukarya.
Terpisah, Direktur RSD Kabupaten Bekasi, Herry Haerul Fattah membantah jika
pihaknya menolak perobatan pada Wasdam. “RSUD tidak membatasi siapa pun
untuk berobat. Alasan penolakan karena jumlah kamar sangat terbatas. Hanya
60 persen ruangan yang dapat digunakan, selebihnya masih tahap
renovasi,”ujar Herry.
Herry mengaku bakal menindak keras petugas RSD jika ada yang membeda-bedakan
pasien. Diungkapnya, 80 persen pasien RSD didominasi warga miskin.
Renovasi RSD sendiri, kata Herry belum bisa dilakukan. Pasalnya, alokasi
dana dari APBD 2009 yang nilainya hingga Rp 3 miliar belum bisa
dilaksanakan. “kami baru membentuk panitia untuk persiapan
lelang,”pungkasnya. (cr1)

Kirim email ke