Buku bagus...gua udah baca..tapi belom beli...hehehe

 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT.. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[email protected]
[email protected]
omongkosongku.blogspot.com
answerlieswithin.multiply.com
  
 




________________________________
From: Arief Kurniawan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 29, 2009 6:59:16 PM
Subject: Re: [sma1bks] INDONESIA NEGARA BONEKA...





Ini situsnya

www..johnperkins. org confessions of an economic hit man

Berikut kutipan dari www.ruangbaca. com

Pengakuan Seorang Ekonom Perusak
Judul buku : Confessions of An Economic Hit Man
Penulis : John Perkins
Penerbit : Abdi Tandur, JakartaHalaman : 278

Inilah "pengakuan dosa" dan kesaksian seorang ekonom bayaran Amerika Serikat 
yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan ekonomi negara dunia ketiga dan 
terbelakang (less-developed countries) melalui politik utang kepada negara 
adikuasa. Membaca buku karya John Perkins--salah seorang economic hit man--ini 
seperti membaca novel thriller: memukau, provokatif, dan penuh dengan 
ketegangan batin sang penulis.Pengalaman pribadinya sebagai ekonom perusak 
disajikan secara blak-blakan dan terus terang dalam buku ini. Ia menceritakan 
bagaimana profil seorang agen terselubung hasil rekrutmen National Security 
Agency (NSA), organisasi spionase Amerika yang paling sedikit diketahui tapi 
terbesar. Dia telah berkelana ke berbagai pelosok dunia, seperti Indonesia, 
Panama, Ekuador, Kolombia, Arab Saudi, Iran, dan negeri strategis lainnya.Tugas 
utama Perkins sebagai economic hit man (EHM) adalah menerapkan kebijakan yang 
mempromosikan kepentingan corporatocracy
 (koalisi bisnis dan politik antara pemerintah, perbankan, dan korporasi) 
Amerika sambil menyatakan minat mereka untuk mengurangi derajat kemiskinan di 
negara dunia ketiga yang kaya akan sumber daya alamnya.Perkins dan 
teman-temannya berperan sebagai agen spionase terselubung. Mereka membuat 
economics forecast untuk suatu negara klien corporatocracy (seperti telah 
dilakukan di Indonesia dalam proyek elektrifikasi Pulau Jawa sejak 1970-an) 
serta membantu penerapan skema ekonometrik yang akan mengucurkan dana jutaan 
dolar..Perkins dalam bukunya ini memaparkan berbagai cara terselubung- -ala 
kapitalis global yang rakus dan amoral--untuk mengendalikan sejumlah peristiwa 
dramatis dalam sejarah, seperti kejatuhan Shah Iran, kematian tragis Presiden 
Panama, Omar Torrijos, dan invasi militer Amerika ke Panama dan Irak. Buku 
Confessions of an Economic Hit Man--yang diperingatkan banyak kalangan agar 
tidak ditulis--mengemukak an pemahaman tentang sistem yang memacu
 globalisasi dan memicu kemiskinan jutaan umat manusia di seluruh dunia.Para 
agen economic hit man adalah segelintir profesional berpenghasilan sangat 
tinggi yang mengecoh pemerintahan suatu negeri triliunan dolar. Mereka 
menyalurkan dana dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan organisasi 
bantuan lainnya menjadi dana korporasi raksasa.Sarana mereka meliputi antara 
lain rekayasa laporan keuangan yang menyesatkan, praktek penyuapan, pemerasan, 
agen penggermoan (wanita dan seks), serta pembunuhan terencana yang keji. Para 
EHM seperti Perkins memainkan peranan yang telah menentukan dimensi baru dan 
mengerikan selama era globalisasi. Para agen EHM ini bekerja berdasarkan pesan 
sponsor dari negara adikuasa yang berniat mewujudkan sebuah imperium global 
untuk melakukan penyesatan skema ekonometrik agar hasil forecast-nya memenuhi 
syarat untuk memperoleh dana bantuan yang lebih menyerupai utang yang menjerat 
dan mencekik negara penerima. Dana pinjaman
 yang begitu besar jumlahnya itu dikucurkan oleh negara kreditor--melalui agen 
EHM--dengan tujuan utama sebagai alat untuk mencengkeram negara bersangkutan. 
Akhirnya, negara penerima utang itu menjadi target yang lunak ketika negara 
kreditor membutuhkan apa yang dikehendakinya, seperti pangkalan militer, suara 
di PBB, serta akses yang mudah untuk mengeksplorasi sumber daya alam (minyak 
bumi, gas, dan emas) yang dimiliki negara penerima utang.Dana bantuan 
disalurkan melalui Chas. T. Main, Inc. (MAIN), sebuah perusahaan konsultan 
multinasional yang bertanggung jawab atas kajian untuk menentukan apakah Bank 
Dunia seyogianya memberikan pinjaman kepada suatu negara. Dana korporasi global 
ini juga disalurkan melalui perusahaan Amerika lainnya dalam proyek 
perekayasaan dan konstruksi. Perkins menyebut di antaranya perusahaan 
multinasional Bechtel, Halliburton, dan Stone  Webster.Namun, tidak semua 
pemerintahan tunduk pada model corporatocracy yang dibangun para
 agen EHM ini. Menurut catatan Perkins, terdapat dua penguasa (elite politik) 
yang secara berani dan tegas menolak "perselingkuhan" bisnis dan politik dengan 
EHM ini. Mereka adalah Presiden Panama (Omar Torrijos) dan Presiden Ekuador 
(Jaime Roldos). Layaknya dalam dunia mafioso, para pembangkang seperti ini, 
menurut kepentingan corporatocracy, harus dieksekusi mati secara tragis pula. 
Keduanya tewas dalam suatu kecelakaan pesawat terbang (yang diledakkan dengan 
bom) dan tabrakan yang mengerikan.Perkins secara jujur meyakini bahwa kematian 
mereka bukan kecelakaan biasa karena human error, tapi ada tangan terselubung 
dan sangat rahasia yang dimainkan CIA. Mereka "dihabisi" karena menentang 
keinginan dan fraternity dengan para pemimpin corporatocracy, pemerintah negara 
adikuasa, dan perbankan yang berkehendak membentuk imperium global.Melalui buku 
Confessions of an Economic Hit Man ini, Perkins juga menyajikan sedikit 
kesannya ketika ditugaskan di
 Indonesia, sebuah negeri di Asia Tenggara yang disebutnya "di Timur yang 
eksotik" (halaman 22-56). Selama berada di Indonesia, ia telah berinteraksi 
dengan masyarakat marginal di Jakarta dan Bandung yang hidup di kawasan kumuh 
berumah kardus.Penugasannya di Indonesia (pada 1970-an) itu untuk membuat 
rencana strategi energi (to create a master energy plan) di Pulau Jawa. Sebagai 
ekonom EHM, Perkins ditugasi untuk menghasilkan model ekonometrik bagi 
Indonesia. Di situlah saatnya para agen EHM memanipulasi data statistik untuk 
menghasilkan sebuah asumsi ekonomis demi memperkuat kesimpulan yang direkayasa 
oleh para analis bagi kepentingan corporatocracy. Sebuah pertanyaan cerdas dan 
menggelitik muncul berkenaan dengan terbitnya buku Confessions of an Economic 
Hit Man ini: benarkah IMF pada masa krisis moneter di Indonesia (1997/1998) 
berperan ganda sebagai agen EHM bagi kepentingan corporatocracy? Banyak 
pengamat dan analis ekonomi bersikap skeptis pada
 peran IMF dalam memulihkan perekonomian Indonesia. Di antara mereka itu bahkan 
menuduh IMF dan Bank Dunia sebagai dua lembaga finansial dunia yang justru 
membawa Indonesia memasuki jurang krisis yang lebih dalam lagi serta 
menciptakan ketergantungan yang sangat mengkhawatirkan. SYAFRUDDIN AZHAR, 
PENGAMAT PERBUKUAN DAN EDITOR PADA PT ICHTIAR BARU VAN HOEVE, JAKARTA (dimuat 
di Koran Tempo Minggu, 30 Oktober)
AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL
________________________________
From:  "Arief Kurniawan" 
Date: Mon, 29 Jun 2009 11:52:18 +0000
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Re: [sma1bks] INDONESIA NEGARA BONEKA...

Ada bukunya bos

The confession of economic hitman (kalau ngga salah)

Dan ini kisah nyata 


AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL
________________________________
From:  Toby Fittivaldy 
Date: Mon, 29 Jun 2009 01:25:37 -0700 (PDT)
To: Kirim Pesan<sma1...@yahoogroups .com>
Subject: [sma1bks] INDONESIA NEGARA BONEKA... [1 Attachment]


16 Juni 2009 • 02:32
Fakta Mengejutkan Ekonomi Indonesia (Pengakuan Kwik Kian Gie)

Sebuah acara perbincangan tentang perekonomian Indonesia serta pengaruh Asing 
dalam Pilpres yang ditayangkan oleh Metro TV dalam acara ECONOMIC CHALENGGES 
ternyata menarik perhatian saya karena dari perbincangan tersebut, apa yang 
selama ini dikatakan bahwa perekonomian Indonesia dikatakan condong ke arah 
Liberalisme ternyata benar adanya dan ini merupakan suatu fakta dilapangan, 
apalagi yang berbicara adalah seorang nara sumber yang dipercaya sekaligus 
Mantan Menteri Perekonomian di Era Ibu Megawati yaitu Bapak Kwik Kian Gie.

Dari perbincangan tersebut jelas sekali begitu kuatnya pengaruh asing terhadap 
Bangsa Indonesia sungguh diluar perkiraan semua orang (orang awam), karena 
siapapun Presidennya dinegeri ini maka mau tidak mau harus menuruti kemauan 
dari Pihak Asing tersebut. Artinya semua kegiatan ekonomi Indonesia 
dikendalikan oleh pihak-pihak yang biasa dikatakan sebagai Pemberi 
Pinjaman/Modal.

Ada beberapa ciri dimana kuatnya pengaruh asing dalam kebijakan ekonomi menurut 
versi Pak Kwik Kian Gie:

1. Tim Ekonomi Liberalkan Investasi Migas,
2. Tim Ekonomi Lebih Pro kepada Harga Minyak di Nymex daripada ICP (Indonesia 
Crude Price),
3. Tim Ekonomi tak penuhi janji Reprofiling Cicilan Pokok Obligasi rekap 8 
Tahun,
4. Tim Ekonomi Setujui  Suku Bunga  SUN 11%.

Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa tujuan utama mereka mencengkeramkan 
pengaruhnya dinegeri ini adalah semata-mata mengeruk semua kekakayaan yang ada 
dinegeri ini. Salah satu contoh bahwa kita diatur oleh mereka Bank 
Dunia/IMF/CGI (dulu red) adalah ketika Menteri Perekonomian Saat itu Pak Kwik 
Kian Gie yang harus berpidato di sebuah Forum  Perekonomian (maaf kalau salah) 
ternyata Naskah untuk Pidato sudah dibuatkan oleh team Asing (Bank Dunia) 
padahal isinya sangat bertentangan sekali, dan akhirnya Pak Kwik sendiri tidak 
menggunakan naskah tersebut tetapi menggantikannya dengan Naskah sendiri sesuai 
fakta dilapangan.

Fakta lainnya yang mencengangkan adalah bahwa kelompok Asing ini bisa melakukan 
apa saja agar kebijakan (baca kemauan) mereka bisa dituruti oleh negara negara 
yang menjadi jajahan ekonominya yaitu diantaranya :

1. Negara yang menolak kemauan Pihak Asing maka akan diasingkan dari duni luar 
yang artinya negara tersebut dikatakan tidak mau bekerjasama mengikuti 
kebijakan perekonomia dunia.
2. Dibeberapa negara telah terjadi Pembunuhan terhadap Pimpinan negara yang 
menentang kebijakan asing tersebut.

Sungguh benar rasanya bila bangsa ini harus maju maka yang diperlukan bangsa 
ini adalah :

1. Sikap tegas dan keberanian untuk menentang kuatnya pengaruh asing 
(intervensi) dalam konteks ini adalah Presiden nya, ya kita butuh pemimpin yang 
tegas, berani dalam mengambil keputusan dengan tetap berprinsip kepada 
kepentingan rakyat.
2. Mengurangi dan kalau bisa menghilangkan faktor ketergantungan terhadap 
pinjaman Luar Negeri.
3. Sikap keterbukaan terhadap kebijakan ekonomi yang dilakukan, terutama dalam 
hal pengertian Subsidi (arti yang sebenarnya).
4. Kemandirian bangsa dalam memajukan ekonomi Dalam Negeri sudah sepatutnya 
dilaksanakan.

Semoga dalam Pilpres nanti rakyat kita benar-benar bisa mengetahui visi dan 
misi ekonomi para Capres/Cawares dan tidak semata mata karena ketokohan atau 
karena fisik semata tapi saat ini kita butuh PEMIMPIN YANG TEGAS, BERANI DAN 
BENAR BENAR BERPIHAK KEPADA EKONOMI RAKYAT..

Sebenernya acara ini gue tonton di MetroTV dari awal sampai khatabahasan yang 
menarik selama ini Presiden dan Kabinetnya bak BONEKA untuk kepentingan ASING...
Kita di jajah secara halus... selamat menikmati penjajahan modern....

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


   


      

Kirim email ke