Supaya tidak tergantung dgn uang asing, makanya uang kita dibelanjakan ke 
bangsa sendiri, sehingga uangnya berputar didalam negeri, disamping jgn tergoda 
dgn sifat konsumerisme (anak kandung dari paham kapitalis).

 

Kita perlu mulai sering2 belanja ke pasar tradisional, makan diwarteg, dll, 
walaupun kadang2 saya beresiko; kualitas barang kurang bagus/bersih, cuci 
piringnya kurang bersih, dll. Kadang2 dipasar tradisional agak bau, sesek dan 
becek (dan gak ada ojek) tapi saya paksa, agar anak cucu saya kelak tidak 
terbelit hutang.

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Toby Fittivaldy
Sent: Monday, June 29, 2009 3:26 PM
To: Kirim Pesan
Subject: [sma1bks] INDONESIA NEGARA BONEKA... [1 Attachment]

 

[Attachment(s) from Toby Fittivaldy included below] 





16 Juni 2009 • 02:32
Fakta Mengejutkan Ekonomi Indonesia (Pengakuan Kwik Kian Gie)

Sebuah acara perbincangan tentang perekonomian Indonesia serta pengaruh Asing 
dalam Pilpres yang ditayangkan oleh Metro TV dalam acara ECONOMIC CHALENGGES 
ternyata menarik perhatian saya karena dari perbincangan tersebut, apa yang 
selama ini dikatakan bahwa perekonomian Indonesia dikatakan condong ke arah 
Liberalisme ternyata benar adanya dan ini merupakan suatu fakta dilapangan, 
apalagi yang berbicara adalah seorang nara sumber yang dipercaya sekaligus 
Mantan Menteri Perekonomian di Era Ibu Megawati yaitu Bapak Kwik Kian Gie.

Dari perbincangan tersebut jelas sekali begitu kuatnya pengaruh asing terhadap 
Bangsa Indonesia sungguh diluar perkiraan semua orang (orang awam), karena 
siapapun Presidennya dinegeri ini maka mau tidak mau harus menuruti kemauan 
dari Pihak Asing tersebut. Artinya semua kegiatan ekonomi Indonesia 
dikendalikan oleh pihak-pihak yang biasa dikatakan sebagai Pemberi 
Pinjaman/Modal.

Ada beberapa ciri dimana kuatnya pengaruh asing dalam kebijakan ekonomi menurut 
versi Pak Kwik Kian Gie:

1. Tim Ekonomi Liberalkan Investasi Migas,
2. Tim Ekonomi Lebih Pro kepada Harga Minyak di Nymex daripada ICP (Indonesia 
Crude Price),
3. Tim Ekonomi tak penuhi janji Reprofiling Cicilan Pokok Obligasi rekap 8 
Tahun,
4. Tim Ekonomi Setujui Suku Bunga SUN 11%.

Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa tujuan utama mereka mencengkeramkan 
pengaruhnya dinegeri ini adalah semata-mata mengeruk semua kekakayaan yang ada 
dinegeri ini. Salah satu contoh bahwa kita diatur oleh mereka Bank 
Dunia/IMF/CGI (dulu red) adalah ketika Menteri Perekonomian Saat itu Pak Kwik 
Kian Gie yang harus berpidato di sebuah Forum Perekonomian (maaf kalau salah) 
ternyata Naskah untuk Pidato sudah dibuatkan oleh team Asing (Bank Dunia) 
padahal isinya sangat bertentangan sekali, dan akhirnya Pak Kwik sendiri tidak 
menggunakan naskah tersebut tetapi menggantikannya dengan Naskah sendiri sesuai 
fakta dilapangan.

Fakta lainnya yang mencengangkan adalah bahwa kelompok Asing ini bisa melakukan 
apa saja agar kebijakan (baca kemauan) mereka bisa dituruti oleh negara negara 
yang menjadi jajahan ekonominya yaitu diantaranya :

1. Negara yang menolak kemauan Pihak Asing maka akan diasingkan dari duni luar 
yang artinya negara tersebut dikatakan tidak mau bekerjasama mengikuti 
kebijakan perekonomia dunia.
2. Dibeberapa negara telah terjadi Pembunuhan terhadap Pimpinan negara yang 
menentang kebijakan asing tersebut.

Sungguh benar rasanya bila bangsa ini harus maju maka yang diperlukan bangsa 
ini adalah :

1. Sikap tegas dan keberanian untuk menentang kuatnya pengaruh asing 
(intervensi) dalam konteks ini adalah Presiden nya, ya kita butuh pemimpin yang 
tegas, berani dalam mengambil keputusan dengan tetap berprinsip kepada 
kepentingan rakyat.
2. Mengurangi dan kalau bisa menghilangkan faktor ketergantungan terhadap 
pinjaman Luar Negeri.
3. Sikap keterbukaan terhadap kebijakan ekonomi yang dilakukan, terutama dalam 
hal pengertian Subsidi (arti yang sebenarnya).
4. Kemandirian bangsa dalam memajukan ekonomi Dalam Negeri sudah sepatutnya 
dilaksanakan.

Semoga dalam Pilpres nanti rakyat kita benar-benar bisa mengetahui visi dan 
misi ekonomi para Capres/Cawares dan tidak semata mata karena ketokohan atau 
karena fisik semata tapi saat ini kita butuh PEMIMPIN YANG TEGAS, BERANI DAN 
BENAR BENAR BERPIHAK KEPADA EKONOMI RAKYAT.

Sebenernya acara ini gue tonton di MetroTV dari awal sampai khatabahasan yang 
menarik selama ini Presiden dan Kabinetnya bak BONEKA untuk kepentingan ASING...
Kita di jajah secara halus... selamat menikmati penjajahan modern....

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94  



Kirim email ke