Gue jadi tukang piara kambing tapi ngga jadi Himpunan Ketua Kambing 
Indonesia....hehehe.


AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL

-----Original Message-----
From: Dicky Kurniawan <[email protected]>

Date: Tue, 30 Jun 2009 08:40:06 
To: <[email protected]>
Subject: Re: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?


Tapi ada juga bukan lulusan pertanian malah berdedikasi di bidang 
tanam-menanam....
Tapi ada juga (bahkan) gak lulus sekolah tapi minat tinggi pada bidang 
tanam-menanam...

Memangnya kenapa kalo lulusan IPB gak kerja di dunia pertanian sesuai 
jurusannya???
Gua lulusan HI pengennya juga jadi diplomat ato kerja di PBB...tapi nyasar jadi 
kulipanggul televisi....

Prabowo yang Jenderal aja gak pernah turun sawah jaman dulu tiba-tiba jadi 
ketua HKTI....kapan maculnya tu orang???

 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[email protected]
[email protected]
omongkosongku.blogspot.com
answerlieswithin.multiply.com
  
 




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 29, 2009 8:56:41 AM
Subject: Re: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?





Maaf pak Yudi. Saya alumni IPB dan sekarang saya bekerja di perusahaan yang 
100% berhubungan dengan pertanian. Hampir 40% pekerja disini berasal dari IPB. 
Meski saya dan teman2 disini belum bisa berdedikasi penuh pada pertanian 
Indonesia. Tapi harapan itu masih ada, langkah yang di ambil memang tidak 
terlalu prestisius dan wahhh. Tapi kami sedang mencoba.

Paradigma bahwa anak muda tidak mau bekerja di ranah pertanian itu mungkin 
memang benar adanya, tapi yang kenyataan yang sebaliknya pun ada. Hanya saja 
mungkin anda belum menemui secuil aktifitas keberadaan kami.

Regards,
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!
________________________________
From:  "Yudi Setiawan" 
Date: Mon, 29 Jun 2009 08:51:38 +0700
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Fw: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?

Hal ini juga dapat dilihat..... .skarang mana Ada lulusan dari IPB yang
Mau bekerja untuk ngurusin masalah pertanian, perikanan atau perkebunan,
Yang Ada mereka kerja dikantor-kantor yang nggak Ada hubungannya
dengan hal tersebut.... .contohnya perbankan... .gimana mau maju pertanian 
Kita?? 
 
-------Original Message----- --
 
From: komarudin ibnu mikam
Date: 6/27/2009 7:36:23 PM
To: sma1...@yahoogroups .com
Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Memihak Petani?
 
Ini tema yang menarik. Mengapa petani miskin?

kalau dari pandangan saya, Pemerintah gagal menanamkan ke benak khalayak kalau 
menjadi petani itu pekerjaan bergengsi, popular dan gaul gitu lho....

Tanya anak2 sekarang, pekerjaan apa yang paling diidamkan. Pasti jawabannya 
MENJADI ARTIS!

Saya punya teman, aluMni sma 1. Anak seorang petani malah jadi guru dan usaha 
cetakan. Ada juga anak pengusaha tahu yang kuliah di ui, malah kerja ama jepun.


Artinya, selain pendektan peraturan dan legal formal, perlu juga pendekatan 
kultural.

Pun tetap, da;am konteks ini pendekatan strutur emang amat bermasalah.. 
Misalnya kebijakan pemda kabupaten Bekasi, lebih ke industrialisasi. Bukan ke 
pertanian.

mana mungkin petani bisa kaya?


2009/6/27 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com>




Opini Prof. Widjajono Partowidagdo yang lain lagi.... 
Tapi masih sejalan...soal energi... tapi nendang2 hal2 kelakuan aneh orang 
Indonesia...


---------- Forwarded message ----------
From: Widjajono Partowidagdo <>
Date: 2009/6/27
Subject:  Memihak Petani?

Memihak Petani?
Dari jaman dulu juga Petani tidak keluar dari garis kemiskinan karena harga 
pupuk disubsidi (apalagi sebagian pupuk diekspor). Kalau mau mensejahterakan 
Petani berlakukan saja Pajak untuk Lahan Menganggur seperti di Jepang. 
Akibatnya Orang2 Kaya yang mempunyai lahan di Pedesaan mau tidak mau harus 
memberdayakan lahannya. Kalau yang mengusahakan Orang Kaya maka dia mempunyai 
akses ke Modal, Teknologi, Pasar dan informasi lainnya (paling tidak dia bisa 
mengakses internet). Orang Kaya bisa Kontrak Bagi Hasil dengan Petani, sehingga 
Petani tambah Pintar dan Sejahtera. Di Jepang tidak ada lahan menganggur. Kalau 
tidak untuk bangunan dan industri, ya untuk pertanian, taman dan hutan.
 
Kenapa produktivitas pertanian kita rendah?. Kenapa Petani kita miskin?. 
Jawabnya adalah karena yang mengelola lahan kita adalah Petani yang kurang 
berpendidikan dan tidak mempunyai akses ke Modal, Teknologi, Pasar dan 
Informasi lainnya. Di Amerika Petani Kacang, Jimmy Carter, bisa jadi Presiden. 
 
Kenapa kebanyakan Alumni IPB tidak jadi Petani? Mereka banyak yang kerja di 
Bank, jadi Wakil Rakyat, di Pemerintah dan sebagainya. Kenapa kursi di Fakultas 
Pertanian Unpad kabarnya hanya sepertiga terisi?. Kenapa orang Desa lebih suka 
jadi Pembantu, Kuli Bangunan dan Sopir (Baik di Kota Besar di Indonesia maupun 
di Malaysia dan di Negara2 lain) daripada jadi Petani. Jawabnya karena jadi 
Petani untungnya kecil, bahkan sering rugi. Kenapa? Karena harga Produk 
Pertanian rendah. Di Jepang harga beras 500 Yen per kilo (40 ribu). Di Niko, 
jagung godok 500 Yen. Di Jepang harga produk pertanian domestik lebih mahal 
dari produk impor dan Orang Menengah dan Kaya Jepang tetap beli produk 
domestik. Hanya orang miskin dan orang asing yang beli produk impor. Akibatnya 
Petani senang dan Jepang bisa Swa Sembada beras.
 
Harga produk yang rendah selalu merugikan Produsen dan Investor. Sebaiknya 
harga produk dibuat wajar saja. Bukankah $6,5/MMBTU hanya setara $39/barel 
minyak?. Akibatnya kita bisa mengembangkan gas secara optimal, disamping 
mempunyai dana dari Bagian Pemerintah untuk membangun Infrastruktur, 
meningkatkan Kualitas Informasi Migas untuk daerah2 yang ditawarkan, 
meningkatkan Kemampuan Nasinal, membangun Pabrik Petrokimia dan mengembangkan 
Energi Non Migas termasuk Energi Pedesaan. 
 
Dijamin, kalau harga gas $6,5/MMBTU maka CBM akan berkembang dimana mana. Kalau 
dihargai Rp. 5.500/ liter maka biodiesel dan bioetanol bisa masuk pasar 
sehingga diusahakan orang. Kalau tarif listrik 8c/KWH (bukan $6,5c/KWH) maka 
Panasbumi berkembang dimana mana. Untuk orang miskin tarif listrik tetap 
$6c/KWH, dengan syarat hanya 900 watt dan pemakaiannya hemat. Kalau boros maka 
kelebihannya $8c/KWH (Salahnya, sudah miskin boros lagi...). Bukankah listrik 
ada meternya?. Seorang teman di Singapura bilang: " Orang Kaya di Indonesia 
enak. Harga Energi dan Pangan murah. Bayar Pajak bisa Nego. Urusan dengan 
Pemerintah bisa Cincay."
 
Perlu disadari bahwa "Ekonomi Kerakyatan (Kesejahteraan) " tidak bisa jalan 
begitu saja. Perlu dukungan Peraturan2 serta Moral dan Keseriusan Stakeholders 
(Pemerintah, Pengusaha, Akademisi/ Ulama dan Rakyat). Kalau tidak, maka dia 
hanya merupakan "Dagangan" waktu Pemilu dan "Lebih Mensejahterakan" yang dagang 
sesudahnya.  
 
Salam,
Widjajono


-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)


  
 
  
   


      


------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke