Bahkan perang vietnam pun karena adanya emas hitam.

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Wed, 1 Jul 2009 19:25:42 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara  
buat Pertamina


Iyeh bang... sebenernya ane tau bekasi punya ladang minyak itu dari bokap ane...
tahun 1973 bokap ane ikutan nge-bangun jalan infrastruktur untuk ke ladang itu 
dibawah bendera salah satu perusahaan kontraktor yang di kelola angkatan darat 
jaman itu... cuma ga tau kenapa tiba2 proyek itu dihentikan setelah 2 tahun... 
dan disebarkan isu ... ga ada minyaknya... 

kalo diliat kejadiaannya... mungkin kalo yang berhubungan dengan urusan 
Nasional ...
ga bakal nyampe ke Lokalnya... alias orang daerah situ bisanya cuma melongo 
aja... 
atau kadang di boongin... "ga ada apa2 kok cuma proyek biasa"... 
kenapa begitu??? takut orang situ ikut2an dan memerdekaan diri sendiri... 
hehehe... 

contoh irian jaya...
orang asing udah tau dari tahun 1940-an daerah situ gudangnya Emas...
pertanyaan
 tau ga orang lokal
 situ kalo itu gudangnya emas??? jawabannya pasti tidak...
yang tau belanda... makanya dia lari kesitu... setelah indonesia merdeka...
maksudnya mo nguasain tuh pulau... orang asing yang lain tau kalo daerah situ 
banyak emasnya..  gimana caranya supaya mereka dapat emasnya...
maka Indonesia disuruh dan dibiayain untuk nguasain daerah situ... dengan 
alasan ade belande-nye...
indonesia nanya ama tuh orang asing  "gimana entar gua dimata internasional 
???... ntar dibilang penjajah lagi...!!
kate nyeng biayain : "biarin urusan PBB dan lain2 pokoknya gw nyeng ngurusin 
... itu bisa kita atur..., pokoknya elo kerjain kerjaan lo aja...!!!" maka 
disebarkanlah isu... bebaskan irian barat.... 

kalo orang asing itu langsung yang nyerang dan nguasain irian jaya ...costnya 
terlalu tinggi men... rumeh die jauh... dan pada jaman itu secara jarak tidak 
memungkinkan...

jadilah indonesia alat bagi mereka... dan sampai sekarang hanya
 kebagian sedikit
 dari
hasil konfirasi tingkat tinggi (nge-gali emas) tersebut. orang lokal situ.... 
lebih dikit lagi dapetnya... di keruk terus sampe abis... tarik mang.... 
hehehe... 

jadi kalo ngarepin orang daerah situ dikasih tau sebelum proses pendirian suatu 
kilang / kawasan / atau apalah yang berbau nasional kayanya kagak bakal dech... 
mustahal... karena memang telah dibuat skenario yang rapi... siapa aja yang 
boleh tau...
dan orang daerah situ yang protes... itu juga sudah mereka perhitungkan... cara 
nyumplenya... siapa yang mereka bisa pegang...

kalo emang... niat ngatur sendiri daerah (mandiri).. ya musti kaya NAD...

perang di dunia ini atau seperti kerusuhan di iran yang baru2 ini terjadi 
itu... adalah sebuah konfirasi tingkat tinggi dari lawannya...  yang luar 
biasa... ingat iran masih merupakan jalur penyaluran minyak mentah dari laut 
kaspia termurah ke eropa... demikian juga dengan afganistan merupakan jalur 
termurah suplai minyak mentah ke cina dan amerika....

konon kabarnya ... minyak mentah akan habis di
 eksplorasi sekitar tahun 2020-an ... sumber energi kedua adalah gas alam lima 
belas tahun kemudian menyusul habis... energi alternatif masih langka, mahal 
dan susah di produksi...

orang yang mengembangkan air sebagai bahan bakar alternatif, yang gampang dan 
murah sudah mati.... katanya seh di bunuh ama saudagar-saudagar minyak.... 
hihihi...

semua cerita gw ada dibuku dan internet lo cari aja... 
  

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Wed, 7/1/09, komarudin ibnu mikam <[email protected]> wrote:

From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara  
buat Pertamina
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 1, 2009, 10:25 AM











    
            
            


      
      Buat Dicky,

Gue gak nutup mata buat kasus kayak gitu.

Cuman mari kita melihat dengan kacamata yang lebih komprehensif. Lo dan temen 
lo boleh salahin orang kampung situ. Cuman, kalo kita tarik ke belakang kan 
masalahnya jadi kompleks.


Gue bilang, berkali-kali gue bilang, Pemda dan Dunia Usaha mempersiapkan secara 
matang pendirian kawasan industri. Atau, rencana pembangunnan yang lain sperti 
pengeboran migas, pelabuhan, perumahan dll.

Alangkah indahnya kalau 3-5 tahun sebelum daerah itu dibangun, Pemda udah 
tereak ke masyarakat situ. Woooi...orang cikarang. Di sini 3 tahun lagi akan 
berdiri kawasan industri. Maka, siap-siap ya.....di sini bakal dibangun 
perusahaan anu/ Yang dibutuhkan kualifikasinya begini...begini. ..


Sehingga, masyarakat udah niapin anaknya. atau mereka sendiri. 

Lha, ini kan kagak. Semua serba tiba-tiba. Tiba2 ada pabrik. Tiba2 ada kawasan 
industri. Maka terjadilah gegar budaya. Shock !

Wajarlah kemudian terjadi kayak gitu.......


wah, panjang ieeuuuy.....
2009/7/1 Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com>


















    
            
            


      
      Eh..tapi ini juga ada benarnya loh Bang Komar....
Banyak juga kok kasus kayak gitu...temen ane ada yang kerja di salah satu 
pabrik di Cikarang. Pabriknya sampe tutup seminggu gak produksi karena di demo 
orang kampung situ. Orang kampung sono nutup akses jalan, diportal, di bikin 
road block dari tong sama batu...Orang kampung situ nuntut dapet 
kerjaan...setelah di tes manajemen, mereka memang tidak punya skill dan 
kemampuan. Yang parahnya lagi kate temen ane nih...mereka ngotot kerja di sono 
karena ngerasa pabrik tempat temen kerja, berdiri di atas lahan Mbah 
moyangnya!!!


Dan soal CSR, masing2 perusahaan punya ide berbeda-beda. Menurut ane CSR adalah 
bentuk tobat kecil industri karena mendzalimi masyarakat sekitar..hehehe
 
*ane setuju tu kutipan terakhir: karena biasanya kemiskinan material selalu 
bersanding dengan kemiskinan mental-spiritual.*

It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A

Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com

dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. com
answerlieswithin. multiply. com   


From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>

To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Wednesday, July 1, 2009 12:10:25 PM

Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Bls:Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara  
buat Pertamina











    
      
      Thanks Mor,
 
Saya gak percaya kalau yang jawab itu karyawan Pertamina. Saya mikir orang ini 
gak sekolah kali ya....
Mohon maaf saya melihat gak ada ilmunya. Males ah......


 
2009/7/1 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com>










Bang Komar,
 
Di-respond nich....
Tapi memang tajeeem.....
 
Salam,
Morry Infra
+966-533214840


---------- Forwarded message ----------
From: Eko Tjahjo P <>
Date: 2009/6/30
Subject: Bls: Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina















Selama ini yang dipikirken cuman "rebutan kue" aja. Pertamina diporotin 
habis2an untuk bangun jalanlah...inilah. ..itulah. 
Konsep otonomi daerah sebetulnya sudah jelas dengan adanya Perimbangan Keuangan 
Pusat dan Daerah.
Karena rendahnya 'law enforcement Pemda', biasanya otonomi daerah selalu 
diplesetken manjadi "putra daerah". Pekerja Rig harus putra daerah walaupun 
pegang kunci buaya tidak biasa, konsultanpun harus putra daerah walaupun SD pun 
jarang tamat, cadangan minyakpun sepertinya milik putra daerah (bukan milik 
negara seperti UUD pasal 33).  Dikasih sepeda masih protes. Tinggal nerima aja 
protes. Kalau nggak cocok  kan bisa minta lagi yang lain. Untuk pemberdayaan 
ekonomi setempat juga ada konsep "bapak angkat"  atau "kredit bersyarat sangat 
lunak sekali". walaupun konon tidak sedikit yang ngemplang. Kalau menurut saya 
ini bukan semata-mata masalah "pemerataan kue" tapi "state of mind" /sikap 
mental.. Mungkin pemberdayaan material akan lebih berhasil jika diiringi dengan 
pemberdayaan mental spritual agar lebih bisa mensikapi pemberian dengan rasa 
syukur, karena biasanya kemiskinan material selalu bersanding
 dengan kemiskinan mental-spiritual.

 
salam
 
 
etp '85
 
 
 
 
 
 
 
 
 


--- Pada Sen, 29/6/09, Morry Infra <morry.infra@ gmail..com> menulis:


Dari: Morry Infra <morry.infra@ gmail.com>
Topik: Fwd: Suara dari seorang warga Bekasi Utara buat Pertamina


Tanggal: Senin, 29 Juni, 2009, 11:36 PM






---------- Forwarded message ----------
From: komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>


Date: 2009/6/30


Pak Morry, 
 
Saya bukannya anti terhadap pembangunan. Khususnya Pertamina. Saya pahami ini 
dalam konteks kepentingan nasional. Persoalannya, saya melihat tidak ada Grand 
skenario untuk pembangunan di wilayah pengeboran minyak. Blue print untuk 
pembangunan baik daerah maupun SDM-nya. 


 
Sebagai contoh, rencana eksploitasi dan eksplorasi kan sudah ada jauh-jauh 
hari. Betul? Lalu, adakah progam pemerintah dan Pertamina untuk menyiapkan 
SDM-nya. Mengapa sampai sekarang gak ada SMK Perminyakan. AKAdemi perminyakan. 
Atau, apalah.... 


 
Tidak ada program konkrit-integrated- berorientasi masa depan mempersiapkan SDM 
untuk menyongsong perubahan. Lha, sekarang ketika tereak-tereak menuntut hak, 
mereka bilang..."LIhat, apa yang bisa digunakan dalam konteks profesional?"


 
"ini high invest!"
"Ini high technologi.. ..!"
 
Lha, jangan salahin rakyat. Mereka dibentuk. Hanya, sedikit orang nekad yang 
membentuk. 
 
Atau, paling banter mereka bangun jalan. Segini aza udah bikin girang orang 
Bekasi Utara. Pertama, saya cukup salut. Tapi, bukankah kewajiban bikin jalan 
itu pemda?


 
Nah, gini lho....
 
Mau saya tuh, sebelon ngebor Pertamina datang ke rakyat.
"Yat, gue mau ngebor neh di kebon lo....ini untuk kepentingan nasional lho....."
"SIlahkan aza, kalao gue bilang gak boleh ntar gue dianggap subversif..."


"lHA EMANG...lo sapa? Jadi rakyat mah tahu diri...." 
"ya udah....bor sonoh. CUman pikirin 1.Lingkungan 2. orangnya 3. Infrastruktur  
4. Legalitasnya. .."
 
1. Lingkungan. Perhatiin perubahan lahan. Jangan ampe pembangunnan tongkang di 
Belacan nahan air yang dari Bogor. Ahirnya kampung Tanjung Air banjir. Jangan 
salahin warga kalo rame-rame bongkar jembatan. Sanitasi dan irigasi juga 
perhatiin.


 
2. Orangnya. Buat survey dengan dana CSR. Pembangunan yang strategis dan 
integrated. Cari konsultan orang asli situ. BUkan orang Bandung. 
 
3. Infrastruktur. Siapin jalan yang bagus. Lebar. Biar truk yang ngangkut mesin 
berat bisa langsam masuk situ. Termasuk bikin saluran air. Masa bikin jalan 
kagak bikin selokan. Belajar dimana seh?


 
3. Legalitas. Pertamina hendaknya transparan. Berapa seh hasil produksi. 
Repotnya, sekarang kan semua yang dibor itu disalurin pake pipanisasi. Sapa 
yang tahu? Presiden juga kagak tahu kayaknya...Trus, Bagi hasil ke pemkab harus 
lebih besar.


 
 
Waduh, maaf Pak Morry kebanyakan ya.........
maaf kalo gak berkenan
 
 
Komarudin ibnu mikam
Babelan City e 

. 








-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503

karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)

sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)


rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)



 

      


        
        


      
 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)

sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)

rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)



 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke