Yah namenye juga pemerintah... dah tau sendiri dah...
lagi bokek... anggaran defisit... jadi cari jalan buat maksa RIM inves di 
Indonesia biar dapet pajaknya....hehehe... 

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Mon, 7/6/09, Arief Kurniawan <[email protected]> wrote:

From: Arief Kurniawan <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan
To: [email protected]
Date: Monday, July 6, 2009, 7:36 AM











    
            
            


      
      
     Ini jadi diskusi hangat di milis blackberry. Pro dan kontra menyangkut 
sikap pemerintah.

Kalau ane melihat ini sebagai supply and demand, harga BB akan naik seiring 
import dibekukan. Dan menariknya bakalan jadi bumerang buat pemerintah, barang 
BM BB bakal makin merajalele.. ....ujung2nya user yang dirugikan... .

Setali tiga uang

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XLFrom:  Toby Fittivaldy 
Date: Sun, 5 Jul 2009 18:32:40 -0700 (PDT)
To: Kirim Pesan<sma1...@yahoogroups .com>
Subject: [sma1bks] Sertifikat BlackBerry Akan Dibekukan
                           Minggu, 5 Juli 2009 | 19:24 WIB                      
                JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Komunikasi dan Informatika 
(Depkominfo) akan membekukan sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang 
pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merk produk BlackBerry 
rilisan Research in Motion (RIM)."Sertifikat alat perangkat telekomunikasi yang 
pernah diterbitkan oleh Ditjen Postel untuk semua merk produk BlackBerry (RIM) 
akan dibekukan," kata Kepala Pusat Indormasi dan Humas Departemen Kominfo, 
Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Minggu (5/7).Konsekuensinya, pemegang 
sertifikat produk BlackBerry untuk sementara tidak dapat melakukan importasi 
atas produk tersebut. Pembekuan, kata Gatot, akan dilakukan sampai ada komitmen 
dan realisasi/implement asi pemberian garansi dan pendirian layanan purna jual 
produk RIM (BlackBerry) di Indonesia."Tidak ada maksud dari Ditjen Postel untuk 
memaksakan kehendaknya secara sepihak karena kesempatan bagi RIM untuk
 membuka layanan purna jual sudah cukup panjang, namun belum ada juga 
komitmennya, " katanya.Sebelumnya pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan 
RIM untuk membicarakan rencana pembukaan kantor layanan purnajual sebagai upaya 
perlindungan konsumennya di Indonesia. RIM saat itu meminta waktu untuk 
melakukan studi kecocokan demi menentukan bentuk kantor cabang yang dinilai 
paling pas di Indonesia namun sampai saat ini belum ada kepastian 
tersebut."Ditjen Postel dapat saja melakukan penghentian proses sertifikasi 
beberapa bulan yang lalu, namun demikian itu sama sekali tidak dilakukan karena 
tetap memberi kesempatan pada RIM untuk sesegera mungkin merealisasikan 
komitmennya, " katanya. Tetapi, pihaknya memutuskan tidak dapat lagi 
memperpanjang sikap fleksibilitas tersebut karena pertumbuhan BlackBerry sudah 
cukup tajam peningkatannya di Indonesia.  "Ditjen Postel sudah memberi 
toleransi cukup besar kepada RIM," katanya. Upaya tersebut menurut Gatot,
 juga merupakan bentuk perlindungan secara tidak langsung dari Ditjen Postel 
kepada RIM untuk mengantisipasi bila suatu saat terjadi kondisi buruk akibat 
munculnya legal action dari masyarakat akibat buruknya layanan purna 
jual.Terlebih dengan mengacu pada UU Perlindungan Konsumen yang mewajibkan 
pelaku usaha (dalam hal ini perdagangan produk BlackBerry) untuk mematuhinya 
tersebut di antaranya Pasal 4 butir (h) yang menyebutkan, bahwa hak konsumen 
adalah hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, 
apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau 
tidak sebagaimana mestinya."Keputusan dengan jangka waktu tersebut sudah 
dipertimbangkan dengan sangat hati-hati dan juga mempertimbangkan segala aspek 
serta sama sekali tidak didorong oleh suatu kepentingan persaingan industri 
vendor/importir telekomunikasi, " katanya. Ia menekankan, Ditjen Postel, 
Departemen Kominfo, tetap mengedepankan esensi transparansi,
 obyektivitas, dan anti-kolusi. Gatot menegaskan, masyarakat umum berhak 
melakukan monitoring terhadap pelaksanaan keputusan tersebut.  "Keputusan ini 
juga tetap mempertimbangkan iklim investasi dan juga hubungan kerja sama dan 
perdagangan Indonesia dengan Kanada yang sesungguhnya cukup harmonis dan 
konstruktif, " katanya.Oleh karena itu, katanya, jika nantinya RIM 
merealisasikan komitmennya, maka Departemen Kominfo akan mencabut kembali 
keputusan tersebut. Namun demikian, menurut dia, keputusan terhadap masalah 
BlackBerry itu terpaksa diambil karena justru merupakan manifestasi dari 
kepatuhan dan konsistensi pelaksanaan ketentuan yang berlaku. "Kepada warga 
masyarakat yang sudah memiliki dan akan membeli produk BlackBerry diberi 
jaminan, bahwa mereka tetap dapat menggunakan BlackBerry," katanya.Gatot 
menekankan agar masyarakat membeli perangkat tersebut yang telah bersertifikat, 
berlabel, dan bukan produk black market.
http://bisniskeuang an.kompas. com/read/ xml/2009/ 07/05/1924509% 
20/sertifikat. blackberry. akan.dibekukan

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   

                                                   
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke