Ada anekdot waktu ane ikut seminar TDW. Gila itu kesepakatan. Kalau mayoritas di suatu masyarakat banyak yang gila trus yang ngga gila sedikit, maka yang ngga gila itu adalah gila menurut mayoritas yang gila. Sehingga yang sedikit menjadi gila karena ngga gila. (Bingung kan)
Hehehehehe salam dahsyat...... AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL -----Original Message----- From: [email protected] Date: Thu, 9 Jul 2009 09:35:04 To: Smu 1 Bekasi Milis<[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un Setuju. The majority has spoken. Jangan cuma menuduh dengan asumsi sepihak. Kalau ada bukti laporkan kalau tidak ada bukti apa haknya kita menuduh? Berpendapat juga harus berdasrkan bukti yang ada. Terjadi pelanggaran? Memang betul, akan tetapi bagaimanapun juga pemilu sudah dilaksanakan dan kita masih harus menunggu hasil versi KPU. Mari awasi, mari kritisi, mari dukung pemerintah yang ada sekarang dan berikutnya demi kepentingan bangsa. Tegur bila salah, hormati bila benar. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Renata Pramento <[email protected]> Date: Thu, 9 Jul 2009 02:22:56 To: <[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un Maaf... sepertinya saya tidak sependapat (boleh donk di negara demokrasi :)), saya setuju bahwa media elekronik (TV) memang merupakan media propaganda yang paling efektif... tetapi masyarakat Indonesia sekarang sudah cerdas... jangan kita menganggap rakyat Indonesia bodoh... dari debat capres dan cawapres... masyarakat bisa menilai siapa yang akan mereka pilih... Sekarang bukan saatnya terus menerus menyalahkan pemerintah (maaf, saya tidak bermaksud membela pemerintah) kalo pun toh pemerintah kita salah, jangan cuma bisa menyalahkan (menghakimi) tapi kasi donk solusinya, beberapa capres dan cawapres mempermasalahkan DPT tapi tidak memberi solusi atau ikut berperan memperbaiki DPT (sosialisasi), tapi terus menunggu dan menyerang pemerintah untuk membereskan DPT, saya kira itu bukan tindakan yang arif. Kita jangan hanya bisa mengomentari, tapi lakukan donk sesuatu.Kita jangan hanya bisa menyuruh, tapi berbuatlah sesuatu.Kita jangan hanya bisa menyalahkan, tapi koreksi diri sendiri dulu. Siapapun presidennya kalo kita masih punya mental ingin menang sendiri (tidak mau kalah) percayalah tidak akan pernah maju bangsa ini.Mulailah dari hal kecil, menghormati dan mendoakan pemimpin terpilih.Siapapun presidennya, kita wajib mendukung pembangunan bangsa ini, bahu membahu, lupakan perbedaan karena kita satu bangsa Indonesia, malu donk ama malaysia. Salam, Renata --- On Thu, 7/9/09, komarudin ibnu mikam <[email protected]> wrote: From: komarudin ibnu mikam <[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un To: [email protected] Date: Thursday, July 9, 2009, 2:23 PM Ka Toby bener. Keputusan masyarakat banyak ditentukan oleh pengendali media....... ...jadi inget Alvin Toffler dan Sihir fir'aun. Fir'aun menggunakan sihir untuk mempengaruhi rakyat mesir. Orang Indonesia menggunakan televisi untuk menyihir rakya Indonesia. Ah, entahlah.... .. 2009/7/9 <ikaf...@yahoo. com> Juli kali ka tobi, bukan juni. Yah gemana y smua juga bhrp yg lbh baik, tp masyrkt ini tlalu pemaaf dgn dosa2 ms lalu atau tlalu plupa skg beratny hidup. Jadi, gak pernah kapok milih pmimpin yg salah. Abis gmanaaah Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: toby.fittivaldy@ yahoo.com Date: Wed, 8 Jul 2009 22:35:58 -0700 (PDT) To: <sma1...@yahoogroups .com> Subject: Re: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un Kenapa bulan juni ...??? karena bulan ini lah penentuan wajah Indonesia yang sebenarnya.. . !! bukan bulan kemaren... karena yang kemaren hanya merupakan pelengkap... dari wajah sekarang.. kurang lebih seperti kaki dan tangan... jadi wajah kita di dunia internasional ga bakal berubah... perkembangannya ga bakal jauh dari 5 tahun sebelumnya.. . semua penuh kepalsuan... tetap di stir orang asing... !! karena orangnya masih itu.. itu juga... ketika 2004 kita punya kesempatan memilih pemimpin yang punya motto Berani, Jujur dan Cerdas... tapi kita biarkan begitu saja dia tenggelam... kenapa begitu...??? karena kebanyakan dari kita adalah tidak berani (penakut), tidak jujur (culas) serta tidak cerdas (bodoh)... dan diawal perubahan itu... apa yang terjadi dengan kita... kita di azab dengan tsumani yg dasyat di aceh, gempa bumi, letusan gunung dan lumpur lapindo yang ta habis-habisnya sampai sekarang... mungkin hal itu semua sudah anda lupakan... karena anda mengangap tidak ada hubungannya. ... tapi bagi saya tidak... dan tidak akan terlupakan.. . itu merupakan coret-an yang membekas sampai sekarang... mungkin akan menjadi cerita bagi anak cucu... dimana indonesia telah diberikan kesempatan oleh sang maha pencipta ... untuk berubah... namun kita sendirilah yang menyia-nyiakannya. .. di 2009 ternyata kita tidak berubah.... setelah lima tahun ... kita tetap dibodohi... hingga kita tetap jadi penakut... yang berujung pada kepalsuan... dan dua orang yang mengusung perubahan pun kita tanggapi dengan dingin... karena kita tidak mengerti alias bodoh.. kita sudah merasa nyaman dengan kepalsuan yang kita peroleh... kita tidak peduli dengan data yang disajikan oleh pembawa perubahan... walaupun yang mengukap data tersebut orang dari dalam sendiri... yang tadinya pendamping.. . yang kemudian berubah 180 derajat jadi penantang ... kita masih terbelenggu dengan kebodohan kita ... kita terlalu malas untuk menganalisa data yang disajikan... kita nda peduli ini kepalsuan atau bukan... yang penting kenyamanan yang sekarang ada dihadapan kita tidak hilang... bersiap-siap lah.. andaikata memang ini kesempatan yang kedua kepada kita, yang telah kita sia-siakan dari sang maha pencipta... bukan tidak mungkin kejadian tsunami dan dll akan terulang lagi.. dan lebih dasyat lagi... innalillahi wa innalillahi roji'un ... mudah-mudahan saya salah... amiin... 10.15 WIB saya baru saja sampai dirumah orang tua saya... saya lihat hasil quick count sudah ditampilkan di sebuah stasiun TV ... padahal saya belum memilih ... belum berangkat ke TPS... dan batas pemilihan jam 12.00 WIB ... apakah itu adil... ??? saya jawab dalam hati... tidak... ini tidak adil.. walaupun itu hasil dari indonesia timur... itu tidak selayaknya ditampilkan sebelum jam 12.00 WIB ... ini jelas propaganda media ... pembodohan pemilihan oleh media... dan penguasa media lah yang akan mengontrol semua dari prosesi pemilihan ini... siapa yang akan menang... sudah terlihat jelas... lalu siapa sebenarnya penguasa media di dunia ini ???... Yahudi... itulah pemenang sebenarnya.. . pemengang skenario... sekaligus sutradaranya ... tak perlu buka kedubes... tak perlu sebarkan agama mereka... cukup berikan uang... berikan yang indah-indah, kenyamanan dan lain sebagainya.. .. ajak kepada cinta materi (hubbudunnya) ... sebarkan takut mati... maka mereka akan mengontrol semuanya... hanya perlu sebuah boneka ... indonesia secara mayoritas akan dipengaruhinya. .. hingga tidak sedikit orang islam yang bergaya seperti mereka ... naudzubillahimindza lik (aku berlindung kepada Alloh dari hal yang demikian amin) kita masih lemah... dan selemah-nya iman hanya berkata tidak dalam hati... mungkin ini kesalahan yang kedua bagi kita ... kesalahan kedua untuk tidak berubah ... biarlah sang waktu yang menjawab tentang semua ini.... astaghfirullahal adzim...3X Toby Fittivaldy Fis2 '94 --- On Thu, 7/9/09, ikaf...@yahoo. com <ikaf...@yahoo. com> wrote: From: ikaf...@yahoo. com <ikaf...@yahoo. com> Subject: Re: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un To: sma1...@yahoogroups .com Date: Thursday, July 9, 2009, 1:59 AM iya, trus knapa juni, bukan itu bulan lalu kak toby? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: "Arief Kurniawan" Date: Thu, 9 Jul 2009 01:57:14 +0000 To: <sma1...@yahoogroups .com> Subject: Re: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un Kenapa jam 10.15 ya? AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL From: Toby Fittivaldy Date: Wed, 8 Jul 2009 13:07:31 -0700 (PDT) To: sma1...@yahoogroups .com<sma1...@yahoogroups .com> Subject: [sma1bks] innalillahi wa innalilahi roji'un Telah berpulang ke rohmatullah keadilan di indonesia tgl. 8 juni 2009 jam 10.15 wib. Semoga Allah tidak meng-adzab kita dengan bencana yg beruntun. Amiin -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply .com 0818721014-33113503 karya-karya ; Novel Intelijen SOA (luxima) sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
