He..he.e.e.e.e.. Kok bisa yach... dari lapak VCD/DVD bajakan (soal film), pengalaman pribadi di Indonesia (soal film) dan suasana Fakultas Sastra UI (soal peminat Sastra Korea)... di-claim sebagai kejadian di beberapa negara2 sekitar ASEAN.... Ini Korea Wave atau Demam Korea sang penutur nich? he...e.e....e.e.e. No problemo.... boleh dong hiperbolis dikit...he...he..e.ee.
Soal2 Korea yang lain, Mobil2 Korea dah banyak menarik minat orang selain Mobil buatan Negara2 Eropah, US dan Jepang. Dulu orang takut karena spare part dan service-nya kurang..... sekarang orang dah mulai berani... Dan bisa jadi juga karena beberapa perusahaan automobile Korea juga sudah dibeli sebagian sahamnya oleh perusahaan Jepang..... Mungkin jarang yang denger kalau Hyundai Tucson itu sempet juara di Amerika untuk mobil sekelasnya.... CRV lewat.... Begitupun Hyundai Santa Fe juga Mohave.... dah masuk Indonesia belon yach? he....e.e.e. Namun... menurut opini dan penglihatan saya.... Tsunami dari China akan sangat lebih dahsyat kalau cuma dibandingin Korea wave..... China itu memanufacture barang2 apa saja tanpa perlu ijin.... istilah di IT mungkin open source.... dari mulai grade terbaik sampai yang abal2... ada.... tinggal mau bayar berapa. Dan tetap harganya lebih murah dari buatan negara2 lain..... Orang2 China itu ngelihat barang yang sama sekali baru aja.... Selama meraka bisa melihat barang tersebut... lalu melihat cara mengoperasikannya.... Mereka langsung bisa menerka apa dibalik control barang2 itu.... Makanya China dah bisa bikin roket sendiri, senjata sendiri, pesawat ulang alik sendiri... wah banyak dech yang dibuat sendiri.... Amerika dah takut dengan China... karena China dah berani nantang... "Kalau masih mau berkawan dengan Taiwan... China mau ngirim senjata ke Iran..." weleh...weleh.... US keder abis...... China juga pemilik cash terbesar di dunia saat ini.... China juga soon akan jadi pemilik emas terbesar di dunia... saat ini masih dipegang India tuch status... Lagi2 China.... China terus..... Bagi kami yang orang perminyakan, China itu dah banyak bikin barang2 perminyakan.... cuma karena hegemoni Amerika aja... some of us masih meragukan buatan China... pada kenyataannya... it works fine.... economic and efficient with very good quality.... Nah Karena perdagangan bebas Indonesia dengan China dah mau dibuka.... kayaknya memang Tsunami China bakal langsung ngancurin semua kebuntuan2 yang ada.....sekaligus bikin new problem for Indonesia dan Bangsa Indonesia.... Asli... setelah lama dijajah Amerika dan sekutunya secara ekonomi, bentar lagi China yang menjajah Indonesia dalam soal ekonomi..... Film, budaya, dan mungkin prinsip2 hidup kita.....he...he..e.e.e.. bisa jadi tersapu oleh semua produk China... setelah beberapa puluh tahun terakhir kita terlalu American dan European minded.... Ayo dech siap2..... mau jadi apa.... jangan cuma ide terus.... tunjukkan... Kita harus jadi lebih baik... dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari sekarang.... Salam, Morry Infra 2010/2/1 Lusiana M. Hevita <[email protected]> > > > NCB 04 : Korea Wave > > > > Annyeong haseyo! Anda pecinta drama Korea? Belakangan ini film-film > Hollywood bersaing ketat dengan film-film Asia khususnya Jepang dan Korea > (Ini versi lapak-lapak penjual DVD bajakan lho ya…) Di toko-toko > kaset/CD/DVD asli juga kelihatannya begitu sih. Film Hollywood mulai > didisplay bersama film-film Asia. Bahkan baru-baru ini, bintang Korea di > daulat jadi peran utama film Hollywood, Ninja Asassin (Rain – Jung Ji-Hoon). > > > > Buat yang pernah nonton, sekali dua kali mungkin lama-lama jadi hapal > dengan cerita dan konflik yang diangkat pada drama-drama Korea. “hampir > semua drama Korea yang ditonton lupa sih yang mana.. mirip-mirip ceritanya.” > Komentar teman saya. Memang ada beberapa yang mirip konfliknya. Tapi menurut > saya yang menarik dari drama Korea justru bukan di konflik atau ceritanya, > tapi lebih pada visualisasi tiap adegan yang dibuat oleh sang sutradara yang > sangat sehari-hari , akting pemainnya natural(meski kadang juga komik > sekali-tapi masih mendingan daripada drama Jepang) dan pengambilan gambarnya > bagus (plus romantis J) > > > > Meski belum menyamai Jepang, Korea merangkak untuk bisa sejajar dengan > Jepang. Kalau tahun 90an Asia diramaikan dengan pusat-pusat kajian Budaya > Jepang, maka tahun 2000an ini, gelombang Korea sudah terasa di mana-mana > (yang saya liat sendiri baru di sekitar negara2 Asia Tenggara sih..). Mereka > membuat ‘corner’ dengan slogan “Dynamic Korea”. Di kampus UI sendiri mereka > membuatkan ITTC (Information Technology Training Center) dengan dilengkapi > teknologi paling canggih dari Huawei. Lambang “Dynamic Korea” dimunculkan > dengan stiker mungil di furniture-nya (very confidence!). > > > > Tahun 90an lalu, orang lebih memilih belajar bahasa Jepang daripada Korea. > > “(bahasa) Korea nggak enak, mulutnya banyak monyongnya…muka kita jadi > jelek…” komentar mahasiswi Fakultas Sastra UI saat itu. Padahal para native > speaker Korea sudah berdatangan. (emang dasar muka kite kagak cakep, bahasa > lah disalahin…hehehe). > > > > Tapi, roda berputar dan tiga tahun ini jurusan Sastra dan Budaya Korea > sudah buka di UI, dan peminatnya cukup banyak. Para calon mahasiswa yang > nggak keterima tes masuk terpaksa belajar Korea lewat khursus-kursus yang > salah satunya dibuka juga di Kampus Ilmu Budaya UI karena peminatnya mulai > banyak. > > > Tiga dari empat anak guru ngaji saya terkena Korea Wave juga....hehehe. > Bundanya sampe bingung ngeliat anak-anaknya begitu gigih belajar bahasa > Korea dari film dan kaset/CD. "Untungnya mereka sudah fasih mengaji meski > gara-gara belajar Bahasa Korea hafalan surat-surat dari Al-Qur'annya jadi > kendor," keluh Bundanya tidak langsung. Bahkan salah satu dari anaknya sudah > tergabung dalam fans club boyband Korea, SS501, yang namanya Triple S > Indonesia. Saya kaget begitu tahu anak usia SD (adiknya) hafal dengan > nama-nama Jung Min, Kyun Jun, Hyun Joong, Hyung Jun, Young Saeng.... Hhhhh.. > (yg nulis ini juga hapal..hihi :p > > > Sebenarnya tidak hanya bahasa, musik dan film, Korea juga progresif untuk > urusan teknologi, pendidikan, ekonomi dan industri. Dalam beberapa pertemuan > regional (Asia Tenggara), Korea yang nota bene bukan Asia Tenggara, berusaha > ikut terlibat juga (beberapa tahun yang lalu, untuk hal spt ini India-lah > yang paling semangat). Sampai-sampai sebuah panitia pertemuan regional (Asia > Tenggara) harus meninjau ulang keinginan Korea untuk 'bergabung' karena > tau-tau negara ini udah pesan 'kapling' di acara hari H nanti (yeee padahal > belum disetujui, tapi udah pede abis....:p. > > > > Akhirnya, begitulah sepak terjang negara yang dibilang berkembang paling > pesat sejak 3 tahun terakhir dan dijuluki “Morning calm”. Hmm.. kapan ya bisa > berkunjung ke Korea? – melirik Jeng Okta :D > > > > Happy Monday! > > > > > > Have a nice day! > > >
