Muslim Kamboja berasal dari daerah Champa, yang sekarang
merupakan wilayah Vietnam. Kalau menelusuri sejarah, Champa dulunya juga
merupakan wilayah Nusantara. Pulau Jawa memiliki hubungan dekat dengan
Champa karena menurut cerita, Sunan Gunung Jati dari Jawa Barat menikah dengan
Putri asal Champa.
Di Central Market kami bertemu dengan pedagang muslim.
Seorang gadis dengan ayah dan adik laki-lakinya. Ia yang memulai, menyapa kami
dengan salam. Kami kaget sekaligus senang ketemu sesama muslim di negara yang
agama Islam merupakan minoritas. Kami ngobrol sebentar, dari dia kami tahu
kalau di pasar ini masih ada beberapa pedagang muslim Kamboja yang berasal dari
wilayah Champa.
Setelah puas ngider di Central Market, Sam membawa Tuk-tuk keliling kota Siem
Reap. Perjalanan diakhiri dengan mampir di mini market
membeli perbekalan untuk besok ke Angkor Wat. Apalagi kalau bukan belanja air
minum kemasan. Satu botol ukuran 2 liter paling murah seharga 0,5 dolar. Air
minum adalah kebutuhan vital untuk menjelajah Angkor agar terhindar dari
dehidrasi mengingat udara Kamboja yang panas. Turis wara-wiri sambil nenteng
botol air minum ukuran 2 liter adalah pemandangan yang khas di Siem Reap.
Meski kelelahan dan belum tidur sejak dari Malaysia,
malamnya kami masih sanggup mengunjungi Angkor Night Market. Karena jaraknya
yang tidak
begitu jauh dari penginapan, jalan kaki saja ke sana. Ternyata suasana Siem
Reap di waktu malam lebih ramai daripada siang. Kemungkinan karena siang
biasanya turis pergi ke Angkor. Baru malamnya mereka menghabiskan waktu
berbelanja di Night Market atau sekedar nongkrong di kafe atau tempat makan di
pinggir jalan di sekitarnya. Seperti daerah-daerah wisata lain, Siem Reap
dipenuhi oleh restoran, kafe, tempat makan kaki lima dan toko-toko penjual
cindera mata.
Buat yang hobi belanja cindera mata dan berbagai perhiasan
perak dan sutera, Angkor Night Market inilah tempatnya. Penataannya yang
menarik, dengan cahaya dari bohlam lampu kuning, membuat perak dan sutera yang
dijajakan memancarkan nuansa tradisional yang eksotis. Betapa Asia Tenggara ini
(Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, dll) kaya akan seni dan budaya yang
berlimpah, gimana para wisatawan belahan dunia lain (dan juga penjajah di masa
lalu) tidak termehek-mehek …. :D
Diam-diam, Ari menemukan kios yang dicarinya, lalu
mengenalkan kami pada Sothea. Tahun lalu teman saya ini sudah pernah ke Angkor
dan berkenalan dengan Sothea, perempuan Kamboja yang sangat ramah dengan para
pembeli (karena bahasa Inggrisnya fasih). Katanya, Sothea itu dalam bahasa
Kamboja artinya sweet flower… hmm nama
yang bagus ya…
To be continue