Waktu kecil sering banget dinasehatin untuk selalu berdoa kepada Allah dalam 
segala hal. Makanya kita jadi rajin menghapal doa-doa (begitu sekarang udah 
banyak yang lupa :) Apalagi waktu kecil masih nggak berdaya kalau menginginkan 
sesuatu yang kadang keingiannya aneh-aneh dan nyaris nggak mungkin kayak…pengen 
terbang ke langit dll.
Dulu, kalau marahan sama temen aja suka berdoa moga-moga tu temen baek lagi 
sama kita. Atau kalau lagi pengin maenan, berdoa moga-moga Papa mau ngebeliin. 
Bahkan waktu tinggal dilingkungan baru dan nggak punya temen, berdoa minta 
temen ke Allah dan….ajaib, tau-tau ada dua anak perempuan dateng dan ngajakin 
main… Sejak itu jadi makin sering minta, dan makin macem-macem meski nggak 
semua hal langsung terkabul….hehehe

Begitu besar, dan merasa lebih punya sesuatu dibanding waktu kita kecil dulu, 
seolah-olah apa yang kita pengenin bisa kita wujudkan. Contohnya aja, begitu 
udah kerja dan punya duit, pengen beli apa aja bisa… (maksudnya apa aja tuh ya 
yang emang terjangkau). Udah ga perlu doa moga-moga dibeliin Papa. Begitu makin 
dewasa, dan ngerasa punya kemampuan yang nambah lagi, seolah-olah apa yang kita 
pengenin dah di tangan dan gampang ngewujudinnya.

Doa akhirnya kita pakai ‘cuma’ buat minta yang gede-gede aja. Yang rasa-rasanya 
masih jauh dari jangkauan kita, alias pada saat ini kita masih belum bisa 
ngewujudin. Misalnya, doa supaya bisa naik haji, doa pengen punya pesawat jet 
pribadi biar kalo mau kemana-mana tinggal….wuuzzzz…hehehe.

Akhirnya kita jadi lupa, bahwa sebenarnya, apapun yang kita peroleh semuanya 
nggak lepas dari pemberian Allah. Ga lepas dari kehendak-Nya. Kalaupun kita 
punya uang sendiri, tetep aja rizki itu kan dari Allah juga. Tapi kenapa kita 
jadi nggak memaknai setiap keinginan ‘sepele’ adalah juga merupakan 
pemberian-Nya ya? Padahal kalau membaca sejarah para Sahabat Nabi, konon di 
masa itu, saking yakinnya para Sahabat dengan keimanan yang mereka miliki dan 
bahwa segala sesuatunya merupakan Rizki dan Pemberian-Nya…mereka tetap berdoa 
dan meminta kepada Allah.
“Jangankan meminta agar hutang-hutang kita terbayarkan, garam pun aku meminta 
kepada Allah….” Begitu nasehat sesama mereka saat melihat temannya dalam 
keadaan sempit terjepit hutang dan temannya itu tidak berdoa meminta kepada 
Allah.

Ya, bukankah setiap doa dan permohonan kita pasti akan dikabulkannya?
Bahkan saat mulut kita belum mengucapkan doa, baru dalam hati saya…Allah sudah 
mengetahui dan mewujudkan keinginan itu.
“Eh, pengen makan Nanas deh…”
Tau-tau ada yang ngirimin Nanas.
“Pengen dapat duduk nyaman di kereta AC deh sore ini…” lha kok nggak lama 
kereta itu nongol… dan banyak hal-hal kecil dan sepele yang kita inginkan, 
tiba-tiba saja terjadi.

“Bahkan kalaupun sesuatu itu ditakdirkan untukku, aku lebih menyukai kalau 
sebelumnya aku telah meminta/berdoa kepada Allah….” 

Hmmm….jadi pengen doa banyaaaaaaaaaaaaaaak deh…;-)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke