Ooopps... Jangan langsung tuding negatif gitu... Ngapain juga ngalih2-in issue... no point...
Saya cuma bilang... Kalau di Pakistan... Ahmadiyah itu kayak PKI di Indonesia... alias terlarang.... Memang ini SARA... So?? Salam, Morry Infra 2011/2/9 <[email protected]> > > > Jiah jd PKI dibawa2..PKI itu partai yg tepat pada saat itu, klo > penerapannya tepat dan bukan faktor persaingan politik pada saat itu, PKI > itu tidak salah..dan kita juga sempet di'doktrin dg film 30/s/Pki disetiap > tahunnya..jd kita makin salah aja liat itu partai.. > Soal ahmadiyah..biarin aja, > TUHAN blm kasih tanda2 klo DIA menolak agama itu kan ? Jd Jgn kita yg > menolak2 lah.. > > Peace !!! > > Awas isu SARA jd pengalihan isu2 pemerintah yg sedang BEJAT ini.. > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: *Morry Infra <[email protected]> > *Sender: *[email protected] > *Date: *Wed, 9 Feb 2011 13:00:34 +0300 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: *[email protected] > *Subject: *Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, JIL - Cikeusik Twitter > > > > Dick, > Kata siapa di Pakistan mereka diburu dan dibunuh? > > Kata kawan orang Pakistan, > Di Pakistan itu Ahmadiyah bukan Islam... dan terlarang... > > Mungkin kalau di Indonesia jadi mirip dengan PKI.... > > > 2011/2/9 Dicky Kurniawan <[email protected]> > >> >> >> Di Pakistan sudah..dan tetap diburu dan dibunuh.. So? >> >> it's only a transition >> >> Dicky Kurniawan >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: *[email protected] >> *Sender: *[email protected] >> *Date: *Wed, 9 Feb 2011 09:53:50 +0000 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: *[email protected] >> *Subject: *Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, JIL - Cikeusik Twitter >> >> >> >> >> Solusinya sederhana : Ahmadiyah jadikan agama sendiri.... >> >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >> Teruuusss...! >> ------------------------------ >> *From: *Morry Infra <[email protected]> >> *Sender: *[email protected] >> *Date: *Wed, 9 Feb 2011 12:04:51 +0300 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: *[email protected] >> *Subject: *Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, JIL - Cikeusik Twitter >> >> >> >> Selalunya kamu ragu.... udah jelas.... >> Mungkin anggota milist ini udah pada tahu kenapa kamu ragu... >> Bukan soal track record FPI-nya.... tetapi kamunya.... he.e..e.ee. >> >> Salam, >> Morry Infra >> >> 2011/2/9 Beto FLP <[email protected]> >> >>> >>> >>> Kenapa saya ragu ya? considering FPI's track record and their dispute >>> with Ahmadiyah where for several time there was a physical contact between >>> them and FPI always "Win" of course :D >>> >>> ------------------------------ >>> *From:* Arief Kurniawan <[email protected]> >>> *To:* [email protected] >>> *Sent:* Wed, February 9, 2011 3:45:08 PM >>> >>> *Subject:* Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter >>> >>> Woiiii, Lagi nyetir ngga boleh BB an bahaya. >>> >>> 1. Bisa ditangkep pulisi >>> 2. Bisa kecelakaan kayak filmnya Will Smith >>> 3. Bisa bikin jari2 kaku >>> >>> >>> Peace juga ;p >>> >>> >>> AriefK >>> >>> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone >>> >>> -----Original Message----- >>> From: [email protected] >>> Sender: [email protected] >>> Date: Wed, 9 Feb 2011 08:28:28 >>> To: <[email protected]> >>> Reply-To: [email protected] >>> Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter >>> >>> Karl marx tepat..dia melarang ketika Agama menjadi Dogma,itu alasannya >>> kenapa beragama tidak boleh berlebihan, berTUHAN dan BerAgamalah yg cukup, >>> karena Tuhan punya tidak suka yg berlebihan..ini alasan kenapa tragedi >>> pandegelang,temanggung akhir2 ini terjadi, smua karena 'berlebihan dan >>> Dogma..smua Agama menjanjikan Surga, kita harus lebih cerdas melihat masalah >>> apalagi ada unsur SARA, itu sangat sensitif di Repoblik ini.. >>> Untuk itu 'be smart' guys ! >>> >>> Klo ada JIL , saya JIN jama'ah Islam NeoLIB..hahaha >>> >>> -Peace- >>> Penulis sedang kena macet didaerah mampang, jaksel >>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >>> Teruuusss...! >>> >>> -----Original Message----- >>> From: "Arief Kurniawan" <[email protected]> >>> Sender: [email protected] >>> Date: Wed, 9 Feb 2011 07:11:21 >>> To: <[email protected]>; <[email protected]> >>> Reply-To: [email protected] >>> Subject: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter >>> >>> Sumber : >>> >>> >>> http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/07/ahmadiyah-fpi-jil-cikeusik-twitter/ >>> >>> Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter >>> Oleh: Aajap | 07 February 2011 | 23:01 WIB >>> >>> Kawan, izinkan saya bercerita tenang sesuatu yang sebenarnya biasa-biasa >>> saja dan mungkin tidak begitu penting. Entah, saya hanya ingin >>> menceritakannya. Begini, dari dzuhur tadi timeline di twitter begitu ramai >>> dengan tweet-tweetber-hastag #ahmadiyah, #fpi, dan #jil. Beritanya memang >>> simpang siur. Tempo merilis bahwa jama’ah ahmadiyah dari luar daerah >>> mendatangi rumah Parman, salah satu pimpinan jama’ah ahmadiyah yang rumahnya >>> berada di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik. Jama’ah yang bukan merupakan >>> warga setempat itu datang dengan menggunakan dua buah kendaraan beroda empat >>> dan membawa berbagai senjata tajam. >>> >>> Warga desa umbulan merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, maka mereka >>> meminta jama’ah ahmadiyah untuk membubarkan diri. Namun jama’ah menolak, >>> bahkan menantang. Salah satu tantangan mereka adalah, “jama’ah akan bertahan >>> sampai titik darah penghabisan”. Mereka juga bilang, “lebih baik mati dari >>> pada harus membubarkan diri”. Tantangan ini tentunya memancing warga yang >>> awalnya masih mau kompromi, meski merasa tak nyaman. >>> >>> Akhirnya warga secara massal mendatangi jama’ah. Namun ternyata jama’ah >>> sudah siap menghadang dengan berbagai senjata tajam. Awal dari perkelahian >>> ini adalah ketika Sarta, salah satu warga desa umbulan dibacok hingga lengan >>> kanannya hampir putus. Lalu bentrokan pun tak terhindari lagi hingga memakan >>> korban jiwa. >>> >>> Selain versi Tempo, ada juga versi timeline orang-orang yang >>> disebut-sebut sebagai penganut Jaringan Islam Liberal yang biasa disingkat >>> JIL, seperti @syukronamin, @GunturRomli, dan @ulil. Mereka seolah >>> mempropaganda bahwa yang melakukan penyerangan adalah Front Pembela Islam >>> atau yang juga dikenal dengan singkatan FPI. Padahal menurut Mubarik Ahmad >>> (@mubarik63) yangnotabene-nya Humas PB Ahmadiyah, FPI itu tidak ada di >>> daerah Banten, baik itu di Serang, Cilegon, Cikeusik, dan sekitarnya. >>> Tentunya argumen bahwa penyerang ahmadiyah itu FPI semakin terbantahkan, >>> bahkan keluar dari tweet seorang humas ahmadiyah sendiri. >>> >>> Ya, apapun alasannya dan siapapun pelakunya, setiap tindak kejahatan >>> termasuk pembunuhan, pemitnahan, pengancaman tentu harus ditindak tegas. >>> Saya mendukung agar setiap pelaku kejahatan khususnya dalam kasus ini >>> diadili dengan fair dan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Apakah itu FPI, >>> warga Cikeusik, jama’ah ahmadiyah yang selalu didukung jil itu, atau mungkin >>> JIL dan siapapun itu. Siapapun dia harus dihukum bila terbukti bersalah. >>> Semoga hukum dapat dijunjung tinggi dan keadilan dapat tegak di negeri ini. >>> >>> Di sela-sela hiruk-pikuk timeline twitter tersebut, adzan ashar >>> terdengar. Saya pun mengingatkan khalayak tweeps untuk menunaikan shalat >>> ashar. Begini bunyitweet saya : “eh, Ashar! ayo sholat :) cc: @syukronamin >>> @sukroanonim @ssirah @ulil @gunturromli | Menurut kalian shalat masih wajib, >>> kan? ;))“. Memang agak nyeleneh. Maksud saya hanyalah untuk mengingatkan, >>> karena aliran timeline yang begitu deras sangat berpeluang untuk melenakan >>> dan membuat kita lupa waktu. >>> >>> Namun apa yang terjadi? @GunturRomli malah membalas tweet-ku dengan nada >>> yang saya tak mau menginterpretasikannya. Saya khawatir penafsiran saya >>> nantinya malah menjebak saya dalam statement yang blunder. Begini jawaban >>> @GunturRomli tersebut : “Ngajak sholat stlah buruh orang?”. Sepertinya ia >>> mengetik dengan begitu cepatnya hingga ada kesalahan. Kalau boleh menebak, >>> mungkin teks yang ingin Ia ketik adalah seperti ini : “Ngajak sholat setelah >>> bunuh orang?”. >>> >>> Saya tentu tersentak. Dan karena tak tega menafsirkan balasan tersebut, >>> saya (@aajap) hanya bertanya pada @GunturRomli, dengan teks seperti ini >>> : “Maaf. Saya yang mengajak shalat. Maksudnya yang mengajak shalat setelah >>> membunuh, apa?RT @GunturRomli: Ngaja… (cont) http://deck.ly/~efI8X” >>> >>> Lama saya menunggu, balasan belum juga tiba. Akhirya sekitar satu jam >>> lebih setelah pertanyaan tersebut saya ajukan pada @GunturRomli, saya >>> pancing dengan pertanyaan yang harapannya dapat membuat ia segera membalas. >>> Seperti ini, pancingan saya : “@gunturromli koq ga mau jawab? Siapa yang >>> ngajak shalat setelah bunuh orang? Atau ga bisa tanggung jawab ma tweet >>> sendiri ya? ;))“. Tweet seperti ini seharusnya membuat ia malu dan merasa >>> harus membuktikan bahwa ia tak asal ucap dan bisa >>> mempertanggung-jawabkan tweet-nya. Namun ternyata tidak. Semoga ini bukan >>> berarti ia tak tahu malu. :D >>> >>> Akhirnya saya tutup perbincangan tersebut dengan sebuah pertanyaan >>> retoris :“@gunturromli masih ga mau jawab, siapa yang ngajak shalat setelah >>> bunuh orang? Bisa tanggung jawab ma isi tweet sendiri ga sih, dia itu? ;))“. >>> Yang tentunya tidak juga ia gubris. >>> >>> Beberapa saat setelah itu, saya coba untuk membuka page-nya @GunturRomli. >>> Ternyata akun saya (@aajap) sudah diblokir oleh beliau. Hmmm… Ternyata >>> seperti ini mental orang-orang yang katanya #jil itu. Suka mencela >>> pemblokiran, padahal mereka juga doyan nge-block. Suka mengolok-olok ulama >>> dengan dalih mengkritik, tapi ketika ditanya tentang statement-nya sendiri, >>> seperti itu sikapnya. Hal serupa juga dilakukan @ulil ketika saya >>> memprotes statement @ulil yang mengatakan bahwa kitab tradisi Islam itu >>> porno. Semoga hal yang dilakukan @GunturRomli dan @ulil tersebut bukan >>> dikarenakan pengaruh buruknya masa kecil mereka. >>> >>> Pelajaran yang paling berharga dari kejadian ini adalah, berpikirlah >>> sebelum men-tweet, pastikan apa yang kau tweet dapat kau >>> pertanggung-jawabkan. Jangan asal bunyi alias asbun seperti pekicau-pekicau >>> di sekitar kita yang tak perlu saya sebutkan lagi identitasnya. Yang pasti >>> saya bersyukur karena saya bukan bagian dari FPI, dan jauh lebih bersyukur >>> lagi karena saya juga bukan bagian dari JIL ataupun Ahmadiyah. >>> >>> Sekian, Wallahu’alam. >>> AriefK >>> >>> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone >>> >>> ------------------------------------ >>> >>> -------------------------------------------------- >>> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk >>> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. >>> >>> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, >>> kirim email ke [email protected] >>> >>> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke >>> [email protected]! Groups Links >>> >>> >>> >>> >>> >>> ------------------------------------ >>> >>> -------------------------------------------------- >>> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk >>> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. >>> >>> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, >>> kirim email ke [email protected] >>> >>> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke >>> [email protected]! Groups Links >>> >>> >>> >>> >>> >>> ------------------------------------ >>> >>> -------------------------------------------------- >>> Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk >>> menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. >>> >>> Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, >>> kirim email ke [email protected] >>> >>> Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke >>> [email protected]! Groups Links >>> >>> >>> >>> >>> ------------------------------ >>> Looking for earth-friendly autos? >>> Browse Top Cars by "Green >>> Rating"<http://autos.yahoo.com/green_center/;_ylc=X3oDMTE4MGw4Z2hlBF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDZ3JlZW5jZW50ZXI->at >>> Yahoo! Autos' Green Center. >>> >>> >> > >
