efek dari kebijaksanaan KB super ketat di RRC. hanya boleh 1 anak! kecuali utk etnis minoritas (non Han), hanya boleh 2 anak. Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.multiply.com/journal
-=-=-=-=- http://news.detik.com/read/2012/06/12/113648/1938881/1148/hamil-5-bulan-wanita-china-harus-aborsi-jika-tak-bayar-rp-222-juta?nd992203605 Hamil 5 Bulan, Wanita China Harus Aborsi Jika Tak Bayar Rp 222 Juta Novi Christiastuti Adiputri - detikNews Selasa, 12/06/2012 11:36 WIB Beijing, Kebijakan 'satu anak' yang diterapkan oleh pemerintah China mendapat kritikan dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Sebabnya, demi mewujudkan kebijakan tersebut, seorang wanita China dipaksa untuk menggugurkan kandungannya yang sudah berusia 5 bulan. AS mendapat laporan dari para aktivis mengenai kasus memprihatinkan yang menimpa seorang wanita China bernama Cao Ruyi. Wanita itu akan terpaksa menggugurkan kandungannya, jika dia tidak mampu membayar denda kepada otoritas Provinsi Hunan, wilayah tempat tinggalnya. Dia diberikan waktu untuk membayar denda tersebut hingga Sabtu (16/6) mendatang. "Dengan terang-terangan AS menentang keras semua aspek kebijakan pemaksaan pembatasan kelahiran China, termasuk pemaksaan aborsi dan sterilisasi, dan kami selalu membahas isu ini dengan pemerintah China," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland, seperti dilansir oleh news.com.au, Selasa (12/6/2012). Sebuah organisasi advokasi bernama All Girls Allowed, yang dipimpin oleh aktivis Chai Ling, mengungkapkan bahwa Cao dan suaminya diminta untuk membayar denda sebesar 150 ribu yuan atau Rp 222 juta, sebagai biaya beban sosial jika mereka tetap melahirkan anak tersebut. Chai Ling yang tinggal dalam pengasingan di AS ini, mengaku dirinya telah berbicara langsung kepada Cao dan suaminya. Untuk saat ini, Cao dilepaskan oleh petugas keluarga berencana di Hunan setelah membayar deposit sebesar 10 ribu yuan atau sekitar Rp 14,8 juta. Namun Cao tetap harus membayar keseluruhan denda atau dia akan terpaksa menggugurkan kandungannya. Seandainya Cao akhirnya memilih untuk menggugurkan janinnya, maka uang deposit tersebut akan dikembalikan kepadanya. Sejak tahun 1980, pemerintah China telah memberlakukan kebijakan pembatasan anak, yakni dengan melarang setiap pasangan untuk memiliki anak lebih dari satu. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengendalikan populasi penduduk China yang semakin lama semakin bertambah. (nvc/ita) http://www.tempo.co/read/news/2012/06/14/118410478/Foto-foto-Aborsi-Paksa-di-Cina-Guncang-Jagat-Maya KAMIS, 14 JUNI 2012 | 08:52 WIB Foto-foto Aborsi Paksa di Cina Guncang Jagat Maya TEMPO.CO, Beijing - Sebuah foto yang menunjukkan bayi yang ibunya terpaksa melakukan aborsi telah mengejutkan pengguna Internet Cina. Feng Jiamei dari Zhenping di Provinsi Shaanxi diduga menjalani prosedur aborsi atas paksaan pejabat lokal. Saat aborsi dilakukan, usia kehamilannya telah mencapai tujuh bulan. Feng dipaksa aborsi saat dia tidak bisa membayar denda untuk memiliki anak kedua. Uang denda terlalu besar untuk keluarga Feng yang ekonominya pas-pasan. Kelompok HAM mengatakan kebijakan satu anak Cina telah memaksa banyak perempuan melakukan aborsi. Namun, Beijing menyangkalnya. Kini, otoritas keluarga berencana lokal dan nasional Cina tengah menginvestigasi kejadian ini, kata koran Global Times. "Cerita Feng Jianmei menunjukkan bagaimana kebijakan satu anak terus menjadi momok bagi para istri di Cina setiap hari," kata Chai Ling, aktivis All Girls Allowed yang berbasis di AS. Kelompok ini mengatakan mereka telah menemui Feng dan suaminya, Deng Jiyuan, setelah kejadian. Deng mengatakan istrinya secara paksa dibawa ke rumah sakit dan ditahan di sana sebelum prosedur aborsi dilakukan. Pejabat lokal yang tidak disebutkan namanya di Kabupaten Zhenping seperti dikutip dalam laporan media lokal menyangkal memaksa Feng untuk aborsi. "Apa yang mereka katakan adalah seperti apa yang setan Jepang dan Nazi lakukan. Tapi itu dihadapi di lapangan dan itu tidak berarti satu-satunya kasus .... Mereka [para pejabat] harus dieksekusi," kata seorang pembaca di situs berita netease.com. Aktivis Chen Guangcheng, yang dipenjara dalam bawah tahanan rumah, sebelumnya aktif berkampanye menentang aborsi paksa. Ia telah meninggalkan Cina bulan lalu. TRIP B | BBC
