Sebagai salah satu pengguna KA dan KRL CL, saya menilai, perbaikan di perkerataapian Indonesia memang belum sempurna dan secara bertahap terus diperbaiki. Meski sekarang KA tidak berhenti di St. Bekasi karena harus berangkat dari St. Gambir/St Senen, tiket untuk KA jarak jauh sebenarnya bisa dipakai untuk naik KRL CL. Menurut saya, daripada terjebak kemacetan Jakarta lebh baik naik KRL CL menuju St. Gambir/St. Senen.
Mungkin kalau ada yag kurang sreg dengan pelayanan perkeratapian mungkin bisa disampaikan melalui twitter @CurhatKRL, @KAI121, @CommuterLine, @KRL_Jabotabek Semoga bisa didengar oleh yang bekepentingan untuk perbaikan pelayanan ke depan. Terima kasih. Giri Wahyu Alam Pusat Teknologi Material - Deputi TIEM Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Gedung BPPT 2 Lantai 22 Jl. M.H. Thamrin No. 8 - Jakarta 10340 Telp.: 021 - 3169857/68 Facs.: 021 - 3169873 ________________________________ From: Arief Kurniawan <[email protected]> To: Milis SMA 1 Bekasi <[email protected]> Sent: Friday, August 31, 2012 5:57 PM Subject: Re: [sma1bks] FW: Jonan, Mengubah Indonesia Lewat Kereta Api Ada beberapa kritik untuk Kereta Api 1. Sebelumnya untuk KA jarak jauh ke jawa tengah dan jawa timur, bisa naik dari stasiun bekasi dan jatinegara. Namun saat ini terpusat di Gambir dan St. Senen. - dari bekasi harus jauh2 ke stasiun senin, macet jkt membuat jarak tempuh makin lama. Wasting time. - dulu ada kereta KRL lsg ke senen dari bekasi, sekarang harus transit dulu di jatinegara - pengalaman waktu nganter mudik asisten kemaren ke stasiun senin, walah, semrawutnya bukan main, jam 06:00 sudah ngga bisa masuk stasiun, akhirnya parkir diluar. Kemudian mau masuk ke stasiun crowded abis, saya ngga ngelihat bukti nyata yg dibilang stasiun senen rapi, malah tambah semrawut. Dengan di tiadakannya stasiun bekasi dan jatinegara dari stasiun keberangkatan, seluruh penumpang yg biasa naik dari bekasi dan jatinegara tumplek blek di stasiun senen 2. Untuk kereta KRL lebih parah, sudah berapa stasiun yg kena lemparan batu oleh penumpang yg naik diatas. Justru itu yg bahaya. Yang pasti ada sisi positif dari kepemimpinan beliau, namun saya tidak melihat sesuai tulisan terutama pada stasiun senen (pengalaman pribad) AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone ________________________________ From: Morry Infra <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 31 Aug 2012 16:03:56 +0700 To: Ahlan Riyadh<[email protected]>; Serba_KL Serba_KL<[email protected]>; <[email protected]>; ex-cii<[email protected]>; ARII Drlg Milist<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [sma1bks] FW: Jonan, Mengubah Indonesia Lewat Kereta Api Kereeen..... http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/08/31/15443791/Jonan.Mengubah.Indonesia.Lewat.Kereta.Api Jonan, Mengubah Indonesia Lewat Kereta Api Jumat, 31 Agustus 2012 | 15:44 WIB OLEH HARYO DAMARDONO & ANDREAS MARYOTO Kalau gaji pekerja bagus, kinerjanya juga bagus -- Ignasius Jonan Tiga tahun lalu kereta api dan stasiun identik dengan kekumuhan dan kesemrawutan. Kini, datanglah ke stasiun, Anda akan melihat perubahan. Kebersihan, kerja keras, dan disiplin bisa terlihat di tempat itu. Jutaan penumpang kereta api menjadi saksi. Di tangan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan, perubahan itu dimulai. Ketika diamanahi memimpin BUMN transportasi ini, ia sempat berujar kepada Sofjan Djalil, mantan Menteri BUMN, apakah dengan latar belakangnya di bidang akuntansi ia tepat mengabdi di dunia transportasi? Namun, begitu dilantik pada 25 Februari 2009, tiga bulan pertama dilalui Jonan dengan mempelajari PT KAI dan perkeretaapian. Ia memperkenalkan sistem meritokrasi. ”Tak ada lagi urut kacang atau persaingan antarkelompok untuk meraih posisi,” ujar Jonan. Bekerja profesional menjadi keseharian pegawai PT KAI. Kemudian, kompensasi pegawai dinaikkan secara bertahap. Dalam tiga tahun terakhir, ada beberapa jabatan yang penghasilannya dinaikkan berlipat. ”Begitu saya tahu gajinya tak wajar, ya, harus disesuaikan, entah bagaimana caranya. Tidak mungkin pekerja yang melayani publik mendapat gaji kecil,” ujarnya. Bagaimana perusahaan yang merugi Rp 83,4 miliar pada 2008 itu punya dana untuk menaikkan gaji? ”Saya sampaikan kepada pegawai, ayo kita cari dana bersama-sama,” ujarnya. Walau komponen gaji pegawai naik, PT KAI tetap mencetak laba bersih Rp 153,8 miliar pada 2009. Dua tahun terakhir, laba bersih KAI pun lebih dari Rp 200 miliar. Bagaimana itu mungkin? ”Kalau gaji pekerja bagus, kinerjanya juga bagus,” ujarnya. Ia menganalogikan dengan seekor sapi yang melintas di depan orang lapar. ”Mungkin hanya butuh 1 kilogram daging, tetapi karena tak mungkin memotong secuil daging, ya, dibunuh sapinya. Sebuah perusahaan juga bisa seperti sapi itu,” kata Jonan. Tentang pegawai Begitu memimpin KAI, ia tak langsung memangkas pegawai. ”Jumlah pegawai itu tak pernah berlebih, mungkin yang kurang pekerjaannya,” ujarnya. Keadilan coba ditegakkan, semisal gaji komandan di lapangan harus lebih tinggi daripada komandan di kantor. ”Tak boleh ada toleransi dan harus konsisten saat kita memutuskan kebijakan di perusahaan layanan umum,” ujar Jonan. Tak sekadar bicara, dia pun memberi contoh. Saat mendapati penumpang tak mampu yang hendak naik kereta tanpa membeli tiket, dia merogoh kantong. ”Saya bayari sendiri,” ceritanya. Rasa kasihan adalah urusan personal, sementara KAI adalah perusahaan negara yang harus dikelola profesional. ”Kalau ada pegawai lain merasa kasihan, ya, bayari saja dari kantong mereka sendiri. Ini bukan perusahaan milik mereka, tetapi milik negara. Sistem harus ditegakkan.” Cenderung bicara keras dan apa adanya, itulah Jonan. Masyarakat bisa merasakan saat ia menerapkan sistem boarding dan kebijakan satu nama-satu tiket. Ia tak goyah ketika ada pihak yang mengkritik. Penumpang kereta jarak jauh dan sedang juga harus duduk. Sementara untuk meminimalkan calo, nama di tiket harus sesuai dengan kartu identitas. Kebijakan ini bikin heboh. Penumpang terkaget-kaget. Banyak penumpang, bahkan pegawai KAI, dan orang penting yang angkat suara. Meski justru terkesan menyepelekan penumpang dengan mengatakan, mungkinkah penumpang kereta diatur seperti itu? Bagaimanapun, hasilnya penumpang nyaman. Siapa pun yang keberatan dengan sistem itu boleh melongok Stasiun Pasar Senen yang kini nyaman. Sistem boarding tak sekadar membuat stasiun lebih bersih, juga mengamankan pendapatan KAI. Namun, yang terpenting, mampu mengedukasi masyarakat. Awalnya pegawai KAI mengeluhkan sulitnya mengajari penumpang antre. Namun, lambat laun, penumpang sendiri yang mengakui antre membuat mereka lebih nyaman. Apabila dulu pegawai PT KAI harus mengancam menurunkan penumpang yang merokok, pasca-diterapkannya larangan merokok pada Maret 2012, sesama penumpang mengingatkan penumpang lain yang merokok di atas kereta. Komisi Nasional Pengendalian Tembakau pun menghargai komitmen KAI dalam melarang aktivitas merokok di atas kereta dan lingkungan stasiun. Inovasi juga diluncurkan PT KAI awal Agustus silam. Pembelian tiket bisa melalui situs http://www.kereta-api.co.id/. Lewat sistem ini calon penumpang lebih mudah membeli tiket. Alhasil, dalam penutupan Pos Koordinasi Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2012, Selasa (28/8/2012), hanya moda kereta api yang mendapat pujian. Menteri Perhubungan pun melontarkan niatnya menerapkan sistem boarding di terminal bus dan pelabuhan. Tak ragu Perubahan-perubahan itulah yang dirasakan penumpang kereta api. Mereka tak lagi berdesak-desakan di stasiun. Kebersihan di stasiun dan kereta api terjaga. Jadwal keberangkatan dan kedatangan juga semakin sesuai dengan yang dijanjikan. Perubahan itu dilakukan Jonan dengan tegas tanpa pandang bulu. Mengapa berani? ”Ini dari ketiadaan vested interest pada diri saya. Kalau tidak punya kepentingan tertentu, kita takkan ragu memutuskan atau berbuat apa pun,” ujar Jonan. Empat puluh sembilan tahun lalu, Jonan lahir di Singapura. Ia tumbuh dalam keluarga yang mapan, kemudian berkarier gemilang pada perusahaan finansial multinasional. Maka, boleh dikatakan, hari-harinya di PT KAI dijalani sebagai sebuah pengabdian. Setelah 3,5 tahun memimpin PT KAI, apakah kini gairahnya tertuju pada perkeretaapian? ”Bagi saya, yang penting pekerjaan ini bermanfaat buat banyak orang,” ujar Jonan. Dia yakin kereta api merupakan bagian dari solusi masalah di Indonesia. Sebagai contoh, mengenai banyaknya korban dalam arus mudik, Jonan menawarkan solusi untuk Lebaran 2013. ”Apabila pemerintah mau menyubsidi pengangkutan sepeda motor dengan kereta, KAI akan mengangkut 300.000 motor pulang-pergi. Mengapa kami butuh subsidi? Karena pemudik butuh tarif yang terjangkau. Tanpa itu, mereka tetap akan menantang bahaya untuk mudik,” katanya. Dari kereta api kita bisa becermin, sesungguhnya Indonesia mampu berubah. Disiplin, kerja keras, dan kejujuran bisa dibangkitkan kembali melalui contoh langsung.
