Gimana di Thailand? Justru Muslim adalah minoritas... Salam, Morry Infra
2012/9/8 <[email protected]> > ** > > > ** Kalo soal " orang Islam" jadi korban menurut gua sih karena mayoritas > penduduknya beragama Islam.. Metode terorisme atasnama agama jg terjadi di > Irlandia, antara penganut Katolik dan Protestan.. Tentu karena mayoritas > warganya kristen, maka korbannya ya Kristen.. > > Di Myanmar, mayoritas Buddha, ya korban terorismenya juga Buddha.. Korban > atau pelaku ya tergantung dimana mereka tinggal aja sebenernya.. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Morry Infra <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 8 Sep 2012 10:42:49 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [sma1bks] Fwd: Institusi 'Intelijen' Pelihara Teroris demi > Dollar AS > > > > Make sense Dick... > Dulu jatahnya tentara.. sekarang Polisi... > > Jadi terlepas dari kelakuan tentara dulu dan polisi sekarang ini... > Kayaknya anak bangsa selalu dikorbankan untuk orang lain... > > Dan seperti biasa.... orang Islam selalu jadi bulan2-an. > > Tragis.... > > Salam, > Morry Infra > > 2012/9/8 <[email protected]> > >> ** >> >> >> ** Hahaha.. Ini orang intel ngomongin dapur intelijen.. Lha jaman dia di >> dapur intelijen kemana aja? >> >> Ini sih karena Intelijen (militer) gak dikasi panggung soal terorisme >> karena ada aturan cuma Polisi (Densus 88) yg khusus bergerak di anti >> teror.. Makanya dia ngomong macem-macem.. >> >> Dari jaman dulu, terorisme memang "dipelihara" sama negara, apapun >> motifnya.. Otak di belakang pembajakan Woyla aja gak tersentuh hukum dan >> masih hidup di Lampung.. Dia dekat dengan militer, dan jadi "binaan" >> Moerdani waktu itu.. >> >> Kaya kemaren gua wwcr AM Hendropriyono eks Kepala BIN, dia bilang "soal >> terorisme kasi aja tentara, mereka dilatih shoot to kill, jgn polisi.. " >> Bukti bahwa militer ngebet balik ke dunia tembak-tembakan.. >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * Morry Infra <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Sat, 8 Sep 2012 07:37:21 +0700 >> *To: *Serba_KL Serba_KL<[email protected]>; < >> [email protected]>; muslim-kl<[email protected]>; ARII >> Drlg Milist<[email protected]>; ex-cii< >> [email protected]>; 'sma1bks'<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *[sma1bks] Fwd: Institusi 'Intelijen' Pelihara Teroris demi >> Dollar AS >> >> >> >> ---------- Forwarded message ---------- >> From: Zafar >> Date: 2012/9/8 >> Subject: Institusi 'Intelijen' Pelihara Teroris demi Dollar AS >> >> >> Mungkinkah? >> >> Institusi 'Intelijen' Pelihara Teroris demi Dollar AS >> >> itoday - Keberadaan teroris di Indonesia sengaja dipelihara institusi >> tertentu untuk mendapatkan proyek dari Amerika Serikat (AS). "Teroris itu >> sengaja dipelihara institusi tertentu yang mempunyai kemampuan intelijen. >> Institusi ini mendapatkan keuntungan dengan adanya teroris karena >> mendapatkan kucuran dana dari AS," kata Mantan Komandan Satgas Intel Badan >> Intelijen Strategis, (BAIS), Laksamana TNI, Purnawirawan, Mulyo Wibisono >> kepada itoday, Kamis (6/9). >> >> Menurut Mulyo, kemunculan teroris disengaja dengan memprovokasi untuk >> melakukan kegiatan teror. "Dalam intelijen ini penyusupan itu hal yang >> biasa. Sebetulnya aparat sudah tahu, tetapi dibiarkan saja. Dan pelaku >> teroris ini akibat provokasi intelijen," paparnya. >> >> Kata Mulyo, teroris Solo semakin mencurigakan karena aparat kepolisian >> menyebutkan para pelakunya melakukan pelatihan di Gunung Merbabu. "Polisi >> harus mengungkap siapa yang melatih para teroris itu, atau jangan-jangan >> intelijen sendiri. Menggunakan senjata terlebih lagi umur mereka masih muda >> itu sangat aneh sekali dan mampu membunuh polisi," jelasnya. >> >> Kecurigaan Mulyo bertambah, korban aparat kepolisian yang tertembak di >> Solo tidak diotopsi. "Harusnya korban dari pihak kepolisian diotopsi dan >> diumumkan ke publik agar masyarakat semakin tahu. Kalau kayak gini semakin >> menambah kecurigaan," paparnya. Ia juga mengatakan, dalam sebuah operasi >> intelijen itu hal yang biasa membunuh temannya sendiri itu untuk menekankan >> teroris melakukan perlawanan. >> >> "Dalam operasi intelijen itu sudah biasa untuk membunuh temannya sendiri. >> Dan kejadian di Solo itu ada kemungkinan itu, yang membunuh Densus ya >> temannya sendiri," ungkap MulyoKata Mulyo, dari pengakuan warga yang berada >> di lokasi bahwa Densus langsung memberondong orang-orang yang diduga >> teroris. "Kalau saya baca di media, ada pengakuan warga di lokasi bahwa >> orang-orang yang diduga teroris langsung diberondong dan tidak ada >> perlawanan. Ini yang jarang diungkap di televisi," pungkasnya. >> >> Sumber: >> http://www.itoday.co.id/politik/teroris-sengaja-dipelihara-untuk-dapatkan-dollar >> >> >> > >
