http://news.detik.com/read/2012/11/22/124724/2098161/1148/paus-yesus-lahir-beberapa-tahun-lebih-awal-dari-yang-selama-ini-diyakini?991104topnews

Kamis, 22/11/2012 12:53 WIB
Paus: Yesus Lahir Beberapa Tahun Lebih Awal dari yang Selama Ini Diyakini
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Vatikan - Kalender masehi yang didasarkan kelahiran Yesus ternyata didasarkan 
pada penghitungan yang salah. Paus Benediktus XVI mengklaim bahwa Yesus 
sebenarnya lahir lebih awal beberapa tahun dari yang selama ini diyakini.

Salah penghitungan tersebut dilakukan oleh seorang biarawan bernama Dionysius 
Exiguus dari abad ke-6, yang menciptakan kalender masehi tersebut. Demikian 
klaim Paus yang berusia 85 tahun ini dalam buku barunya yang berjudul 'Jesus of 
Nazareth: The Infancy Narratives', yang dirilis pada Rabu (21/11) kemarin.

"Penghitungan awal kalender kita -- didasarkan pada kelahiran Yesus -- dibuat 
oleh Dionysius Exiguus, yang ternyata telah membuat kesalahan dalam 
penghitungannya sekitar beberapa tahun," tulis Paus dalam bukunya, seperti 
dilansir The Telegraph, Kamis (22/11/2012).

"Tanggal kelahiran Yesus yang sebenarnya lebih cepat beberapa tahun," imbuhnya.

Dionysius Exiguus yang juga dijuluki 'Dennis the Small' selama ini diberi gelar 
sebagai 'penemu' kalender modern dan penemu konsep era Anno Domini atau yang 
dikenal sebagai AD. Dia menciptakan sistem baru untuk membagi jarak pada 
kalender saat itu, yang masih didasarkan pada tahun saat dimulainya pendudukan 
kekaisaran Roma, Diocletian. 

Kekaisaran itulah yang menganiaya penganut Kristen, sehingga sistem 
penghitungannya diganti dengan sistem yang baru dengan didasarkan pada 
kelahiran Yesus. Kalender yang diciptakan Dionysius ini kemudian diberlakukan 
secara luas di wilayah Eropa setelah diadopsi oleh seorang biarawan sejarah 
bernama Venerable Bede. 

Kendati demikian, bagaimana cara Dionysius menghitung kelahiran Yesus juga 
tidak jelas. Selain itu, isu soal salah penghitungan ini juga bukan hal baru, 
terutama di kalangan akademisi dunia. Banyak sejarawan yang menyakini bahwa 
Yesus sebenarnya lahir antara 7BC hingga 2BC atau antara 6BC hingga 4BC 
(BC=Before Christ-red). Apa yang dilakukan Paus melalui bukunya, hanya 
mengangkat kembali permasalahan tersebut.

Diketahui bahwa Kitab Injil sendiri tidak menyebutkan secara mendetail tanggal 
kelahiran Yesus. Diperkirakan, Dionysius mendasarkan penghitungannya pada 
referensi usia Yesus memulai pelayanan dan fakta ketika Yesus dibaptis saat 
masa kekaisaran Tiberius.

"Tidak ada referensi tentang kapan Yesus lahir di dalam Alkitab -- kita semua 
tahu dia lahir saat masa kepemimpinan Herodes, yang meninggal sebelum 1AD. 
Telah disimpulkan sejak lama bahwa Yesus lahir sebelum 1AD -- tapi tidak ada 
yang tahu pasti," jelas Profesor Penafsiran Kitab Suci pada Oriel College, 
Oxford University, kepada The Daily Telegraph.

Sedangkan gagasan perayaan kelahiran Yesus pada setiap 25 Desember sebenarnya 
tidak didasarkan pada fakta sejarah. "Kita bahkan tidak tahu saat musim apa 
Yesus lahir. Seluruh gagasan untuk merayakan kelahirannya di saat masa-masa 
terkelam dalam setahun mungkin dipicu oleh tradisi yang kuat dan tradisi musim 
dingin," tandasnya.

Dalam bukunya ini, Paus juga mengangkat soal kontroversi lainnya, seperti soal 
lokasi kelahiran Yesus yang selama ini diyakini di sebuah kandang ternak 
tradisional. Kemudian juga soal tempat kelahiran Yesus, yang selama ini 
diyakini bahwa Yesus lahir di Nazareth dan bukan di Bethlehem.


(nvc/ita) 

Kirim email ke