Sebenarnya ini topik yang menarik dan terkait langsung dengan kehidupan kita dan anak cucu nanti, sekalian menyambung posting bang Kim ttg kemiskinan di Bekasi.
Sekedar share pendapat: Ini seperti dalam sebuah rumah tangga. Jika ortu kita gemar berutang dan uang dari berutang tsb tidak dikelola dengan baik maka kesejahteraan akan semakin jauh dalam keluarga itu karena sebagian besar dari gajinya akan disisihkan untuk membayar utang berikut bunganya. Ini berarti penghasilan keluarga tsb. (yang seharusnya bisa untuk membiayai semua pengeluaran keluarga tsb. spt pendidikan untuk anak-anaknya dsb.) sebagian akan dipergunakan untuk membayar utang, maka kemampuan ortu untuk memberi "bekal" yang terbaik untuk anaknya jadi berkurang. Demikian kira-kira. Jadi tentang kegemaran pemerintah kita berutang, seharusnya kita lebih concern dan bersuara, tidak bisa tidak peduli karena berpikir toh bukan saya yang berutang dan negara yang akan membayarnya. Konsekuensi dari semakin bertambahnya utang negara sesungguhnya terkait langsung dengan kita, karena: 1. Kemampuan negara untuk mensejahterakan rakyatnya semakin berkurang karena uang pendapatan negara sebagian besar habis dipakai untuk membayar utang alih-alih untuk membangun infrastruktur, membiayai pendidikan ataupun memberi jaminan kesehatan dsb. 2. Demi meningkatkan pendapatan karena beban utang tsb. pemerintah akan mengeksploitasi sumber daya alam habis-habisan, tanpa memikirkan untuk mewarisi bagi generasi mendatang. 3. Selain mengeksploitasi alam, pemerintah akan menggenjot pendapatan dari sektor pajak: pajak penghasilan, retribusi parkir, pajak kendaraan dsb. yang dampaknya langsung kepada kita saat ini juga. 4. Dan beberapa langkah "instant" lainnya. Maka dari itu sepatutnya kita "membuka mata dan mewaspadai" akan kegemaran pemerintah kita yang selalu menambah utangnya setiap ada kesempatan. Jadi, boro-boro mikirin mengentaskan kemiskinan di Bekasi, lha penghasilan yang didapat pemerentah kan buat belanja-belanja pegawai dan bayar utang ... ________________________________ Dari: Komarudin ibnu mikam <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Sabtu, 17 November 2012 20:39 Judul: Re: [sma1bks] Fwd: detikFinance | Nyaris Rp 2.000 Triliun, Utang RI Kalahkan Nilai APBN Buat rakyt\at ada pengaruhnya gak ya????? kan itu negara yang nanggung..ada yang mau kasih pencerahann...??? Pak Morry thanks for the posting... 2012/11/17 Morry Infra <[email protected]> > >---------- Forwarded message ---------- > >From: Zafar <[email protected]> >Date: 2012/11/16 >Subject: detikFinance | Nyaris Rp 2.000 Triliun, Utang RI Kalahkan Nilai APBN > >http://m.detik.com/finance/read/2012/11/16/131038/2092751/4/nyaris-rp-2000-triliun-utang-ri-kalahkan-nilai-apbn > >Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah pusat hingga >akhir Oktober 2012 mencapai Rp 1.992 triliun atau nyaris Rp 2.000 triliun >hingga akhir tahun. > >Berdasarkan data Debt Management Office (DMO) Direktorat Jenderal Pengelolaan >Utang (DJPU) Kementerian Keuangan yang dikutip detikFinance, Jumat >(16/11/2012), jumlah tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp 633 triliun >atau 32% dan dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1.359 triliun >atau 68%. > >Realisasi total utang tersebut meningkat hampir Rp 200 triliun dari posisi di >akhir tahun 2011 yang sebesar Rp 1.809 triliun. Hal ini sesuai dengan rencana >pembiayaan dalam APBN-P 2012 di mana utang dalam negeri direncanakan sebesar >Rp 194,5 triliun dan luar negeri hanya Rp 4,4 triliun. > >Dengan realisasi utang ini, selisih antara utang dengan pendapatan negara pada >tahun ini saja semakin besar. Dalam APBN-P 2012, pendapatan negara ditargetkan >sebesar Rp 1.358 triliun dengan pendapatan dari perpajakan sebesar Rp 1.016 >triliun dan pendapatan bukan pajak sebesar Rp 341 triliun, serta hibah Rp 800 >miliar. -- komarudin ibnu mikam 0818721014 komaribnumikam.com http://jualbambu.wordpress.com/ http://jualbelitanahbekasi.wordpress.com/
