He..he..e.e.
Kayaknya APBN juga menganggarkan buat dana APBD lho...
Jadi kalau negara berhutang... pasti adalah yang buat daerah..

Kalau semua APBD didapat swadaya dari pendapatan daerah... harusnya negara
kita gak perlu berhutang sebanyak itu....

Dan berhutang makin banyak karena pendapatan yang kecil itu kenyataan..
bukan pernyataan aneh....
Cuma mohon maaf... di Indonesia terlalu banyak yang bocor....  kalau
hutangan buat yang bener dan sesuai harusnya gak akan sebanyak ini
hutangannya... malah hutang makin menurun....
Seperti pengusaha... berhutang untuk bisnis... bisnis berhasil... hutang
dilunasi....
Bukan hutang untuk konsumsi tanpa ada usaha buat bayar. Jangan sampai
memang yang berhutang itu berfikir kalau hutangan itu yang penting
dapatnya... untuk bayar... urusan orang lain dan generasi berikutnya....
ini kenyataan yang ada...
Sudah amat terbukti dari kasus2 yang ada di negara ini...

BLBI itu satu hal... dan apa orang2 di pemerintahan itu gak ada yang
"terlibat"?

Ada komentar bagus dari milist sebelah soal hutang besar ini...
Katanya hutang2 ini bukan cuma hutang negara... tapi termasuk hutang
pengusaha.... dan itu 60%-nya....
Saya berharap datanya memang demikian...
Tinggal dilihat... hutang bagian negara apa juga mengalami peningkatan
terus... ini yang harus terus diawasi.

Saya sich lebih seneng menghimbau agar kita semua jadi baik....
Negara kita ancur begini bukan karena kebanyakan bedebah... tapi karena
kebanyakan orang baik yang diam/NATO...

 Bang Komar udah mau nyaleg... mudah2an banyak yang dukung.... amien...

Ayo jadi lebih baik... dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari
sekarang.....

Yang lain... ayo maju bersama!!!
Semoga Indonesia jadi lebih baik.... amien...


Salam,
Morry Infra

2012/12/3 bhayu purnomo <[email protected]>

> **
>
>
>  mohon ijin ikutan urun rembuk ngasi pendapat..
>
> Mungkin sebelumnya kita juga bisa melihat, hal hal yang umumnya menjadi
> kewenangan pemerintah pusat dan daerah.
> Artikel yang menjadi pambahasan disini kalau saya baca membahas mengenai
> utang pemerintah pusat.
>
> Mohon maaf, menanggapi pendapat Mas Morry, beberapa yang disebut seperti
> taman, toilet, transportasi umum, ini biasanya terkait dengan hal hal
> yang menjadi lingkup tugas pemerintah daerah. Sepengetahuan saya (mohon
> bisa dikoreksi jika salah) belum ada pemerintah daerah yang berhutang untuk
> menutup belanjanya karena kurangnya pendapatan. DKI Jakarta sudah amat
> dekat dengan rencana tersebut pada saat Gubernur Fauzi Bowo, tapi
> sepertinya Jokowi kurang berkenan untuk melakukan hal tersebut (langkah
> yang amat tepat jika menurut saya)
>
> Mengenai pendapat Mas Ruslan, bahwa kemampuan negara mensejahterakan
> rakyat menjadi berkurang karena harus membayar hutang dan sumber daya alam
> menjadi habis karena untuk meningkatkan pendapatan karena beban utang, saya
> ada sedikit pendapat yang agak berbeda.
>
> Jika kita melihat struktur hutang Indonesia saat ini, porsi yang amat
> besar masih dari hutang karena BLBI pada saat krisis tahun 1998. Terlepas
> dari kemana uang itu hilang.. banyak dikorupsi.. dll.. saya amat terkesima
> dengan sosok pak Ahok (Wagub Jakarta) yang pada salah satu rapatnya yang di
> upload di Youtube menyatakan... "sudah lah yang lalu kita kesampingkan
> dulu, sekarang mari kita cari cara untuk kedepannya bagaimana menjadi
> Jakarta baru".. kurang lebih seperti itu lah.. mungkin salah2 sedikit..
> heheh
>
> Intinya, kita semua bisa akui bahwa penanganan krisis ekonomi 1998 oleh
> pemerintah saat itu memang kurang tepat dan efeknya masih terbawa sampai
> sekarang. Tapi hendaknya kita juga bisa melihat kedepan bagaimana kita bisa
> memperbaiki bangsa ini secara bersama sama. Kita tidak bisa memungkiri
> bahwa banyak juga program2 pengentasan kemiskinan, perbaikan infrastruktur
> dan peningkatan kesehatan bersumber dari pinjaman dari pihak lain. Hal ini
> semata mata karena peningkatan pendapatan sektor pajak bukan hal yang mudah
> dilakukan karena akan berdampak langsung ke masyarakat (seperti poin ke 2
> dari mas Ruslan).
>
> Seseorang yang amat saya kagumi pernah mengajarkan saya, pemerintah itu
> berhutang ya karena memang tidak punya uang untuk biaya menjalankan negara
> ini. Hutang (kalau bahasa APBN nya pembiayaan) itu timbul karena pendapatan
> lebih kecil dari pengeluaran.
>
> Pendapat pribadi saya, jika kita selalu menyalahkan kebijakan hutang
> pemerintah tanpa pernah mengkritisi sisi pendapatan atau pengeluarannya itu
> kurang tepat. Kebijakan hutang menurut saya lebih seperti output dari 2
> kebijakan lainnya (Pendapatan dan Pengeluaran). Saya berusaha mencari
> pengandaian yang tepat mengenai hubungan Pendapatan, Pengeluaran dan
> Hutang... aaah.. namun apa daya pengetahuan saya masih amat terbatas..
> hehehe
>
> Thank You
> _Bhayu_
>
> 
>

Kirim email ke