ada yg bisa sharing...yg sering ke Sing, sering interaksi dgn warga Sing, atau 
tinggal di Sing?
apa benar artikel di bawah ini?
penasaran juga sama hasil riset tsb, bgm hasil evaluasi utk Indonesia ya?


-=-=-=-=-


http://oase.kompas.com/read/2012/11/22/23331342/Emosi.Warga.Singapura.Paling.Datar?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp


Emosi Warga Singapura Paling Datar
Penulis: M Zaid Wahyudi | Kamis, 22 November 2012 | 23:33 WIB




JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Singapura memiliki masalah dengan emosi mereka. Ini 
bukan berarti mereka memiliki perasaan negatif atau merusak, tetapi mereka 
tidak memiliki rasa apapun terhadap segala sesuatu yang dialaminya sehari-hari.


Jon Clifton, peneliti Gallup dan Direktur Gallup Goverment Group dalam situs 
lembaga konsultan strategik itu, Rabu (21/11/2012) mengatakan, selama ini 
Singapura dianggap sebagai negera tanpa masalah dalam urusan kesejahteraan 
warganya.


Singapura menempati negara kedua dalam Indeks Daya Saing Global yang 
diluncurkan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2012-2013, peringkat ke-26 dalam Indeks 
Pembangunan Manusia (HDI) 2011, dan peringkat keempat dalam Angka Harapan Hidup.


Selain itu, Singapura dikenal memiliki tingkat pengangguran yang rendah dan 
pendapatan per kapita penduduknya termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. 
Kehidupannya pun sangat teratur.


Namun, itu semua tidak menimbulkan perasaan apapun bagi warganya, termasuk rasa 
senang.


Survei terbaru Gallup yang diumumkan Rabu (21/11/2012) menunjukkan warga 
Singapura memiliki emosi paling rendah di dunia, baik itu emosi positif atau 
emosi negatif. Sebaliknya, masyarakat Filipina, hidupnya dipenuhi dengan 
gejolak sehingga menjadi masyarakat dengan emosi tertinggi di dunia.


Survei melalui telepon ini dilakukan pada 1.000 orang responden berumur lebih 
dari 15 tahun di lebih dari 150 negara. Mereka ditanya apakah memiliki 5 emosi 
negatif dan 5 emosi positif pada sehari sebelumnya.


Kelima emosi negatif yang ditanyakan adalah marah, stres, sedih, nyeri fisik, 
dan khawatir. Sedangkan kelima emosi positif yang diajukan adalah istirahat 
cukup, banyak tersenyum dan tertawa, dihargai dengan penuh hormat, 
bersenang-senang, dan belajar atau melakukan sesuatu yang menarik.


Dari setiap jawaban 'Ya', Gallup kemudian merepresentasikannya dalam ukuran 
penduduk di setiap negara. Dari sini diperoleh, hanya 36 persen penduduk 
Singapura yang mengalami emosi positif atau emosi negatif tersebut pada hari 
sebelumnya. Ini berarti 64 persen penduduk Singapura tidak memiliki emosi 
apapun terhadap hal-hal yang dialaminya sehari sebelumnya.


Berikut ini daftar 10 negara yang emosi warganya paling rendah : 1. Singapura 
36 persen 2. Georgia 37 persen 3. Lithuania 37 persen 4. Rusia 38 persen 5. 
Madagaskar 38 persen 6. Ukraina 38 persen 7. Belarusia 38 persen 8. Kazakhstan 
38 persen 9. Nepal 38 persen 10 Kyrgystan 38 persen


Sedangkan, daftar 15 negara dengan emosi paling tinggi adalah :Filipina 60 
persen El Salvador 57 persen Bahrain 56 persen Oman 55 persen Kolombia 55 
persen Cile 54 persen Kostarika 54 persen Kanada 54 persen Guatemala 54 persen 
Bolivia 54 persen Ekuador 54 persen Republik Dominika 54 persen Peru 54 persen 
Nikaragua 54 persen Amerika Serikat 54 persen


Jika emosi positif dan negatif dipisah, Gallup menemukan penduduk Timur Tengah 
dan Afrika Utara adalah yang paling banyak memiliki 5 emosi negatif itu. Emosi 
negatif tertinggi dimiliki penduduk Irak, Paletina, dan Bahrain. Negara-negara 
ini umumnya didera berbagai persolan negatif, seperti kesulitan ekonomi, 
kerusuhan, revolusi, hingga perang.


Sedang yang paling banyak mendapat emosi positif adalah penduduk negara-negara 
Amerika Latin. Secara berurutan urutannya adalah Panama, Paraguay, dan 
Venezuela. Namun ini bukan berarti memiliki emosi negatif yang rendah karena 
hadirnya emosi positif bukan berarti mereka tidak memiliki emosi negatif.


Meski demikian, emosi negatif itu tidak cukup diatasi dengan ekonomi yang baik. 
Tingginya pendapatan per kapita (PDB) tidak menjamin warganya memiliki 
kesejahteraan jiwa yang ditunjukkan melalui gejolak emosi, apapun bentuknya. 
Singapura sudah membuktikannya.


Clifton menyatakan merasakan pengalaman sehari-hari sangat penting. Jika 
Singapura ingin masyarakatnya terus maju, maka pemerintahnya perlu membuat 
terobosan besar agar warganya bisa merasakan kegiatan sehari-hari mereka.


Penelitian yang dilakukan Gallup terhadap pengalaman sehari-hari warga 
Singapura menunjukkan mulai terjadinya hal-hal yang berkebalikan dengan kondisi 
ekonomi mereka. Tingkat kebahagiaan warga mulai menurun, demikian pula 
stimulasi intelektual, penghargaan atau penghormatan terhadap yang lain, bahkan 
perasaan memiliki istirahat yang cukup.


"Pemimpin Singapura perlu membuat strategi diluar batas-batas tradisional 
ekonomi klasik dengan menyertakan aspek kesejahteraan untuk memperbaiki 
kualitas hidup warganya," tulis peneliti Gallup dalam pernyataannya.

Sumber :
LIVESCIENCE/GALLUP
Editor :
Rusdi Amral

Kirim email ke