Artikel enerlife:
Hari Ketika Akhirnya Aku Menangis
Oleh: Meg Hill *
Aku tidak menangis ketika tahu bahwa aku
adalah orangtua seorang anak cacat mental.
Aku hanya duduk diam seribu bahasa ketika aku
dan suamiku diberitahu bahwa Kristi, dua
tahun - sesuai dengan kecurigaan kami -
adalah anak terbelakang.
"Silakan menangis," kata dokter itu dengan
ramah. "Itu dapat mencegah masalah-masalah
emosi yang serius." Kendati terancam dengan
masalah-masalah serius, aku tidak dapat
menangis, baik waktu itu maupun selama bulan-
bulan berikutnya.
Ketika Kristi cukup "matang" untuk
bersekolah, kami mendaftarkannya ke sebuah
sekolah taman kanak-kanak pada usia tujuh
tahun. Akan sangat melegakan andaikata aku
menangis pada hari ketika aku meninggalkannya
di ruangan yang penuh dengan anak-anak lima
tahun yang sangat bersemangat dan penuh
keyakinan. Selama itu Kristi selalu bermain
sendirian, tetapi saat ini, ketika ia menjadi
anak "berbeda" di antara dua puluh anak lain,
bukan tidak mungkin ia akan merasakan
kesepian paling berat selama hidupnya.
Ternyata, sesuatu yang positif mulai terjadi
pada Kristi di sekolahnya, juga pada teman-
teman kelasnya. Kendati berlomba meraih
prestasi-prestasi masing-masing, teman-teman
Kristi selalu bersedia memberikan pujian
kepadanya juga: "Kristi bisa mengeja dengan
benar hari ini." Tidak seorang pun bertindak
usil dengan menambahkan bahwa kata yang harus
diejanya lebih mudah daripada untuk anak-anak
lain.
Selama tahun keduanya di sekolah, ia
menghadapi sebuah pengalaman yang sangat
traumatis. Peristiwa penting dalam semester
itu adalah perlombaan dalam bidang
keterampilan musik dan olahraga. Kristi
terbelakang dalam olah musik dan olahraga.
Aku dan suamiku juga takut dalam menghadapi
hari itu.
~~~
Bila anda ingin tahu bagaimana akhir cerita
dari si Kristi ini, anda bisa melanjutkan
membacanya di :
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=397
Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel
enerlife lainnya di:
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife
Terima kasih
MYusuf.or.id
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kebaikan tidak akan sempurna kecuali dengan tiga perkara:
dengan menyegerakannnya, menganggap kecil (sedikit), dan merahasiakannya.
- [Ulama] -
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]