Artikel enerlife:
Atribut
"Semua manusia lahir telanjang. Jika kita
mengandalkan atribut-atribut dan status yang
kita sandang, sesungguhnya kita menjadi
manusia yang sangat rapuh."
Kita ini ibarat sebidang tembok putih. Orang
akan bilang merah, kalau kita mengecatnya
dengan warna merah. Orang akan bilang biru
kalau memang dicat bitu. Orang akan menyapa
kita dengan Bapak atau Ibu "Direktur" kalau
kita menduduki jabatan direktur. Kita akan
dipanggil "Pak Kiai" karena mungkin kita
pantas dituakan oleh lingkungan.
Orang bisa menjadi sangat terikat akan
atributnya. Lupa bahwa sebenarnya tanpa
atribut-atribut itu mereka adalah manusia
biasa.
Di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan,
suatu ketika saya bertemu dengan seorang
tokoh konglomerat yang menurut media massa
yang pernah saya baca, ia adalah salah satu
"pemilik" rumah sakit besar itu. Tanpa
ajudan, tanpa pengawal (barangkali sudah
merasa aman karena di rumah sakit miliknya
sendiri) ia bertemu dengan salah seorang
dokter di sana.
~~~
Bila Anda penasara dengan akhir cerita ini,
Anda bisa meneruskan bacanya di :
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=398
Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel
enerlife lainnya di:
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife
Terima kasih
MYusuf.or.id
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap anda berbuat baik kepada orang lain,
berarti anda telah berbuat baik kepada diri anda sendiri.
- [Benjamin Franklin] -
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]