Ane pernah adu mulut sama polisi gara2 slip biru itu... Akhirnya ane dikasih 
slip biru sih.. Tp kurang ajarnya, ternyata pasalnya diplesetkan sehingga 
bayarnya lebih mahal...

Dari pada pol pp yang dibubarin mending polantas nya aja kali ya.... Heheheyeye
Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: benny ps <[email protected]>
Date: Tue, 20 Apr 2010 18:35:12 
To: skydrive-community<[email protected]>; 
spinner-community<[email protected]>; 
skywaveownerclub<[email protected]>; 
maticholic<[email protected]>
Subject: [spinner-community] Fwd: [Bajaj Pulsar] Bls: [Tanya] Denda Tilang 
(cerita seorang biker)

mudah2an bermanfaat :D

---------- Forwarded message ----------
From: Mora H. Ritonga <[email protected]>
Date: 2010/4/20
Subject: [Bajaj Pulsar] Bls: [Tanya] Denda Tilang (cerita seorang biker)
To: [email protected]




Semoga cerita ini berguna bagi rekan2 BIM-ers pada khususnya, dan seluruh
pengendara Roda 2 ataupun Roda 4,,,
*semoga tidak repost..

http://aisar.wordpress.com/2009/02/20/kena-tilang-stay-cool-aja-lagi/

Beberapa waktu yang lalu aku salah ambil jalan one-way,alias melanggar the
forbidden kingdom, eh street..
Datanglah polisi berwajah ramah menghampiriku, “*Selamat sore, bisa lihat
SIM-nya? Anda melanggar rambu lalu lintas, ini jalan forbidden”*
Tanpa ragu-ragu kukeluarkan SIM dari dompet, *“Mangga, pak!”*, dengan tetap
stay cool.
*“Mari ikut saya ke sana”*, ajak pak polisi sambil menunjuk ke arah Moge-nya
yang diparkir di pinggir jalan

Wah aku langsung excited, bisa punya kesempatan ‘berurusan’ dengan polisi
lalu lintas. Selama ini aku sering mendapat e-mail dari milis-milis tentang
pengalaman orang yang kena tilang, trus minta ‘slip biru‘ biar langsung
bayar denda, ga pake pengadilan, apalagi damai alias nyogok. Aku mau coba
praktekin ilmu itu.
[image: Slip Biru Tilang]

Slip Biru Tilang

Tanpa banyak ba-bi-bu, hanya sekedar menasehatiku aja, pak Pol langsung
mengeluarkan kuitansi (ya semacam slip gitu lah), mencatat identitasku,
nopol motorku, pasal yang dilanggar, n’ tanggal persidangan. Tiba-tiba aku
pun menyela,
“*Pak punten, saya mau yang langsung bayar di BRI aja, ga usah ikut
pengadilan. Saya udah terima pelanggarannya*“
Sambil menyerahkan slip berwarna merah, pak Pol berkata :
*“Oh silakan nanti bayar denda di BRI, tapi Mas ikut dulu pengadilan di
tanggal sekian (tercantum di slip)”*
*“Lho kok harus ikut pengadilan pak. Saya mau yang langsung bayar di BRI
aja”*,
aku inget cerita di milis : Polisi memang suka ngeles, ngga mau langsung
ngasi slip biru itu.
*“Maksud Mas-nya gimana?”*
*“Saya minta itu slip yang biru, biar langsung bayar denda di BRI“.*

Kalau diperhatikan, kuitansi tadi memang ada slip merah, biru, dan putih.
Dan ternyata, aku harus mengulang-ulang pernyataan terakhir berkali-kali,
sampai akhirnya pak Pol mau menyerahkan slip berwarna biru. SIM-ku pun resmi
ditahan.

Dalam beberapa kasus yang aku baca di email, Polisi ngotot harus ikut
pengadilan dan tidak mau menyerahkan slip biru. Kalau pembaca mengalami hal
serupa, bilang aja :* “Pak, saya catat nama Bapak ya, nanti saya laporkan ke
surat kabar bahwa menurut Bapak saya tidak bisa mendapatkan slip biru”*.
Lebih keren lagi kalau sambil action mengambil foto si pak Pol dengan kamera
HP. Dijamin deh, pak Pol langsung berubah pikiran..

Beberapa hari kemudian, dengan slip biru di tangan, aku meluncur ke BRI
Tower di Jalan Asia Afrika. Di Bank BRI itu, di antara slip-slip setoran
tagihan listrik, tagihan air, telepon dsb, memang terdapat slip setoran
denda tilang. Ketika sedang asyik mengisi slip tersebut, tiba-tiba seorang
petugas bank menghampiriku :
*“Maaf pak, mau setor denda tilang ya, bisa lihat surat tilangnya dulu?”*
Dan, setelah aku serahkan slip birunya, dengan mengejutkan petugas itu
menyatakan :
*“Maaf pak, denda tilangnya ngga bisa disetor disini. Coba bapak lihat
ini, ngga
ada tulisan jumlah denda yang harus dibayarkan”*
Aku perhatikan dengan seksama slip biru tersebut, ya benar juga, tidak ada
tulisan mengenai jumlah denda yang harus kubayar
[image: Ga Lengkap Ternyata]

Ga Lengkap Ternyata

*“Sebenarnya kalau dilihat dari pasal yang Bapak langgar, jumlah denda-nya
ini 20 ribu. Tapi bank ngga bisa memproses kalau polisi yang menilang bapak
tidak menuliskan angka tersebut di slip biru ini”*
*“Wah begitu ya. Tapi jumlah dendanya memang udah fix 20 ribu?”*
*“Iya, Pak. untuk pelanggaran pasal 61 ini memang 20 ribu. Tapi bank tetap
tidak bisa menerima slip biru ini karena tidak ada nominalnya”
“Terus saya harus bagaimana sekarang?”
“Bapak langsung aja ke Polwiltabes dulu, nanti disana minta slip yang baru,
baru Bapak ke BRI lagi”
“Lho, nanti saya ambil SIM-nya dimana?”
“Setelah Bapak bayar di BRI, notanya Bapak serahkan lagi ke Polwiltabes,
baru SIM-nya kembali. Maaf, memang jadinya bolak-balik, Pak. Tapi biasanya
nanti di Polwiltabes Bapak disuruh memilih : mau bayar di BRI, atau sekarang
saja. Kalau langsung bayar disana, SIM-nya langsung diserahkan, Pak”*
*“Bedanya apa itu, Mas?”
“Kalau bayar di BRI mah langsung masuk kas negara, Pak. Kalau bayarnya
disana, ngga tau deh“, *sahutnya sambil mengulum senyum

Polwiltabes itu di Jalan Jawa, lumayan juga kalau bolak-balik ke Asia
Afrika. Aku langsung menuju ke Satlantas sesampai di Polwiltabes. Oleh
petugas, aku diarahkan menuju ruang “Urusan Tilang”. Aku serahkan slip
biruku, kemudian duduk beberapa saat di ruang tunggu. Pada waktu itu, ada
satu objek yang langsung menarik perhatianku. Bukan Polwan yang masih muda
n’ cakep (tadi di luar emang ada sih ehehe), tapi pengumuman yang dibingkai
rapih dan terpajang jelas, berisi : contoh pelanggaran, pasal-pasal terkait,
dan besar dendanya.

Menurut pengumuman itu, ada 3 jenis pelanggaran lalu lintas : Ringan,
Sedang, dan Berat.
*Pelanggaran Ringan* itu seperti melanggar rambu-rambu jalan, lampu lalu
lintas, ngga pake helm, ngga pake sabuk pengaman, dst. Dendanya flat 20 rebu
rupiah, mau pake motor, mobil, apa becak (lho)
*Pelanggaran Sedang* itu seingetku ngga bawa SIM atau STNK. Dendanya 25
rebu.
*Pelanggaran Berat*, aku agak lupa. Seingetku, mengemudi dalam keadaan
mabuk, membahayakan orang lain gitu. Dendanya 30 rebu.

Pak Pol tiba-tiba memanggilku, dan SIM-ku yang dulu ditahan kini sudah
berada di tangannya.
*“Mas, silakan mau bayar di BRI atau disini. Kalau di BRI, nanti notanya
dibawa kesini dulu baru SIM-nya saya kembalikan. Kalau bayar disini langsung
aja, dendanya sama 20 ribu, tapi ngga ada notanya”*
Wah-wah, percis sama dengan prediksi petugas bank tadi. Berhubung jam
menunjukkan sebentar lagi ada kuliah, aku langsung membayar denda pada saat
itu saja. Ya, sambil berdoa mudah-mudahan benar-benar sampai ke rekeningnya
SBY, alias kas negara.

Oke, pelajaran yang berharga. Lain kali, kalau minta slip biru, jangan lupa
minta polisi menuliskan nominal dendanya!
Demi Indonesia yang jujur, adil dan sejahtera (husss paan seh)




*Mora**
*

021-8332-1948(Esia) 0856-1148-911(IM3) 0813-8222-3952(Simpati)


"Orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang berguna bagi orang
lain.."


------------------------------
*Dari:* Mufid Amali <[email protected]>
*Kepada:* [email protected]
*Terkirim:* Rab, 21 April, 2010 00:25:49
*Judul:* Re: [Bajaj Pulsar] [Tanya] Denda Tilang...



pernah, gw ngeyel tetep minta form biru dan berani bela2xin bayar k BRI,
akhirnya ane disuruh lanjot terus.

2010/4/20 fiermanmuch <fierman.much@ gmail.com <[email protected]>>

>
>
> wew... masa nggak di kasih form biru? kalo kita tetep ngeyel minta form
> biru aja gimana? ada yang pernah ngalamin yang model gini?
>
> fiermanmuch
>
>
>
>
> 2010/4/20 Toha Tasikistan <toham...@gmail. com <[email protected]>>
>
>>
>>
>> Ada yang tahu berapa denda tilang buat pengendara yang berhenti
>> melewati garis putih pembatas jalan(bukan garis putih depan zebra
>> cross)?.
>>
>> Tadi ane kena tilang diperempatan, lagi nyalip lampu keburu kuning dan
>> langsung merah, ane gak mau nerobos seperti sebagian biker lainnya;
>> sementara mau mepet ke kiri kehalang sama mobil, akhirnya ane kepaksa
>> behenti tepat di garis putih pembatas jalan.
>>
>> Gak lama Pak Polisi nyamperin, biasa tanya SIM/STNK bla..bla..bla. .,
>> intnya ane ditilang n nawarin titip tilang yang dendanya 55rb katanya.
>> Ane gak mau biar sidang aja, minta form birupun gak dikasih, katanya
>> gak bawa. Ya... udah form merah aja kata ane. Yang mo ane tanyain
>> Kira2 kena pasal berapa yah pelanggaran seperti ini (kalo di surat
>> tilangnya ditulis pasal 287(1) jo psl 106(4)? n berapa sebenarnya
>> denda untuk tilang semacam ini?.
>>
>> Begitu aja sob..., bagi yang mo kasih pencerahan ane ucapin terimakasih
>> banyak.
>>
>> --
>> Regards
>>
>> Toha,
>>
>
>


-- 
Mufid Amali
www.griya-bikers. blogspot. com <http://www.griya-bikers.blogspot.com>
08176757759 / 02196324116

Store : Warung Pulsarian
          PAMOR (Pasar Motor)
          Plasa Nagari Pakubuono Blok D19
          Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan

 



-- 
[email protected]
www.spinner-community.net

http://maps.google.com/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=serpong&sll=-6.19039,106.845474&sspn=0.330398,0.441513&g=jakarta&ie=UTF8&ll=-6.246278,106.678276&spn=0.020136,0.055189&z=14

Kirim email ke