btw ini tulisan tgl berapa ya mas? apakah masih berlaku denda2 sekecil itu?
Pada 21 April 2010 08:35, benny ps <[email protected]> menulis: > > > mudah2an bermanfaat :D > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Mora H. Ritonga <[email protected]> > Date: 2010/4/20 > Subject: [Bajaj Pulsar] Bls: [Tanya] Denda Tilang (cerita seorang biker) > To: [email protected] > > > > > Semoga cerita ini berguna bagi rekan2 BIM-ers pada khususnya, dan seluruh > pengendara Roda 2 ataupun Roda 4,,, > *semoga tidak repost.. > > http://aisar.wordpress.com/2009/02/20/kena-tilang-stay-cool-aja-lagi/ > > Beberapa waktu yang lalu aku salah ambil jalan one-way,alias melanggar the > forbidden kingdom, eh street.. > Datanglah polisi berwajah ramah menghampiriku, “*Selamat sore, bisa lihat > SIM-nya? Anda melanggar rambu lalu lintas, ini jalan forbidden”* > Tanpa ragu-ragu kukeluarkan SIM dari dompet, *“Mangga, pak!”*, dengan > tetap stay cool. > *“Mari ikut saya ke sana”*, ajak pak polisi sambil menunjuk ke arah > Moge-nya yang diparkir di pinggir jalan > > Wah aku langsung excited, bisa punya kesempatan ‘berurusan’ dengan polisi > lalu lintas. Selama ini aku sering mendapat e-mail dari milis-milis tentang > pengalaman orang yang kena tilang, trus minta ‘slip biru‘ biar langsung > bayar denda, ga pake pengadilan, apalagi damai alias nyogok. Aku mau coba > praktekin ilmu itu. > [image: Slip Biru Tilang] > > Slip Biru Tilang > > Tanpa banyak ba-bi-bu, hanya sekedar menasehatiku aja, pak Pol langsung > mengeluarkan kuitansi (ya semacam slip gitu lah), mencatat identitasku, > nopol motorku, pasal yang dilanggar, n’ tanggal persidangan. Tiba-tiba aku > pun menyela, > “*Pak punten, saya mau yang langsung bayar di BRI aja, ga usah ikut > pengadilan. Saya udah terima pelanggarannya*“ > Sambil menyerahkan slip berwarna merah, pak Pol berkata : > *“Oh silakan nanti bayar denda di BRI, tapi Mas ikut dulu pengadilan di > tanggal sekian (tercantum di slip)”* > *“Lho kok harus ikut pengadilan pak. Saya mau yang langsung bayar di BRI > aja”*, > aku inget cerita di milis : Polisi memang suka ngeles, ngga mau langsung > ngasi slip biru itu. > *“Maksud Mas-nya gimana?”* > *“Saya minta itu slip yang biru, biar langsung bayar denda di BRI“.* > > Kalau diperhatikan, kuitansi tadi memang ada slip merah, biru, dan putih. > Dan ternyata, aku harus mengulang-ulang pernyataan terakhir berkali-kali, > sampai akhirnya pak Pol mau menyerahkan slip berwarna biru. SIM-ku pun > resmi ditahan. > > Dalam beberapa kasus yang aku baca di email, Polisi ngotot harus ikut > pengadilan dan tidak mau menyerahkan slip biru. Kalau pembaca mengalami hal > serupa, bilang aja :* “Pak, saya catat nama Bapak ya, nanti saya laporkan > ke surat kabar bahwa menurut Bapak saya tidak bisa mendapatkan slip biru”*. > Lebih keren lagi kalau sambil action mengambil foto si pak Pol dengan kamera > HP. Dijamin deh, pak Pol langsung berubah pikiran.. > > Beberapa hari kemudian, dengan slip biru di tangan, aku meluncur ke BRI > Tower di Jalan Asia Afrika. Di Bank BRI itu, di antara slip-slip setoran > tagihan listrik, tagihan air, telepon dsb, memang terdapat slip setoran > denda tilang. Ketika sedang asyik mengisi slip tersebut, tiba-tiba seorang > petugas bank menghampiriku : > *“Maaf pak, mau setor denda tilang ya, bisa lihat surat tilangnya dulu?”* > Dan, setelah aku serahkan slip birunya, dengan mengejutkan petugas itu > menyatakan : > *“Maaf pak, denda tilangnya ngga bisa disetor disini. Coba bapak lihat > ini, ngga ada tulisan jumlah denda yang harus dibayarkan”* > Aku perhatikan dengan seksama slip biru tersebut, ya benar juga, tidak ada > tulisan mengenai jumlah denda yang harus kubayar > [image: Ga Lengkap Ternyata] > > Ga Lengkap Ternyata > > *“Sebenarnya kalau dilihat dari pasal yang Bapak langgar, jumlah denda-nya > ini 20 ribu. Tapi bank ngga bisa memproses kalau polisi yang menilang bapak > tidak menuliskan angka tersebut di slip biru ini”* > *“Wah begitu ya. Tapi jumlah dendanya memang udah fix 20 ribu?”* > *“Iya, Pak. untuk pelanggaran pasal 61 ini memang 20 ribu. Tapi bank tetap > tidak bisa menerima slip biru ini karena tidak ada nominalnya” > “Terus saya harus bagaimana sekarang?” > “Bapak langsung aja ke Polwiltabes dulu, nanti disana minta slip yang baru, > baru Bapak ke BRI lagi” > “Lho, nanti saya ambil SIM-nya dimana?” > “Setelah Bapak bayar di BRI, notanya Bapak serahkan lagi ke Polwiltabes, > baru SIM-nya kembali. Maaf, memang jadinya bolak-balik, Pak. Tapi biasanya > nanti di Polwiltabes Bapak disuruh memilih : mau bayar di BRI, atau sekarang > saja. Kalau langsung bayar disana, SIM-nya langsung diserahkan, Pak”* > *“Bedanya apa itu, Mas?” > “Kalau bayar di BRI mah langsung masuk kas negara, Pak. Kalau bayarnya > disana, ngga tau deh“, *sahutnya sambil mengulum senyum > > Polwiltabes itu di Jalan Jawa, lumayan juga kalau bolak-balik ke Asia > Afrika. Aku langsung menuju ke Satlantas sesampai di Polwiltabes. Oleh > petugas, aku diarahkan menuju ruang “Urusan Tilang”. Aku serahkan slip > biruku, kemudian duduk beberapa saat di ruang tunggu. Pada waktu itu, ada > satu objek yang langsung menarik perhatianku. Bukan Polwan yang masih muda > n’ cakep (tadi di luar emang ada sih ehehe), tapi pengumuman yang dibingkai > rapih dan terpajang jelas, berisi : contoh pelanggaran, pasal-pasal terkait, > dan besar dendanya. > > Menurut pengumuman itu, ada 3 jenis pelanggaran lalu lintas : Ringan, > Sedang, dan Berat. > *Pelanggaran Ringan* itu seperti melanggar rambu-rambu jalan, lampu lalu > lintas, ngga pake helm, ngga pake sabuk pengaman, dst. Dendanya flat 20 rebu > rupiah, mau pake motor, mobil, apa becak (lho) > *Pelanggaran Sedang* itu seingetku ngga bawa SIM atau STNK. Dendanya 25 > rebu. > *Pelanggaran Berat*, aku agak lupa. Seingetku, mengemudi dalam keadaan > mabuk, membahayakan orang lain gitu. Dendanya 30 rebu. > > Pak Pol tiba-tiba memanggilku, dan SIM-ku yang dulu ditahan kini sudah > berada di tangannya. > *“Mas, silakan mau bayar di BRI atau disini. Kalau di BRI, nanti notanya > dibawa kesini dulu baru SIM-nya saya kembalikan. Kalau bayar disini langsung > aja, dendanya sama 20 ribu, tapi ngga ada notanya”* > Wah-wah, percis sama dengan prediksi petugas bank tadi. Berhubung jam > menunjukkan sebentar lagi ada kuliah, aku langsung membayar denda pada saat > itu saja. Ya, sambil berdoa mudah-mudahan benar-benar sampai ke rekeningnya > SBY, alias kas negara. > > Oke, pelajaran yang berharga. Lain kali, kalau minta slip biru, jangan lupa > minta polisi menuliskan nominal dendanya! > Demi Indonesia yang jujur, adil dan sejahtera (husss paan seh) > > > > > *Mora** > * > > 021-8332-1948(Esia) 0856-1148-911(IM3) 0813-8222-3952(Simpati) > > > "Orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang berguna bagi orang > lain.." > > > ------------------------------ > *Dari:* Mufid Amali <[email protected]> > *Kepada:* [email protected] > *Terkirim:* Rab, 21 April, 2010 00:25:49 > *Judul:* Re: [Bajaj Pulsar] [Tanya] Denda Tilang... > > > > pernah, gw ngeyel tetep minta form biru dan berani bela2xin bayar k BRI, > akhirnya ane disuruh lanjot terus. > > 2010/4/20 fiermanmuch <fierman.much@ gmail.com <[email protected]>> > >> >> >> wew... masa nggak di kasih form biru? kalo kita tetep ngeyel minta form >> biru aja gimana? ada yang pernah ngalamin yang model gini? >> >> fiermanmuch >> >> >> >> >> 2010/4/20 Toha Tasikistan <toham...@gmail. com <[email protected]>> >> >>> >>> >>> Ada yang tahu berapa denda tilang buat pengendara yang berhenti >>> melewati garis putih pembatas jalan(bukan garis putih depan zebra >>> cross)?. >>> >>> Tadi ane kena tilang diperempatan, lagi nyalip lampu keburu kuning dan >>> langsung merah, ane gak mau nerobos seperti sebagian biker lainnya; >>> sementara mau mepet ke kiri kehalang sama mobil, akhirnya ane kepaksa >>> behenti tepat di garis putih pembatas jalan. >>> >>> Gak lama Pak Polisi nyamperin, biasa tanya SIM/STNK bla..bla..bla. ., >>> intnya ane ditilang n nawarin titip tilang yang dendanya 55rb katanya. >>> Ane gak mau biar sidang aja, minta form birupun gak dikasih, katanya >>> gak bawa. Ya... udah form merah aja kata ane. Yang mo ane tanyain >>> Kira2 kena pasal berapa yah pelanggaran seperti ini (kalo di surat >>> tilangnya ditulis pasal 287(1) jo psl 106(4)? n berapa sebenarnya >>> denda untuk tilang semacam ini?. >>> >>> Begitu aja sob..., bagi yang mo kasih pencerahan ane ucapin terimakasih >>> banyak. >>> >>> -- >>> Regards >>> >>> Toha, >>> >> >> > > > -- > Mufid Amali > www.griya-bikers. blogspot. com <http://www.griya-bikers.blogspot.com> > 08176757759 / 02196324116 > > Store : Warung Pulsarian > PAMOR (Pasar Motor) > Plasa Nagari Pakubuono Blok D19 > Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan > > > > > -- > [email protected] > www.spinner-community.net > > > http://maps.google.com/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=serpong&sll=-6.19039,106.845474&sspn=0.330398,0.441513&g=jakarta&ie=UTF8&ll=-6.246278,106.678276&spn=0.020136,0.055189&z=14 > > > -- Blex Spin B 6953 PIH ym: uwzan_aja *standar ajah*
