Dear alumni ykpn, pertama2 perkenalkan sy, selama ini hanya jd pengmat, tp berhubung subjecknya menarik jd sy mau urung rembuk jg. sy alumni stiyk ykpn jurusan manajemen 1997, bagi yg aktif di organisasi mahasiswa mgkn byk yg mengenal sy (sok artis heheh) sy dulu aktif di UKM Jurnalistik yg mempunyai produk majalah motivator dan buletin BUMI.
sekedar cerita ttg kewirausahaan....yg sy dapatkan di kampus. Waktu pertama kali Majalah Motivator mau terbit, pak Djoko Susanto (mantan ketua STIE YKPN ditahun 1996-2006) memberi kita VISI dan c"halange" bahwa kami anak jurnalistik harus bisa membuat majalah dan mendapat untung. dan mengelolah persma ini seperti sebuah perusahaan. Akhirnya beliau memberi modal pembuatan majlaah sebanyak 4 edisi, kami diminta menjual majalah tsb (agar dapat duit) sebagai latihan berbisnis. Terbitlah edisi majalah motivator dengan masa terbit 2 kali setahun, nah itu pengalaman wirausaha sy waktu dimasih kuliah di kampus. Dan syukurnya teman2 UKM Jurnalistik bisa memenuhi "idealisme" tersbeut, akhitnya pada tahun kepegurusan sy kita bs memperoleh iklan dan modal (dr penjualan) untuk membuat majalah sendiri. (dua tahun dalam arti dua kepengurusan) Pelajaran selanjutnya adalah memikir otak agar majalah itu "laku" terjual,..alias dol-dolan hehe atas bantuan pak wing wahyu winarno dan pak efferaim , akhirnya majalah kita "terjual" manis, target pasarnya alumni yg akan diwisuda :P (yah mgkn pake cara2 mirip2 rezim keluarga cendana,heheh). tapi yg pentingkan goalnya agar mjalah punya pembeli tetap. selain kita jual ma orang luar. selain kita belajar mempraktekkan penjualan dengsn sistem distribusi ke loker-loker koran disekitar kampus, dan mendistribusikan majalah2 ke toko2 buku seperti gramedia, toga mas, social agency, dan kopma2 kampus2 di YK. dari situ sy & teman2 belajar, menjual itu susah susah gampang,.. well, majalah tidak semua laku, malah ada yg hanya terpajang sj di rak toko buku tanpa ada yg setuh. sedih juga sdh capek2 buat majalah, wawacara kemana2 akhirnya msih byk stok numpuk di lemari. jadi kami berpikir, untuk laku dan diminati, harus mengemas suatu topik yg menarik dan update, jadilah beberapa tema majalah seperti e- commerce, dunia bisnis tanpa batas, digital economy, Profesi akuntan menjawab tantangan zaman (yg banyak di kutip oleh persma lain dan bahan referensi bg mahasiswa ekonomi lainnya). dan mulai pelan majalah kembali ada yg minat :P tapi dari semua itu kami belajar, bahwa berwirausaha itu sungguh menarik dan penuh tantangan. dan hanya orang2 yg punya karakter yg mau mengambil resiko dan tidak pernah menyerah, mau terus maju yg cocok untuk itu. nah itu sdikit sharing dr sy, ttg mata kuliah kewirausahaan nampaknya semester terakir sy kuliah tahun 2001 belum ditawarkan, tp sy merasa sdh mendapatkan pelajaran itu dr pengalaman organisasi sy. oya kami juga sekarang (mantan pengurus UKM Jurnalistik) sedang merintis perusahaan bersama. Kami mulai dr yg kecil2 dulu. dgn membentuk sebuah PT Jogja MBludag Ide. yg core bisnisnya di media, membuat suatu majalah free magazine dgn nama Mbludag Magazine. Nantikan saja kehadirannya... :) dan share sj selanjutnya biar tdk berkepanjangan. sekedar info lagi, sy rasa banyk tmn2 alumni ykpn yg kini merintis hidupnya sbg pengusaha. Setahu saya anak2 UKM Fotografi membuat studio foto namanya Fresco (kl tdk salah di j;l.gejayan) dan mereka sukses dan menjadi market leader foto genik untuk dikalangan mahasiswa di jogja. kalahin kencana, lo..hebatkan? trus ada alumni anggota KOPMA (mas ogek) membuat cafe di jalan solo tp sy lupa namanya,..dan konon kabarnya sdh mulai expansi warung cafe yg kedua,.. mungkin perlu jg didata alumni ykpn yg berwirausaha, dan mereka harus dicap sebagai alumni yg bekerja. Karena kebanyakan dari kita berpikir kl do-dolan baju di pasar bringharjo itu dinyatakan tidak bekerja,? liat sj forum2 alumni yg dielu-elukan adalah mahasiswa yg > bekerja di perusahaan multi company, tp yg berwirausaha "sepertinya" tdk pernah di elu-elukan tuh, --> mohon maaf kl slh memberi penilaian. karena sy mantan wartawan, sy amatin yg lucu tmn2 yg mendirikan usaha itu maaf- rata2 IPK nya tdk ada yg 3.00, jd sy berpikir dan teringat seminar kewirausahaannya Pak Purdi Chandra, (bosnya primagama) kalo mewisuda alumni STIE IEU nya, selain mhsiwa yg IPK cumlaude 3,5 keatas, juga yg IP 2.00 dikasih penghargaan juga. Sy tanya kok begitu pak (krn waktu itu sy ambil kelas Entreprenuer Univeristynya) dia bilang mreka yg IPK nya rendah pasti tdk akan ditrima bekerja diperusahan2, satu2 nya jalan yg mereka jd pengusaha. akhirnya sy setuju jg dgn kata2 dia. katanya lagi IPK yg tinggi, jenjang pendiikan S-2 or S-3 tentu akan termotivasi bua surat lamaran untuk cari pekerjaan yg baik dan perusahaan yg baik..makanya tdk pernah mereka berpikir setalh lulus mau buka usaha apa. heheheh jgn tersinggung..(tdk bermaksud memprovokasi loo) well, ini sebagin share sy buat rekan2 alumni,..ada tanggapan? nb ada: teman2 alumni yg angkatan 1997 manajemen gak? add aku yg di friendster http://www.friendster.com/maspepeng salam ykpn Andi M Nur diMakassar (kini jd dosen) On 15 Agu, 16:29, "Drs. Andriya Risdwiyanto, MS.i" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah..... Wina....wina..... > saking semangatnya..... sampai kalimat terakhir agak keseleo... > Seharusnya: Saya bangga jadi alumnimu................ (bukan almamatermu > lho....) > > Tapi gak papalah, Tetap semangat.... Merdeka....!!!! > > ----- Original Message ----- > From: wina setya > To: [email protected] > Sent: Wednesday, August 15, 2007 3:20 PM > Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: Mental Seorang Entreprneur > > Betul sekali, saya ingin sedikit berbagi pengalaman...setelah saya lulus > kuliah, saya kebetulan langsung mendapat kerja di Jakarta, dengan posisi awal > sebagai staff accounting. Dari situ saya tidak mengalami kesulitan karena > pendidikan teoritis yang saya peroleh di stie ykpn sudah lebih dari cukup > untuk bekal saya. Saya bersyukur sekitar 5 tahun kemudian saya sudah mencapai > posisi Senior Manager,dengan pendapatan lumayan bagus. Akan tetapi saya > mulai merasa jenuh dengan pekerjaan saya. Kemudian timbul keinginan saya > untuk mencoba berwirausaha dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama saya, > dan tentunya dengan modal seminimal mungkin. Saya mulai rajin membaca > buku-buku ttg wirausaha. Saya juga banyak sharing dengan orang2 yang telah > menjalani wirausaha, baik pengusaha yang baru merintis, pengusaha kecil > maupun pengusaha sukses. Saya mencoba belajar dari mereka. Tidak lupa juga > saya mencoba lebih mendalami masalah marketing. > > Hingga kemudian saya mendapat inspirasi dari perusahaan tempat saya > bekerja, dimana saat ini perusahaan saya banyak menggunakan karyawan > outsourching untuk bagian operasional dengan sistem kontrak, Saya mulai > dengan membuat PT. Kemudian saya mencoba mencari perusahaan yang ingin > menggunakan jasa outsourching. Alhamdullilah tidak lama kemudian saya > mendapat kontrak untuk menangangani security di 3 cabang sebuah perusahaan > yang cukup besar, dengan perhitungan kontrak berdasar luas area (m2). Awalnya > saya agak kerepotan karena saya memang tidak ada persiapan sama sekali, tapi > syukurlah saat ini sudah jalan tujuh tahun dan semuanya bisa teratasi. Saat > ini keuntungan bersih yang saya peroleh sangat bagus. Hal yang paling > membahagiakan saya adalah saya bisa MEMBUKA LAPANGAN KERJA untuk orang lain. > Saat ini selain berwirausaha, sayapun masih tetap bekerja sebagai karyawan. > Kunci utama dari pengalaman saya adalah: Apabila kita ingin berhasil, modal > yang harus kita miliki adalah: KEMAUAN BEKERJA KERAS, SELALU BELAJAR, SELALU > BERSYUKUR APAPUN YANG KITA HADAPI, DAN KEIKHLASAN SERTA KETULUSAN UNTUK > MENOLONG ORANG LAIN. Insya Allah semua akan berjalan lancar.. > > Bravo STIE, saya bangga menjadi almametermu..... > > ----- Original Message ---- > From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Cc: "[email protected]" <[email protected]> > Sent: Wednesday, August 15, 2007 9:19:21 AM > Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: Mental Seorang Entreprneur > > Salam kenal buat semua anggota millis. > Saya Astuti Purnamawati, salah satu dosen STIE. Mau ikutan nimbrung neh. > Untuk mas Nur Machfud, saya setuju dengan idenya. Mahasiswa memang > sebaiknya tidak hanya dididik untuk menjadi seorang karyawan yang handal > tetapi penting juga dibekali ilmu untuk menjadi seorang wirausahawan yang > mumpuni. Idenya mas ini sudah mulai diterapkan di STIE melalui penawaran > matakuliah pilihan, tetapi mungkin belum semua mahasiswa tertarik untuk > menjadi wirausahawan. Sekedar info saja, setahu saya sudah ada beberapa > alumni yang menjadi eksportir dan distributor. > > ----------------------------------------- > Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta. > Jl. Seturan Raya. Sleman. Yogyakarta > http://www.stieykpn.ac.id/ > > ------------------------------------------------------------------------------ > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's > on, when. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
