Bagus juga kisahnya........tetapi saya jadi bingung, mungkin religi saya yang memang minus Atau mungkin juga saya yg tidak memahami cerita ini Apakah jaman Nabi Musa sudah ada perintah SHOLAT ?(setahu saya jaman Nabi Muhammad SAW) Apakah jaman Nabi Musa Al Quran sudah diturunkan ? (setahu saya jaman Nabi Muhammad SAW) Mohon pencerahannya.
On 8/23/07, rina rosalina <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > assalamu'alaikum wr.wb > > Sodara2-ku,baru aja aku membaca BUKU 30 > KISAH TELADAN (KH.Abdurrahman > Arroisy),inilah salah satu kisahnya : > > Pada suatu senja yang lenggang, terlihat > seorang wanita berjalan > terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba > hitam menandakan bahwa ia berada dalam > duka cita yang mencekam. Kerudungnya > menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. > Tanpa rias muka atau perhiasan menempel > di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan > yang ramping dan roman mukanya yang ayu, > tidak dapat menghapus kesan kepedihan > yang tengah meruyak hidupnya. Ia > melangkah terseret-seret mendekati > kediaman rumah Nabi Musa a.s. > > Diketuknya pintu pelan-pelan sambil > mengucapkan salam. Maka terdengarlah > ucapan dari dalam "Silakan masuk". > Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk > sambil kepalanya terus merunduk. Air > matanya berderai tatkala ia berkata, > "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, > Doakan saya agar Tuhan berkenan > mengampuni dosa keji saya." "Apakah > dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi > Musa as terkejut. "Saya takut > mengatakannya." jawab wanita cantik. > "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak > Nabi Musa. Maka perempuan itupun > terpatah bercerita, "Saya ......telah > berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, > hatinya tersentak. > > Perempuan itu meneruskan, "Dari > perzinaan itu saya pun......lantas > hamil. Setelah anak itu lahir, langsung > saya....... cekik lehernya > sampai......tewas", ucap wanita itu > seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi > musaberapi-api matanya. Dengan muka > berang ia menghardik," Perempuan bejad, > enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah > tidak jatuh ke dalam rumahku karena > perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa > sambil memalingkan mata karena jijik. > > Perempuan berewajah ayu dengan hati > bagaikan kaca membentur batu, hancur > luluh segera bangkit dan melangkah > surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari > dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya > amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana > lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu > mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. > Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, > bagaimana pula manusia lain bakal > menerimanya? Terbayang olehnya betapa > besar dosanya, betapa jahat > perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa > sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun > mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin > Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau > menolak seorang wanita yang hendak > bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau > tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" > Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang > lebih besar dari kekejian wanita pezina > dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan > penuh rasa ingin tahu bertanya kepada > Jibril. > > "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari > pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" > jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah > itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang > yang meninggalkan SHOLAT dengan sengaja > dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya > lebih besar dari pada seribu kali berzina". > > Mendengar penjelasan ini Nabi Musa > kemudian memanggil wanita tadi untuk > menghadap kembali kepadanya. Ia > mengangkat tangan dengan khusuk untuk > memohonkan ampunan kepada Allah untuk > perempuan tersebut. > > Nabi Musa menyadari, orang yang > meninggalkan sembahyang dengan sengaja > dan tanpa penyesalan adalah sama saja > seperti berpendapat bahwa sembahyang itu > tidak wajib dan tidak perlu atas > dirinya. Berarti ia seakan-akan > menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan > seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya > hak untuk mengatur dan memerintah > hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat > dan menyesali dosanya dengan > sungguh-sungguh berarti masih mempunyai > iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu > berada di jalan ketaatan kepada-Nya. > Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima > kedatangannya. > > Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang > yang meninggalkan sholat lebih besar > dosanya dibanding dengan orang yang > membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 > nabi dan bersetubuh dengan ibunya di > dalam Ka'bah. > > Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita > pezina dan hadist Nabi, mudah-mudahan > menjadi pelajaran bagi kita dan timbul > niat untuk melaksanakan kewajiban sholat > dengan istiqomah. > > > wassalam, > > > ------------------------------ > Be a better Heartthrob. Get better relationship answers > <http://us.rd.yahoo.com/evt=48255/*http://answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oDMTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklfMzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545433>from > someone who knows. > Yahoo! Answers - Check it out. > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
