Kalo liat dari cerita ini awal mula ceritanya ini mirip dengan ceritanya mas
sus..

Semoga nanti nya hasil akhirnya juga bisa mirip mas. amien

 

Salam Sukses

-reddy-

 


Diam atau Bergerak ? 


"Banyak orang memiliki ide besar, tapi hanya sedikit yang kaya", kata bapak
Robert Kyosaki padanya. Penulis lebih suka ungkapan "Banyak orang memiliki
mimpi tinggi, tapi hanya sedikit yang mampu mewujudkannya". 

Cerita berikut ini tentang tetangga baru, pasangan muda yang baru merintis
usaha. Aku hanya diam dan tidak melakukan apa-apa, sedangkan tetanggaku
penuh semangat dalam menjalankan usaha.
Dimulai dari Warung Tegal (warteg)Sore itu hari Sabtu 1 Desember 2003, ada
sepasang suami-istri yang baru pindah di depan rumahku memperkenalkan diri.
Namanya Udin dan Sari. Keluarga muda rupanya, baru 3 bulan menikah.Tidak
banyak barang yang dibawah pindahan, rupanya sebelumnya tinggal sekamar di
rumah kos RT sebelah.
"Saya pingin jualan rokok dan kebutuhan harian," kata sang suami di
tengah-tengah perbincangan. "Oh, bagus itu. Kalau bisa jual juga indomie
telur. Saya pernah buka 3 bulan dan akhirnya tutup, karena sudah tua dan
sepi," jawabku.
"Berapa kontrak di situ ?," pertanyaan klasik aku lontarkan.
"19 juta untuk 2 tahun, pak" jawab mas Udin."Di sini umumnya 7 jutaan",
timpalku memberitahukan kalau harga segitu terlalu mahal.
"Yaa, mudah-mudahan dengan jualan rokok, bisa menutup harga sewa" jawab sang
suami terkesan membela diri.
Esok harinya aku lihat ada sebuah pick up yang berhenti di depan rumah
sambil menurunkan sebuah etalase berukuran 1 meter. Siang harinya, sang
suami sudah datang dengan tentengan tas plastik besar yang berisi rokok,
indomie, dll.
Senin pagi etalase itu sudah diisi dengan isian seadanya. Sepertinya jualan
yang terlalu dipaksakan. "Tapi hebat lah, paling tidak untuk permulaan",
pikirku.
Sore itu aku sempatkan membeli rokok 2 batang rokok GG Filter kesukaanku.
Harganya sama dengan di toko lain. Tapi untuk harga per-bungkusnya ada yang
lebih murah 300 atau 500 rupiah. Aku juga melihat ada beberapa tetangga yang
kos di sebelah rumah membeli rokok Djarum Super.
Satu minggu kemudian, aku melihat mangkok warna biru putih yang ditaruh di
etalase rokok. Buat apa pikirku? Saat aku membeli rokok, aku lihat ada
tulisan menjual indomie telor - Rp. 2.500,- Rupanya sang istri memiliki ide
untuk berjualan indomie telor.
"Gimana mbak, laku indomie telornya?" Tanya saya.
"Yaa, lumayan pak, ada satu dua," jawab bu Sari.
"Apa saya bilang ?" sahutku. "Yaa, dijalani dulu aja mbak pelan-pelan"
"Iya pak, lha wong baru satu minggu," jawab bu Sari dengan aksen Jawa
Timuran-nya.
Berselang seminggu, aku lihat ada seorang wanita yang bernama Nung datang
pagi dan pulang sore. Rupanya Nung ini memiliki keahlian masak dan
dipekerjakan di sini.
Sore itu nampak ramai anak-anak muda yang kerja di seberang perumahan pada
jajan du warung depan. Ada yang minum the botol, kopi, makan indomie telor
dan ada yang duduk menunggu.
Aku jadi penasaran, "Mereka pada menunggu apa ya?" pikirku. Kebbetulan
rokoku habis.
"Rokok mbak Nung, satu bungkus", kataku
"Lima ribu, pak" jawab mbak Nung sambil memberikan sebungkus rokok Filter
kesukaanku.
"Pada nungguin apa toh?", tanyaku sambil penasaran.
"Ini pak, kami mulai jualan soto ayam", jawab mas Udin sambil menuangkan
kuah soto ke mangkok. "Coba-coba bikin soto, pak ?"
"Wuah, bagus nih. Makin maju aja," komentarku memberi motivasi.
"Yaah, Alhamdulilah, sambil belajar pak"
Hebat juga nih keluarga muda, yang laki kerja di perusahaan dan istrinya
diberdayakan. Apalagi sudah punya karyawan satu orang.
Andai saya masih muda, tentu saya akan memiliki semangat seperti itu.
Sekarang umur sudah 59 tahun. Tapi, untungnya saya sudah punya kamar kost
sebanyak 16.
Sebulan berlalu. Siang itu nampak mas Udin bepergian sendiri berpakaian
batik. Rupanya kodangan. Istrinya tidak diajak karena sedang tidak enak
badan. Sore hari sepulang kondangan, dia pulang berbarengan mobil pick up
yang membawa etalase warung yang lebih besar. Ada rak untuk memajang lauk
dan sayur.
Mau bikin apa lagi mereka. "Mungkin membesarkan warung nasinya, pak", sahut
istriku di beranda.
Benar juga, esok harinya mbak Nung masak banyak. Etalase nasi nampak banyak
pilihan lauk. Tidak hanya soto dan indomie menunya. Tapi ada sop, cah
kangkung, dan lainnya.
Warteg BerkembangTidak lama kemudian ada spanduk jualan voucher. Berikutnya
ada jualan aqua galon, voucher, empek-2 dan laundry. Gila rumah itu dipakai
jaualan apa saja toh. Mbak Nung yang tadinya pulang sore, mulai tinggal di
rumah tersebut karena harus belanja pagi-pagi dan masak. Apalagi warung itu
buka sampai jam 10 pagi. Karyawannya sudah bertambah satu lagi.
Delapan bulan setalah warung itu buka, nampak keluarga muda itu pulang
kampung untuk mengantarkan istrinya pulang menjelang kelahiran anak
pertamanya. Warung tetap buka seperti biasa dengan dua karyawan. Hebat juga
nich, gak ada bosnya tapi warung tetap buka. Jarang lho jaman gini ada
karyawan jujur.
Ketika puasa, warung nasi itu siang harinya tutup. Menjelang buka puasa baru
buka. Ada menu buka puasa seperti kolak dan es buah. Saat sahur pun warung
itu tetap tampak ramai.
Toko LainDua bulan setelah melahirkan anak, sang istri balik ke Jakarta.
Satu bulan setelahnya, nampak sang istri pergi siang pulang sore. Rupanya
kerja. "Tapi kok sebentar", pikirku.
"Kata mbak Nung, mbak Sari itu buka toko voucher di mall", sahut istriku.
"Oh, jadi cewek yang biasa datang malam itu karyawannya kali ya?" jawabku
bertanya-tanya.
Enam bulan setelah itu, aku lihat ada dua orang karyawan. Dua bulan
berikutnya diadakan pertemuan, rupanya rapat karyawan, yang datang 8 orang.
"Hebat juga ya, kurang dari 2 tahun tetanggaku sudah punya 8 karyawan dan 4
toko. Padahal kita tetap begini-begini saja ya bu?"
"Yaa, kita sudah tua. Mudah-mudahan anak-anak kita juga bisa memiliki
semangat seperti mereka ya pak", jawab istriku.
RenunganDari cerita di atas apa yang bisa diambil pelajaran? Kalau Anda
bergerak dan orang lain diam, maka apa yang orang lain peroleh? Dan apa yang
Anda peroleh? Tinggal kita mau pilih yang mana, diam atau bergerak? Selamat
merenung, bermimpi dan bertindak. Sukses untuk Anda ! 

 

 

Kirim email ke