Dari pada baca aja aku mau nulis juga nih.
ini True Story, mengenai tetangga saya ...
Waktu saya SMP, saya pindah ke Semolowaru. Tetangga saya ada tukang
becak dengan rumah reyot. Becaknya masih sewa.
Kemudian dia beli becak, tapi nggak lama becaknya di modif buat jualan
minyak tanah.
Habis itu uang hasil jual minyak tanah dipake beli minyak tanah beberapa
drum (ditimbun nih ceritanya), pas harga BBM naik, ia jual semuanya.
Terus usahanya jadi pangkalan minyak tanah.
Kemudian beli beberapa kambing kecil, diurus, pas besar pas waktunya
Idul Adha. Jual semua.
Usaha Kambing ini jalan beberapa tahun, habis itu berhenti karena di
protes tetangga lain.
Kemudian buka warung di pojok masjid di Semolowaru Elok. Sukses.
Kemudian buka usaha persewaan meja kursi. Ditambah lagi terop ....
ditambah lagi sound system ... ditambah lagi peralatan pecah belah ...
panci ...dll
Terakhir waktu saya ke sini tahun 2003, Rumah reyotnya sudah jadi rumah
2 tingkat.
Mobilnya ada 3.
Suami istri sudah bisa berangkat Haji.
Summary:
1984 -> Narik becak sewaan.
2003 -> Juragan persewaan peralatan pesta.
Ini True story, tetangga saya.
Adhi PY.