Memang Boleh jadi CDMA paling bagus saat ini. Namun jangan dilupakan adanya kebutuhan 
pelanggan yang utama, khususnya di Indonesia, adalah -- cukup untuk ngobrol !!. Jadi 
apalah artinya bandwidth selebar 1,25 MHz jika hanya digunakan untuk .... NGOBROL 
saja. Sudah untung kalau ada yang menggunakan untuk aplikasi "Multimedia Comm." Namun 
ingat, konsumen Indonesia masih "Cost Sensitive" bagi aplikasi lainnya. untuk 
teknologi gsm yang mampu melewatkan komunikasi data dengan 9,6 kbps saja terlalu 
sedikit orang yang memanfaatkan keunggulaan tersebut. Benar atau benar ?.

Jadi, seperti yang pernah dikatakan oleh Bapak Taufik Hasan di seminar 21st Wireless 
Comm. yang lalu, janganlah kita terjebak dengan apa yang dinamakan "Engineer's Toys". 
Kemudian memaksakan kehendak agar masyarakat menuju ke arah dimana mainan kita 
berjalan. Biarlah ada pilihan yang bersaing secara bebas dan "jurdil".

Kalau memang kita para insinyur tetap ingin mendapat kerja (+proyek dan dhuwit) maka 
bermain-mainlah dengan nurani teknik yang berani mengatakan dengan jujur kekurangan 
dan kelebihan "mainan" kita.

Dinarto

*********** REPLY SEPARATOR ***********

On 23-3-99, at 13.57, Arief Rakhmatsyah wrote: 

>CDMA memang disebut-sebut sebagai masterpiecenya teknologi wireless. Artikel
>CDMA vs GSM (terjemahan dari Qualcomm) bisa dilihat di
>http://intra.telkom.co.id/koin/november98/teknologi/cdma&gsm.asp .
>
>Arief
>
>
>-----Original Message-----
>From: Haminullah <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Selasa, 23 Maret 1999 9:57
>Subject: [stttelkom] Nasib AMPS

Kirim email ke