Saya cuman prihatin saja kalau benar yang namanya Ayu itu wanita, (menurut saya) dimana seharusnya untuk mencapai tujuan golongan itu me-referensi pada nilai-nilai moral yang lebih global. Mungkin cara politik Machiavelli sudah mulai merasuk pada pemikiran kita, dimana segala cara digunakan untuk mencapai tujuannya. Dadang Darmawan wrote: ----- del separator ----------
- [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Banteng Dadang Darmawan
- RE: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Eko Nur Prihadi
- RE: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Setyanto
- RE: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Eva Kurnia D
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Denny Permana
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Dani
- [stttelkom] Polemik Politik Bambang Hidayat
- Re: [stttelkom] Polemik Politik Eko Nur Prihadi
- Re: [stttelkom] Polemik Politik Arif Swasono
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita... Arif Swasono
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wa... Yani Qoyimah
