From: Oet <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [stttelkom] Pengakuan Wanita Banteng
Date: 07 April 1999 5:10

saya rasa tidak ada yang terwakili dari pernyataan saudari ayu.
> betul. seenggaknya tidak mewakili saya ("saya juga, saya juga !")
tapi melecehkan wanita, bukan suatu pengorbanan, tapi suatu pelanggaran,
pelanggaran terhadap HAK ASASI MANUSIA.
> setuju sekallee !
apakah kalau sudah berani membuka kaos itu menunjukkan anda sudah ditempa
oleh perjuangan?
tahukah anda arti perjuangan itu sendiri?
> betul tul
Pak Karno sendiri bilang, "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah kita !!"
sejarah kita penuh dengan pejuang wanita yang tegar, tanpa harus
mengorbankan harkatnya sbg wanita.
tanpa harus membuka bajunya untuk berjuang, tanpa harus bentrok dengan
saudara sendiri.
waspadalah, masih banyak saudari-saudari ayu yang lain, dimana saja.
inilah musuh perjuangan yang sebenarnya.
relakah kita jika wanita-wanita tiang negara indonesia seperti ayu ini?
> tentu tidaaak, 
> Ingaak, ingaak Saudari-Saudari para tiang negara, berpikirlah
panjang-panjang
  ........... jangan sampai salah malu ... he - he - he !
> Oet, Dang, terima kasih banyak.

Kirim email ke