Dear alumni,
Kenapa ini bisa terjadi? Baiklah, menurut pengetahuan saya, dan yang saya rasakan, 
adalah sebagai berikut:
1. Jika ada pameran/seminar di luar negeri, yang ikut kesana bukanlah orang yang 
berkompoten, tapi semacam"jatah" bagi orang/kandidat yang tidak berkompoten. Sehingga, 
jika ada seminar, misal di Paris atau Geneva, yang ikut adalah "boss" yang tidak jeals 
juntrungan dan kompetensinya. Ikut pagi hari, setelah dapat buku seminar, lantas 
menghilang entah kemana. Bagaimana bisa merumuskan yang jelas, apa apa yang diperlukan 
dalam
berbinis international?
Seharusnya bagi yang berkompotenlah yang ikut seminar. Keluaran atau outcome (keren 
dikit bolehkhan) yang diharapkan dapat dipaparkan dihadapan teamnya atau atasannya.
2.  Biasanya bahasan seperti yang diminta oleh rekan alumni kita Dedi Suherman, TELKOM 
biasanya punya konsultan yang penghasilannya jauh dari penghasilan karyawan TELKOM. 
Padahal, konsultan ini hanya tanya dikit-dikit, tulis lantas presentasikan, dan bila 
ada kekurangan minta ide-ide karyawan dan tulis lagi. Akhirnya orang malas. Serahkan 
saja ke konsultan, beres. Walaupun outputnya selalu salah. Masih Ingat ramalan Boos & 
Allen
Group tentang peramalan jumlah telepon di Indonesia tahun 1997? Jauh dari benar, 
sehingga harus di tinjau/ralat ulang beberapa kali. Berapa bayaran group konsultan 
tersebut? Yng jelas mahal!
3. Rekan Dedi Suherman (group?) mungkin harus melihat latar belakang ini. Perusahaan 
yang besar seperti TELKOM seharusnya membuat konsep (jika memang ada), membukanya 
dimilis ini untuk bahan diskusi, itu mungkin lebih bagus. Akan ada kontra konsep atau 
dukungan konsep, ide-ide cemerlang dari siapapun! (Torang pe ilmu cukup tinggi 
tooch...makanya tulis pe pendapat di milis ini, supaya dorang bisa kasih 
pendapat....makanya ingak,
ingak.... ba daftar rame-rame.... hi hi...).

Nurain SILALAHI

Yonatson wrote:

> Untuk point 2.
> Silahkan lihat : http://itel.mit.edu//
> Atau hubungi rekan kita Perry Erick : [EMAIL PROTECTED]
> Atau rekan Henry di Risti.
> Btw bolehkah aku bertanya...
> Kok sepertinya Telkom nggak punya arah yang jelas untuk go internasional ?
> Maksudnya kok baru sekarang mikirnya ?
> Bagaimana dengan kesinambungannya dengan penyusunan FTP 2000 ?
> Berdasarkan fakta, PTT Netherland yang dulunya juga memonopoli penyediaan jasa 
>Telekomunikasi di Belanda mempersiapkan diri untuk 14 tahun untuk mengantisipasi 
>kompetitor yang akan masuk ke dalam bisnis Telekomunikasi. Yaitu baik dari dalam 
>negeri maupun dari negara Eropa yang lain mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 50% 
>terutama segment pelanggan bisnis. Bagaimana dengan Telkom ? Sudah apa saja yang 
>disiapkan oleh Telkom ?
>
> Jon
>
> ----------
> From:   Dedi Suherman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Friday, April 09, 1999 5:31 PM
> To:     STTTelkom
> Subject:        [stttelkom] Bisnis Internasional
>
> Saya usul topik baru nich :
>
> Sejalan dengan strategi TELKOM di Corporate Strategy Scenario (CSS)
> 1999-2003, Masterplan Restructurisasi BUMN, SK DIRUT tentang pembentukan
> satgas persiapan Bisnis Internasional saya meminta masukan rekan-rekan apa
> saja kira-kira peluang bisnis internasional yang akan kita masuki. Untuk
> bahan acuan diskusi ini saya bagi atas tiga kelompok sbb :
>
> 1. Strategi TELKOM untuk masuk ke dalam bisnis Internasional
> Di sini membahas mengenai strategi apa yang harus kita lakukan untuk masuk
> ke bisnis internasional (buat perusahaan baru, divisi, akuisisi, merger dll)
>
> 2. Bisnis Jasa Hubungan telekomunikas Internasional (SLI)
> Bagaimana TELKOM memasuki bisnis SLI : Buat operator baru (007,dll),
> akuisisi Satelindo, MOU dengan operator internasional, GMPCS, OXYGEN dll.
>
> 3. Bisnis internasional
> Penempatan modal di Asean, bursa saham internasional, konstruksi, instalasi,
> penempatan SDM dll.
>
> Saya juga meminta masukan teman-teman mengenai kompetensi apa yang dimiliki
> oleh TELKOM buat modal go to the global world ini.
>
> Dedi Suherman
> Pranpertek - Ditprantek
> PT Telekomunikasi Indonesia. Tbk
> Jl. Japati No. 1 Lt.6 Bandung
> Phone : +62-22-4526314
> Fax      : +62-22-7106561
> Email   : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke