-----Original Message-----
From: Dedi Suherman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 16 April 1999 23:55
Subject: Re: [stttelkom] Ringan tapi menggelitik ...
>
>| From: budi wibowo <[EMAIL PROTECTED]>
>|
> | bagaimana kalau tukar menukar cerita lucu aja (lucunya yang benar-bemar
>lucu) dan nggak boleh menjurus-|
>| menjurus
>
>INi kalau mau yang lucu-lucu .
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>Pasien: "Dok... setiap saya minum kopi dari cangkir, rasanya mata
>kanan, seperti ada yang menusuk gitu dok.. "
>Dokter: "Kalo begitu, setiap mau minum kopi...ambil dulu sendoknya
>dari dalam cangkir.. "
>Pasien: "Terimakasih , Dok.. "
Komentar : yang jadi pasiennya siapa ??? Kamu apa bukan Ded???
>---------------------------------------------------------------------
>
>Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang
>anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba
>kikuk.
>Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan
>yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya.
>Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan
>segulungan kabel. "Wah..., ini pasti wartawan TV-RCTI
>mau mewawancarai aku..", pikirnya dalam hati. Agar tampak berwibawa dan
>membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telpon dia berkata:
>"Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk
>melaporkan hasil-hasil sidang hari ini.." Kemudian selama beberapa menit
>dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi,sambil sekali-sekali
>menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau 'kepentingan
>rakyat' keras-keras. Setelah selesai. Sambil meletakan gagang telp. dia
>berkata pada dua orang tamunya tsb. "Nah, sekarang wawancara bisa kita
>mulai..".
>Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya
>salah satunya berkata: "maaf pak..., kami datang kesini mau memasang
>saluran telp bapak..."
>---------------------------------------------------------------------
>
>Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITB
>terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebun Binatang Ragunan. "Apa
>boleh buat daripada nganggur kerja beginian juga bolehlah, yang penting
>halal!" begitu tekadnya. Maka sejak hari itu sang insinyur muda mulai
>bekerja sebagai "monyet-monyetan". Sepanjang hari harus betah mengenakan
>baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah pisang atau kacang rebus
>terus-terusan. Dan harus jumpalitan selincah mungkin untuk menarik
>perhatian pengunjung. Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudah
>mulai punah. Tak ayal lagi pengunjung Kebon Binatang Ragunan membludak
>lantaran mau 'ngeliat si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan
>gesit tetapi juga cerdas! Wong lulusan ITB kok.. Sayang sekali yang namanya
>sial itu sulit dielakkan....dan akhirnya bisa datang juga.
>Sedang enak-enaknya jumpalitan, tiba-tiba:"gedebuk.....byurrrrrrrrrrrr"
>Sang monyet terjatuh ke dalam kandang buaya. "Waduh,
>mati aku!" pikirnya sebelum dimangsa oleh buaya-buaya
>ganas itu. Tapi ketika mulut buaya terbuka lebar siap
>menggigit, dari dalam terdengar suara berbisik:"jangan
>takut mas....kami dari UI".
>------------------------------------------------------
>(Note: humor ini tidak untuk mendeskriditkan institusi lain - just humor !)
>
>
>Dedi
>
>
>
>