Ini ada cerita lucu tentang salah satu konstestan pemilu yang mengadakan
latihan Pemilu.
Kalau kayak gini bisa-bisa pemenang pemilu bisa-bisa mengejutkan ????
-----------
Latihan Pemilu, Kena "Paku & Panu"
KESALAHAN coblos yang banyak dikhawatirkan pimpinan parpol besar,
ternyata sudah terbukti. Nasib kurang baik ini
menimpa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim. Saat latihan pencoblosan
yang diadakan Wanita PKB Jatim di Malang,
ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Keruan saja ada yang nyeletuk
bila salah nyoblos bisa kena "Paku dan Panu"--
kepanjangan plesetan dari pesaing PKB yaitu Partai Kebangkitan Ummat
(PKU) dan Partai Nahdlatul Ummat (PNU).
Ceritanya begini. Wanita PKB yang ingin mensukseskan Pemilu memilih
100 responden yang tadinya diharapkan mencoblos
PKB semua. Dan ajang pelatihan ini dijadikan tolok ukur sampai sejauh
mana warga NU memahami PKB. Hasilnya
benar-benar bikin gondog panitia karena meskipun sebelum pencoblosan
sudah diberi penataran, ternyata yang mencoblos
PKB tidak sampai separuhnya, selebihnya banyak yang mencoblos PNU, dan
PKU.
Skor yang masuk angka PKB ternyata ''cuma'' 43, disusul PNU 30, dan
PKU 27. Aneh. Padahal tak seorangpun di forum
tersebut berkampanye soal PNU dan PKU. Selalu yang diulang-ulang,
dipuji-puji dan dikampanyekan adalah PKB. Kontan
saja panitia gusar melihat hasil ini. Apalagi respondennya memang
sengaja dipilih wanita Muslimat dan Fatayat NU Malang.
"Kami hanya ingin pengenalan tanda gambar, tapi kenapa hasilnya begitu,"
keluh salah seorang pengurus biro wanita PKB Jatim
kepada wartawan di kantor DPW PKB Jatim pekan lalu. Kasus itupun diusut.
Yang jelas, kejadian ini tentu saja membuat beberapa pengurus PKB
Jatim yang hadir berang dan uring-uringan. "Bagaimana
ini, dalam latihan saja hasilnya malah sedikit yang nyoblos PKB, apalagi
dalam Pemilu beneran nanti," tegas pengurus DPW
PKB asal Malang dengan nada kesal. Selidik punya selidik, ternyata hasil
diluar dugaan ini menyangkut masalah tanda gambar
PKB.
Parpol dengan nomor urut 35 ini, memang mirip dengan parpol lain
yang, khususnya Partai Nahdlatul Ummat (PNU), dan
Partai Kebangkitan Ummat (PKU). Apalagi tanda gambar PNU (25)
bertuliskan hurup Arab persis di tengah tanda
gambarnya, dan dikelilingi bintang sembilan, bedanya ada gambar
Ka'bahnya di tengah-tengah. Maka kebanyakan responden,
tidak bisa membedakan antara PKB, PNU, PKU. Dugaan ini ternyata benar.
Buru-buru panitia langsung, mengadakan
wawancara atau tepatnya meng-interogasi beberapa respondennya.
Ternyata jawabannya cukup mencengangkan. "Saya nyoblos no 25, karena
itu gambarnya PKB, iya kan mbak, yang ada
tulisan Nadlatulnya itu," cetus wanita setengah baya asal Klojen Malang
yang mengaku mencoblos tanda gambar No 25.
Nadanya yakin sekali bahwa dia tak bersalah. Tentu saja jawaban itu
membuat gusar panitia. Beberapa bahkan
menghentak-hentakkan kakinya karena kesal dengan persoalan sepele itu.
Sama juga halnya yang dikatakan wanita yang mengaku mencoblos tanda
gambar no 7, karena mengira tanda gambar PKB
nomor tersebut. "Saya ini NU deles, dan akan pilih PKB, makanya saat
latihan saya coblos saja no 7 (PKU), yang ada gambar
bintang 9, jagad dan padi kapasnya itu. Soalnya angka tujuh itu angka
sakti dan pasti PKB itu tanda gambarnya itu. Kalau yang
35 kan ndak ada padi kapasnya jadi ya bukan PKB," cetus wanita asal
Dinoyo Malang. Kembali panitia gusar dan
terheran-heran. ''Wahh, parah ...'' sungut salah seorang panitia.
Maka dengan sangat bersemangat, sang panitia menjelaskan panjang
lebar. Bahwa tanda gambar PKB ada di nomor urut
35, bukan di 25 atau 7. "PKB niku nomere 35, gambaripun bintang
sembilan, bumi jagad bergambar peta Indonesia. Mboten
enten padi kapasipun. Sing lintune niku, nomer 7, nomor 25 sanes PKB.
PKB namung setunggal, inggih niku nomor 35, ojo
supeh nggih," tegasnya dengan bahasa Jawa halus.
Meski begitu ternyata tetap ada saja peserta yang tidak puas, lalu
nyeletuk bertanya. "Lha sing nomer 7 lan nomor 25 niku
nopo nak, kok gambare sami. Poko'e kula benar soale pilihan kula PKB iku
yo nomor 7 iku," tanya seorang responden,
bertahan.
Saking kesalnya, dan kehabisan akal, sang panitia menjawab. "Sing
ngati-ngati, kathah sing pingin ngisruhi PKB, gambere
mirip, sing nomor 7 lan nomor 25 niku, Panu lan Paku, ngati-ngati ojok
sampek klintu, sampeyan mangke iso kenek paku dan
panuen" jelasnya sambil tersenyum. Wah gawat ! Kok ujung-ujungnya
menghujat juga ya ?
Dikutip dari Mingguan OPOSiSI Edisi 34
At 18:41 15/04/99 +0700, Nurwijaya Sigit wrote:
>Fuuh ... , capek juga nih mbaca maillist yang "berat-berat". Dari politik
-dibusak juga-