Daftar berita terlampir:
* Daerah Aliran Sungai Kritis Akibat Rusaknya Lingkungan 
* Hulu Sungai Kahayan Terus Dieksploitasi 
* Sedimentasi Cirata Dekati Titik Ekstrem
* Daerah Hulu Sungai Brantas Dirambah Penebangan Liar
* Alur Sungai Kahayan Mendekati Normal


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Daerah Aliran Sungai Kritis Akibat Rusaknya Lingkungan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1535
Hampir seluruh daerah aliran sungai (DAS) beserta sub-sub DAS-nya di pedalaman 
Kalimantan Selatan (Kalsel), sekarang ini kondisinya sudah kritis, bahkan ada DAS yang 
mulai mengering. Yang lebih memprihatinkan adalah aliran sungainya justru berada di 
daerah irigasi, sehingga berpengaruh pada suplai air ke sawah-sawah petani. Yang 
paling besar dan terparah adalah DAS Riam Kanan beserta delapan sub-DAS-nya di 
Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.

Parahnya kondisi seluruh DAS ini akibat kerusakan lingkungan menyusul eksploitasi 
kawasan hutan yang tidak terkendali, baik oleh perusahaan hak pengusahaan hutan (HPH) 
maupun tebangan liar. Perambahan hutan untuk penambangan batu bara, tambang emas, dan 
lainnya juga diduga kuat turut memperparah kerusakan lingkungan. Padahal, hutan 
alam/lingkungan adalah daerah tangkapan air (catchment area).
(Kompas, 2001-08-04)



Hulu Sungai Kahayan Terus Dieksploitasi 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1539
BAGI Anda yang belum pernah menyusuri Sungai Kahayan, pasti terkecoh dengan keberadaan 
penambang emas di sungai itu. Dari kejauhan kesan yang muncul adalah permukiman 
terapung di tengah sungai. Kesan perkampungan sungai semakin kuat bila dilengkapi oleh 
asap hitam yang mengepul tinggi ke angkasa. Rakit tambang emas yang berbentuk rumah 
terapung itu, berjejer nyaris menutup semua alur sungai.
(Kompas, 2001-08-03)



Sedimentasi Cirata Dekati Titik Ekstrem
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1521
Sedimentasi di Waduk Cirata sudah mendekati titik ekstrem. Berdasar data yang 
dikumpulkan Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), sampai akhir tahun 2000, endapan di 
Cirata sudah mencapai 62,8 juta meter kubik. Sedangkan batas ekstrim yang dirancang 
BPWC, endapan di waduk tersebut volumenya 79,3 juta meter kubik.

"Ini artinya, dalam dua atau tiga tahun mendatang, Cirata sudah sangat jenuh dengan 
sedimentasi. Titik ekstrim bisa terlampaui," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis 
daerah (UPTD) Budidaya Ikan Air Tawar, Dinas Perikanan Jabar, M Husen di Bandung 
semalam (31/7). Dalam tahun 2001 saja, kata Husen, sedimentasi di Cirata mencapai 15 
juta meter kubik.
(Republika, 2001-08-01)



Daerah Hulu Sungai Brantas Dirambah Penebangan Liar
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1522
Hutan arboretum wilayah tangkapan air hulu Sungai Brantas di lereng Gunung Arjuno, 
dilaporkan kian kritis akibat aksi-aksi penjarahan kayu liar yang merebak sejak tahun 
1997. Ini menjadi masalah serius karena Sungai Brantas mengandalkan sebagian besar 
pasok air dari wilayah hulu.Sungai Brantas dikenal memiliki sedikit percabangan. 
Sedang hamparan persawahan di lembah Brantas memasok 80 persen produksi padi di Jawa 
Timur, yang secara proporsional menyumbang 20 persen kebutuhan beras nasional.
Informasi tentang ancaman penebangan kayu liar itu mula-mula terungkap dalam pertemuan 
antara Kepala Kepolisian Wilayah Malang Komisaris Besar Supardi AS dengan sejumlah 
pimpinan proyek vital di Malang. 
(Kompas, 2001-08-01)



Alur Sungai Kahayan Mendekati Normal
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1506
Alur Sungai Kahayan, terutama bagian hulu yang sempat tidak dapat dilayari akibat 
pendangkalan, kini mulai membaik. Hujan yang turun secara rutin sejak pekan lalu 
membuat debit air sungai terbesar di Kalimantan Tengah itu mendekati normal.

Armada kapal yang membawa kebutuhan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) ke 
pedalaman dari Palangkaraya telah beroperasi kembali seiring normalnya alur sungai 
tersebut. Kedalaman alur kini sudah mencapai lima meter dari dasar sungai.
(Kompas, 2001-07-31)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke