Daftar berita terlampir:
* Oksigen Terlarut, Sungai Brantas Kembali Pulih
* Jasa Tirta I Gelontor Sungai Brantas
* Polda Panggil Lima Saksi Pencemar Sungai Brantas
* Sungai Citarik masih Berbahaya


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Oksigen Terlarut, Sungai Brantas Kembali Pulih
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1597
Kandungan Oksigen terlarut-salah satu parameter lingkungan yang bisa dianalisa cepat 
selain temperatur air-badan air Sungai Brantas, khususnya di kawasan yang terkena 
cemaran tetes tebu PG (Pabrik Gula), telah dinyatakan kembali normal. Namun, selama 
lima hari menambah debit air sejak Bendung Menturus, Jombang, demi menggelontor 
cemaran, Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola kuantitas air di Sungai Brantas telah 
menguras cadangan risiko di Waduk Karangkates sebanyak 2,9 juta meter kubik (m3).
Demikian penjelasan Direktur Pengelolaan PJT I Effendi Mohammad kepada wartawan di 
Malang, Senin (13/8). Ia bicara didampingi Humas PJT I Dyah Riskutanti. "Dalam sehari 
dua hari ini, kami akan menerima permintaan bertemu Direktur PT Perkebunan Nusantara 
yang mengelola PG Ngadirejo, Kediri, untuk mendapat penjelasan tentang apa yang 
terjadi sesungguhnya. Kami sudah pula bersurat ke Gubernur Jawa Timur serta pemerintah 
pusat di Jakarta, tentang saran yang kami berikan terhadap kasus ini," tutur Effendi.
(Kompas, 2001-08-14)



Jasa Tirta I Gelontor Sungai Brantas
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1608
Perum Jasa Tirta (PJT) I sudah "menggelontor" pencemaran tetes tebu limbah dari Pabrik 
Gula (PG) Ngadirejo, Kediri, agar kualitas air Sungai Brantas segera normal kembali. 
Tapi, upaya penggelontoran itu mengorbankan simpanan air cadangan risiko di sejumlah 
waduk, terutama di Bendung Menturus, Jombang. Padahal, simpanan air ini mestinya 
digunakan untuk pengairan sawah pada musim kemarau.Informasi tentang kegiatan 
penggelontoran itu diungkapkan Direktur Teknik PJT I, Ir Trie Mulad Sunaryo M Eng 
menjawab pertanyaan Kompas di Malang, Sabtu (11/8). "Penggelontoran belum tentu bisa 
memulihkan kualitas air menjadi normal sama sekali. Usaha ini hanya untuk mengupayakan 
agar kerusakan lingkungan tidak terlalu parah, dengan berusaha cepat membawa massa 
cemaran ke laut," tutur Trie.
(Kompas, 2001-08-13)



Polda Panggil Lima Saksi Pencemar Sungai Brantas
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1618
Kasus pencemaran Sungai Brantas akibat bocornya salah satu tangki milik Pabrik Gula 
(PG) Ngadirejo Kediri mulai ditangani Polda Jatim. Sejumlah lima saksi sejak Jumat 
(10/8), telah dipanggil petugas Polda Jatim untuk dimintai keterangannya.

"Kelima saksi itu kemarin dimintai keterangan di Mapolda itu keseluruhannya karyawan 
PG Ngadirejo Kediri," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Sutanto didampingi Kaditserse 
Polda Jatim, Kombes Pol Drs Bambang Hendarso Danuri MM kepada wartawan di Mapolda 
Jatim, Jumat (10/8).
(Republika, 2001-08-11)



Sungai Citarik masih Berbahaya
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1620
Kendati peristiwa pencemaran yang menyebabkan sekitar 150 warga Rancaekek dan 
Cicalengka mengalami luka bakar terjadi Selasa (7/8) lalu, namun hingga kini sungai 
Citarik masih berbahaya. Sejumlah warga Desa Panenjoan, Kec Cicalengka, kepada 
Republika mengatakan air sungai itu masih menimbulkan gatal-gatal di kulit.

"Tadi (kemarin, red) saya turun di sungai, setelah naik ke darat, kaki saya 
gatal-gatal," kata Miswaryadi (22), yang rumahnya berjarak sekitar satu kilometer dari 
PT Inti Teksturindo Megah (ITM), perusahaan yang diduga sebagai perusahaan yang 
membuang limbah itu. Ia mengaku tak menyangka air sungai itu masih membawa efek pada 
kulit, karena beberapa hari sebelumnya sempat turun hujan.
(Republika, 2001-08-11)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke