Daftar berita terlampir: * Tatkala Air Sungai Brantas Menghitam * Saat Sungai Brantas Tercemar, Pabrik Kertas Dompleng Buang Limbah * Sungai Citambul dan Lebak Tercemar Air Raksa * Pencemaran Kali Brantas agar Diproses Sesuai Hukum Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Tatkala Air Sungai Brantas Menghitam http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1640 SURABAYA geger kepati. Betapa tidak, air produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dikonsumsi lebih dari 1,5 juta warga tiba-tiba berwarna hitam pekat bagaikan nila. Tentu saja tidak layak konsumsi. Bahkan, untuk mandi saja banyak yang bergidik. Praktis hanya layak untuk menggelontor kakus dan menyiram halaman. Perubahan warna air, mulai Kamis (9/8) itu, merupakan dampak dari pencemaran berat yang melanda Sungai Brantas sebagai sumber Instalasi Penjernihan Air (IPA) PDAM Surabaya. Pencemaran terjadi akibat terbuangnya tetes tebu dari Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kediri. Kemudian limbah itu dibawa aliran air hingga ke Surabaya sejauh lebih kurang 170 kilometer. Brantas merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur (Jatim) berhulu di Batu (Malang) dan bermuara di Laut Jawa sejauh sekitar 320 kilometer. (Kompas, 2001-08-15) Saat Sungai Brantas Tercemar, Pabrik Kertas Dompleng Buang Limbah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1645 Saat Sungai Brantas tercemar tetes Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, ditengarai pabrik ada kertas yang memanfaatkan musibah itu untuk menguras limbahnya. Dengan begitu, biaya pengolahan limbah bisa diefisiensikan. "Pabrik itu mempergunakan kesempatan pada saat air sungai berwarna keruh," ujar Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim, Susianto kepada Kompas di Surabaya, Selasa (14/8). Koordinator lembaga swadaya masyarakat (LSM) Aliansi Peduli Lingkungan Kediri, Taufiq Dwi Kusuma menambahkan, kedua pabrik kertas itu adalah PT Surya Zig Zag dan PT Surya Pamenang. Kedua pabrik kertas itu lokasinya berdekatan. (Kompas, 2001-08-15) Sungai Citambul dan Lebak Tercemar Air Raksa http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1649 Pencemaran Sungai Citambul dan Sungai Lebak akibat penambangan emas di Karang Layung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), sudah melebihi ambang batas. Kedua sungai tersebut tercemar air raksa yang digunakan para penambang sebagai unsur kimia untuk mengolah emas. Demikian diungkapkan dua tim peneliti Bidang Teknologi Penambangan Pusat Penelitian Teknologi Mineral dan Batubara (PPTMB) Jabar, Kusnoto Kusumodirdjo dan Hendaryono Madiutomo kepada SH, Sabtu (11/8). (Sinar Harapan, 2001-08-14) Pencemaran Kali Brantas agar Diproses Sesuai Hukum http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1628 Gubernur Jawa Timur Imam Utomo minta agar kasus pencemaran Kali Brantas, yang menyebabkan PDAM di daerah Sidoarjo dan Gresik menghentikan produksi, agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Perintah itu disampaikan menyusul terjadinya pencemaran Kali Brantas dalam beberapa hari ini, disebabkan tumpahnya tetes tebu mili PG Ngadirejo, Kediri. "Saya beri waktu satu minggu untuk mengumpulkan bukti-bukti pencemaran air. Kalau sudah, harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya. (Media Indonesia, 2001-08-13) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
