Daftar berita terlampir:
* Brantas, Dari Mana Riwayat Limbahmu?
* Banyak Sungai Alami Pendangkalan


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Brantas, Dari Mana Riwayat Limbahmu?
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1676
Bersamaan keruhnya air itu, dari dasar aliran tiba-tiba muncul jutaan ikan 
bergelinjang melompat-lompat dan mengelepar di atas permukaan air. Ikan-ikan itu 
seolah tidak kuat berlama-lama di dalam air yang selama ini menjadi habitatnya. 
Beberapa saat kemudian ikan-ikan itu mengapung dan terkapar kaku di pinggiran sungai. 
Semuanya mati.

Seketika para warga di sepanjang aliran Sungai Brantas, mulai dari Kediri, Jombang, 
Mojokerto, Sidaorjo, dan Surabaya, girang bukan kepalang. Mereka ramai-ramai memunguti 
ikan-ikan itu untuk dikonsumsi.

Tapi itu tak berlangsung lama. Gubernur Jawa Timur Imam Utomo buru-buru mengeluarkan 
instruksi kepada seluruh warganya untuk tidak mengkonsumsi ikan dari Sungai Brantas 
itu. Kenapa?
(Republika, 2001-08-21)



Banyak Sungai Alami Pendangkalan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1696
Sampai sejauh ini Pemerintah Kota Surabaya belum melakukan usaha-usaha untuk 
pengerukan sejumlah sungai di kota ini yang mengalami pendangkalan. Dikhawatirkan, 
banjir akibat pendangkalan seperti yang terjadi tahun lalu, akan terulang.
Pendangkalan sungai itu misalnya terjadi di Sungai Asemrowo, Kedungcowek, dan 
Jatipurwo. Pemantauan Kompas, hari Kamis (16/8), pendangkalan sungai ini, sangat 
terlihat secara kasatmata. Sampah-sampah plastik terlihat pada permukaan air. Praktis 
aliran air menjadi tidak lancar, dan menimbulkan bau yang tidak enak. Fakta ulah 
sebagian warga kota yang masih sembarangan membuang berbagai jenis sampah di kali itu, 
menjadi pemicu percepatan pendangkalan.
(Kompas, 2001-08-18)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke