Daftar berita terlampir:
* Masyarakat Satu Ilir Protes Tumpahan Minyak
* Penduduk Medan Minta Wali Kota Keruk Sungai Babura
* Sungai di Kalimantan Rusak Berat
* Dua Tersangka Dalam Kasus Tumpahnya Amonium Nitrat


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Masyarakat Satu Ilir Protes Tumpahan Minyak
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2555
Musibah terbakarnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bungker (SPBB) di Kelurahan Satu 
Ilir, Palembang, Kamis 8 November lalu, sampai sekarang belum diketahui jelas 
penyebabnya maupun jumlah pasti korban yang tewas. Di sisi lain, tumpahan minyak dari 
drum-drum yang meledak, sampai Jumat (9/11) disinyalir belum diangkat oleh Pertamina 
melainkan hanya ditaburi busa dan kemudian diaduk sehingga minyak tidak lagi 
mengambang di permukaan Sungai Musi. Oleh karena itu, Forum Olah Lingkungan Sekitar 
Industri Palembang (Folsip), memprotes dan meminta pertanggungjawaban Pertamina.
(Kompas, 2001-11-10)



Penduduk Medan Minta Wali Kota Keruk Sungai Babura
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2541
Banjir yang melanda Kota Medan dua hari lalu, pada Kamis (8/11), sudah surut dengan 
menyisakan berbagai sampah yang menggunung di sana-sini. Cuaca cerah dengan matahari 
yang bersinar tanpa dihalangi awan seharian, membantu percepatan surutnya banjir 
tersebut.

Kelurahan Beringin yang mengalami banjir terparah, sudah kering sejak matahari terbit 
kemarin. Pada sore hari terlihat belasan penduduk masih sibuk membereskan aneka 
jemuran dan barang lain yang terkena banjir.
(Kompas, 2001-11-09)



Sungai di Kalimantan Rusak Berat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2545
Sungai-sungai besar di Pulau Kalimantan saat ini sudah rusak parah. Jika tidak segera 
dilakukan antisipasi dengan menghutankan kembali hutan-hutan yang telah dieksploitasi, 
diperkirakan dalam waktu 50 tahun mendatang pulau yang menjadi paru-paru dunia itu 
akan kerontang. Sebagian wilayah hutannya berubah menjadi padang ilalang, sementara 
masyarakat mengalami krisis air.

Hal itu diungkapkan Ketua Center for Water Resources Studies (CWRS) Universitas 
Tanjungpura (Untan), Gusti Zulkifli Mulki, pada Seminar Pengembangan Air Baku di 
Kalimantan Barat dalam Usaha Menghadapi Kemungkinan Krisis Air Bersih di Masa 
Mendatang, di Pontianak, Kamis (8/11).
(Kompas, 2001-11-09)



Dua Tersangka Dalam Kasus Tumpahnya Amonium Nitrat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2529
Kepala Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Samarinda, Komisaris Besar Setyanto menetapkan 
dua tersangka dalam kasus tumpahnya 487,2 ton amonium nitrat ke Sungai Mahakam 
beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah Kepala Perusahaan Jasa Bongkar Muat PT 
Pelindo IV Samarinda, Sukoyo. Sedangkan tersangka lainnya adalah Suwito, anak buah 
Sukoyo yang bertugas di lapangan. Atas kelalaiannya, Sukoyo diancam hukuman tiga tahun 
penjara ditambah denda Rp 100 juta.

Hal itu diungkapkan Setyanto di Samarinda, Senin (5/11). Diungkapkan, perusahaan jasa 
bongkar muat milik PT Pelindo IV itu melakukan sejumlah pelanggaran. 
(Kompas, 2001-11-06)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke