Daftar berita terlampir: * Pengerukan Sungai Musi Tertunda * Sampah Mengancam Waduk Pluit * Arisan Kakus Membawa Agus Gunarto ke AS
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Pengerukan Sungai Musi Tertunda http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2559 Pengerukan alur pelayaran di Sungai Musi, Sumatera Selatan (Sumsel), sampai kini masih tertunda. Makin berlarut-larutnya proses teknis tender, telah membuat pekerjaan fisik proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut belum bisa dilaksanakan. Padahal untuk keselamatan pelayaran, pengerukan alur Sungai Musi ini dinilai sudah sangat mendesak. Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Moch Hatta yang dihubungi Kompas di Palembang, Selasa (6/11) lalu membenarkan tertundanya pengerukan Sungai Musi tersebut. (Kompas, 2001-11-08) Sampah Mengancam Waduk Pluit http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2565 Tumpukan sampah yang terus bertambah setiap harinya di sudetan Kali Krukut yang bermuara ke Waduk Pluit, di Kampung Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengancam keberadaan Waduk Pluit yang diharapkan dapat menampung luapan air terutama di musim hujan. Menurut Husein, salah seorang pengemudi truk Suku Dinas Kebersihan Kotamadya Jakarta Utara, setiap harinya paling sedikit ada empat sampai lima truk yang dikerahkan untuk mengangkut sampah yang terus-menerus menumpuk di sudetan tersebut. (Kompas, 2001-11-07) Arisan Kakus Membawa Agus Gunarto ke AS http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2566 AGUS Gunarto (42), namanya. Tubuhnya yang kecil, wajah teduh dan penuh senyum, senantiasa mengucapkan terima kasih dan minta maaf dalam banyak hal, sederhana bahkan lugu, santun dan selalu dalam posisi bersedia melayani orang-orang di sekitarnya. Tampaknya wataknya inilah yang akhirnya membuat Ketua RT 3/RW 7 di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kodya Malang ini bisa mengubah kebiasaan warga di kampungnya: untuk tidak buang hajat sembarangan. Bukan lewat pemikiran canggih kelas sarjana, ketekunan pegawai kecil di kantor Dinas Kebersihan Pemda Kodya Malang ini membikin dan mengelola bangunan kolam pengolah limbah mandi-cuci-kakus (MCK ) di kampungnya, membuatnya bisa duduk sejajar bersama-sama sejumlah guru besar lingkungan berbagai negara dunia ketiga dalam acara kampanye Water Supply and Sanitation oleh Bank Dunia di Washington DC, AS, Januari 1999 lalu. Ia lalu dibawa kampanye ke sejumlah negara di Eropa. (Kompas, 1999-12-06) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
