Daftar berita terlampir: * Kondisi Sungai Siak makin Mengkhawatirkan * Penyodetan Ciliwung tidak Efektif Cegah Banjir * Warga Bendung Sungai Ijo, Banyumas * Air Waduk Cirata Menyusut Drastis * Bendungan Katulampa di Bogor Segera Diperbaiki * Jepang Hibahkan Rp207,3 miliar, Selamatkan Waduk Wonogiri
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Kondisi Sungai Siak makin Mengkhawatirkan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4454 PDAM Tirta Siak Sebaiknya Dipindahkan Kondisi Sungai Siak yang tercemar limbah industri dan rumah tangga semakin mengkhawatirkan. Kualitas air sungai yang memisahkan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Siak Sriindrapura ini menurun drastis, yakni rata-rata pH 6,5 sehingga tidak layak dikonsumsi masyarakat. Bahkan, berbagai jenis ikan seperti kerapu, patin, sepat, dan udang mati setiap bulan. Sedangkan ikan yang bertahan hidup dikhawatirkan mengandung racun karena habitatnya tercemar. (Media Indonesia, 2002-07-12) Penyodetan Ciliwung tidak Efektif Cegah Banjir http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4467 Penyodetan Sungai Ciliwung yang diarahkan ke Kali Cisadane tidak menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Karena, selain biayanya terlalu mahal, salurannya pun didesain mampu menampung 900 m3/detik. Padahal, dengan debit air 525 m3/detik saja hampir seluruh Jakarta akan terendam air. Nana Mulyana Arif Jaya, dosen hidrologi hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Lokakarya Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Terpadu Permukiman dan Sungai Ciliwung di Bogor, kemarin, menjelaskan bahwa pada peristiwa banjir besar yang terjadi awal 2002, debit air Sungai Ciliwung mencapai 525 m3/detik. (Media Indonesia, 2002-07-11) Warga Bendung Sungai Ijo, Banyumas http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4471 Warga Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jateng, yang kini sedang menderita kekeringan, bergotong royong membendung Sungai Ijo yang mengalir di tengah desanya. "Sungai selebar 6 meter dengan kedalaman tiga meter itu akhirnya berhasil dibendung dengan menggunakan alat berat berupa "bego" untuk mengeruk dan membendung sungai,'' kata Kepala Desa Gebangsari, Drs Salju Andoko kepada Pembaruan, Rabu (10/7) pagi. (Suara Pembaruan, 2002-07-10) Air Waduk Cirata Menyusut Drastis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4447 Musim kemarau membuat Waduk Cirata mengalami penurunan debit air yang cukup drastis. Dalam dua pekan terakhir, penyusutan air di bendungan yang lokasinya berada di antara perbatasan Kabupaten Bandung, Cianjur, dan Purwakarta, ini diperkiran mencapai 2 hingga 5 meter dari posisi normal. Dari pemantauan Republika, Ahad pagi (7/7) di Dam Control Center (DCC/Pusat Pengendali Bendungan) Cirata, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Purwakarta, terlihat air berada sekitar 2-3 meter di bawah garis elevator-2. (Republika, 2002-07-08) Bendungan Katulampa di Bogor Segera Diperbaiki http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4443 Pemerintah berencana untuk memperbaiki bendungan Katulampa yang membentang pada aliran sungai Ciliwung di kawasan Bogor, Jawa barat. Perbaikan bendungan yang dibangun sejak jaman Belanda itu dimaksudkan agar ke depannya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi, baik untuk keperluan irigasi maupun bila terjadi banjir. Menurut Menteri Kimpraswil, Soenarno, ketika meninjau lokasi bendungan Katulampa, Jum'at (5/7), mengatakan bendungan ini juga masih dipakai untuk melayani irigasi seluas 1.500 Ha. Karena itu perlu dilakukan langkah-langkah agar para petani yang sudah menanam padinya, sejauh mungkin dapat diselamatkan terutama pada saat-saat menjelang kemarau seperti ini. (Suara Pembaruan, 2002-07-06) Jepang Hibahkan Rp207,3 miliar, Selamatkan Waduk Wonogiri http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4448 Pemerintah Jepang memberikan hibah senilai 2,868 miliar Yen (Rp207,3 miliar) kepada Indonesia. Salah satu proyek yang mendapat hibah ini adalah sedimentasi waduk multiguna Wonogiri. Akibat sedimentasi ini, umur waduk hanya bertahan kurang dari 20 tahun. Padahal, desain waduk dirancang mampu bertahan 100 tahun. Nota diplomatik mengenai hal tersebut telah ditandatangani antara Hideaki Domichi, Kuasa Usaha a.i Kedutaan Besar Jepang, dan Makarim Wibisono, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Deplu, di Jakarta (5/7). (Media Indonesia, 2002-07-06) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
